Notifikasi Rindu
Malam ini masih kutunggu suaramu menggema dalam ruang yang telah tersedia. Setelah aku katakan bahwa aku bisa menerima semuanya, sopankah jika jawabannya adalah menghilang tanpa bilang?
Siapa yang bilang bahwa sebuah keterpaksaan adalah bentuk ketulusan? Siapa yang bilang tidak mengabaikan adalah sebaik-baiknya percakapan? Siapa yang bilang bahwa menjawab gemuruhnya keselamatan adalah tetap kewajiban sekalipun tangan tidak berjabatan dan mata tidak bertatapan?
Mengapa sekarang terkesan lengkara? Mengapa pertahananmu sendiri terdusta? Jangan dikira aku tak paham tentang pengabaian yang biasanya memang suka menendang tulang rusuk yang seakan-akan diberi kepastian. Tahu kok, sadar kok, tapi kamu bukan orang yang demikian
Apa harus mengemis dalam mengingatkanmu mempertahankan aura baswara? Tidak bukan yang faktanya mengemis adalah bagian dari kehinaan. Menggulung sendu, melirik senja, tapi justru berangkat untuk mengecup sang mentari. Lantas, apa kabar dunia sang indurasmi?
AZIZAH BOUNTY
PONOROGO, 7 AGUSTUS 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Desahan Rindu
Poesía"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa." Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku? Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu! Terus saja kau salahkan desahanku, tapi kau timan...
