Mentari pagi sudah menyapa sejak satu jam yang lalu. Bersamaan dengan itu pintu pagar dan pintu masuk dibuka oleh tiga presensi yang datang. Yaitu Taehyung, Ibu Jungkook dan Adik Jungkook. Mereka tiba setelah memenuhi acara hingga menginap di rumah mewah Taehyung. Seharusnya si pria Kim itu masih di rumah dan tengah bersiap, namun Adik Ipar dan sekretaris pribadinya harus ia perhatikan terlebih dahulu.
"Jungkook..." Ibu Jungkook memanggil putra nomor tiganya. Mereka masuk tanpa disambut oleh satu orang pun di sana. Membuat mereka memutuskan untuk segera menuju kamar Jungkook.
Sesampainya di depan pintu kamar si Jeon, kepala Ibu Jungkook dibuat geleng kepala, begitu pula dengan si tampan Kim yang terkejut dengan suasana manis di sana. Dua insan yang tertidur pulas di atas lantai. Tubuh Seolhwa sekarang sudah berada di atas tubuh Jungkook, sedangkan Jungkook masih sibuk memeluk erat tanpa merasa keberatan dengan keberadaan si gadis di atasnya.
Ibu Jungkook hampir mendekat, sepertinya ia akan membangunkan mimpi indah Jungkook maupun Seolhwa. Namun aksi itu gagal karena Taehyung menahannya sambil berucap. "Biar aku saja, Bu."
•••
"Apa kau sudah baikan, Jungkook?" Suara Ibu Jungkook memastikan. Si Jeon mengangguk lemas. Sekarang mereka sedang memutuskan untuk bersarapan pagi bersama.
Lega rasanya dalam hati wanita paruh baya itu, ia mengelus bahu Jungkook yang tengah sibuk dengan sarapan paginya, walau sedikit demi sedikit masuk ke dalam mulutnya. "Makanlah yang banyak, Nak. Agar kau cepat sembuh."
Bersamaan dengan itu, Seolhwa tiba dengan tampilan segarnya, ia baru menyelesaikan mandi paginya, ia sudah rapi dan siap untuk pergi bekerja. Gadis cantik itu menarik perhatian Jungkook dan Taehyung yang tengah sarapan di sana. "Nona?"
Senyuman terpatri di wajah cantik Seolhwa. Ia mendekat ke arah Jungkook dengan rasa canggung, masalahnya Ibu dari pria itu seolah menatapnya tak senang. Apa kehadirannya salah di sana?
"Nona, ayo ikut makan." Padahal beberapa detik yang lalu Jungkook selalu tak mengeluarkan suara untuk menjawab sang Ibu maupun Taehyung. Tetapi hanya pada si gadis ia mampu mengeluarkan suara, bahkan ajakan.
"Ah, aku akan sarapan di kantor saja, Jungkook. Aku sudah--"
"Sarapan dulu, Nona Min. Kita bisa pergi bersama agak siangan. Tidak masalah." Taehyung menyela alasan si gadis. Seolhwa lupa jika ia sedang bersama atasannya sendiri, cukup sulit jika atasannya yang sudah meminta.
Akhirnya Seolhwa pun mau, ia terlihat menarik kursi yang posisinya ada di samping Taehyung, namun dicegah oleh si Jeon. "Nona, duduk di sini." Bahkan Jungkook sampai menarik kursi khusus untuk si gadis.
Seolhwa terlihat melirik ke arah Taehyung, atasannya hanya mengangkat singkat bahunya kemudian melanjutkan sarapan. Sampai pada akhirnya Seolhwa duduk dan sarapan disamping Jungkook. Si Jeon itu terlihat senang.
"Ponsel siapa itu?" Ibu Jungkook merasakan meja yang bergetar. Si pemilik ponsel langsung meraih dan menaruhnya di atas paha. Seolhwa sudah dihubungi Mingyu dari beberapa jam yang lalu.
Ibu Jungkook menggeleng pusing, sejak awal ia melihat Seolhwa, hanya ia yang menunjukan raut wajah tak senang. "Di keluarga ini jika sedang berkumpul makan, tidak boleh ada barang apapun yang dibawa. Itu menganggu kenyamanan orang lain."
Sekarang Seolhwa mendapat teguran. Jujur ia merasa tak nyaman berada di lingkaran meja makan itu. Terus-menerus Ibu Jungkook menatap hingga menegurnya tak senang. "Maaf."
Singkat saja, sampai akhirnya mereka masuk ke dalam mobil. Taehyung akan mengantar Jungkook dan Ibu mertuanya sebentar ke dokter sebelum ia dan Seolhwa sampai ke kantor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yore [M]
Mystery / Thriller[Mature] Seolhwa cukup sembrono dalam menggunakan masa remajanya. Jika ia tak mengikuti saran temannya untuk mengunduh aplikasi dating itu, mungkin saat ini hidupnya akan jauh lebih tenang. ❝Kalau berciuman saja aku tidak mau, rasanya tanggung. Tapi...
![Yore [M]](https://img.wattpad.com/cover/363250205-64-k931987.jpg)