Ponsel itu terjatuh dari genggaman si gadis. Melihat hal itu serentak membuat Jungkook mendekat hingga bertanya khawatir. Air mata seketika lolos bersamaan dengan seluruh tubuh yang bergetar hebat, bahkan berdiri pun rasanya tak mampu. Seolhwa lemas setengah mati.
"Nona?!"
Tubuh Seolhwa hampir ambruk, untungnya dengan cekatan Jungkook mendekat dan menahan tubuh ramping itu. Jungkook melihat wajah Seolhwa yang berubah pucat. Keringat dingin membasahi pelipis. Bahkan ia dapat mendengar suara denyut jantung si gadis yang begitu kencang.
Bersamaan dengan itu Mingyu tiba, ia menatap kericuhan di sekeliling Seolhwa, kemudian berjalan cepat ke arah tersebut. Tanpa banyak bertanya ia langsung meraih si gadis dari Jungkook. Ia tidak tahu apa yang sudah terjadi namun yang pasti ia harus segera membawa pergi gadisnya dari sana.
"Jungkook, tolong ikut bersamaku." Pesan Mingyu yang langsung disetujui oleh si Jeon. Mereka berlarian keluar hotel, meninggalkan banyak pertanyaan dibenak orang-orang, bahkan Jungkook sampai rela meninggalkan gadis yang datang bersamanya, Hyena. Termasuk Taehyung yang masih setengah panik tentang adanya video tak senonoh itu.
"Itu bukan aku, Bu. Aku bersumpah!"
•••
"Jungkook, arahkan ke rumah sakit. Hati-hati namun cepat." Arahan Mingyu pada si Jeon. Ia masih duduk menemani bahkan memeluk tubuh ramping gadisnya di jok belakang.
"Tubuhmu dingin sekali. Ada apa sebenarnya denganmu, Sayang?" Mingyu khawatir setengah mati. Ia dapat merasakan tubuh si gadis yang begitu dingin. Entah apa yang terjadi di dalam sana, namun yang pasti ia merasa menyesal karena meninggalkan gadis itu walau hanya sebentar. Bahkan penjelasan Jungkook juga tidak masuk akal, gadis itu tiba-tiba bersikap demikian setelah pemutaran video tidak senonoh itu. "Seharusnya aku tidak meninggalkanmu tadi."
Seolhwa belum menjawab. Ia masih membeku dengan bibir pucat. Air mata masih sesekali jatuh. Pikirannya benar-benar kacau. "M-mingyu."
"Iya, Sayang? Aku ada di sini." Mingyu sedikit lega akhirnya Seolhwa mau berbicara setelah hampir lima belas menit lamanya. Mata mereka mulai saling bertemu, Mingyu melihat bayangan ketakutan di sana. "Apa yang membuatmu seperti? Katakan padaku?!"
Seolhwa tak sanggup. Pertama karena ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya, kedua bibirnya pun terlihat sulit untuk berucap. Gadis itu hanya mampu mengeluarkan tangisannya. Ia memeluk tubuh kekar Mingyu seraya menangis sejadi-jadinya. Membuat si pria membalas pelukannya hingga mengusap lembut pucuk kepala sampai punggung mungil si gadis.
"Shh, ada aku di sini. Kau bisa mengatakannya setelah kau selesai. Menangislah, Sayang." Begitu katanya. Bahkan Mingyu sampai melepas jaketnya, mengenakan pada tubuh si gadis seraya memeluk hangat. Mingyu siap menunggu hingga gadis itu selesai dengan tangisannya.
"Jungkook, arahkan ke rumahku. Sepertinya kita tidak perlu ke rumah sakit. Aku akan mengurus gadisku di sana."
•••
Malam ini Seolhwa menginap di rumah Mingyu. Entah mengapa gadis itu juga tak bisa menolak. Keluarga Mingyu memperlakukan gadis itu seperti putri kandungnya sendiri. Sampai sekarang belum ada siapa pun yang mengerti apa yang si gadis rasakan. Seolhwa tak ingin bercerita, sebab ini hal fatal.
Cuplikan video di resto hotel tadi cukup menguras tenaga si gadis. Siapa yang tak terkejut dengan video bercinta di masa lalunya bersama pria berinisial Mr. Sky itu. Seolhwa benar-benar membenci pria itu. Ia merasa menyesal karena pernah bersedia mengizinkan pria itu untuk merekam percintaan mereka. Katanya video itu dibuat untuk pribadi si pria, atau kenang-kenangan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yore [M]
Mystery / Thriller[Mature] Seolhwa cukup sembrono dalam menggunakan masa remajanya. Jika ia tak mengikuti saran temannya untuk mengunduh aplikasi dating itu, mungkin saat ini hidupnya akan jauh lebih tenang. ❝Kalau berciuman saja aku tidak mau, rasanya tanggung. Tapi...
![Yore [M]](https://img.wattpad.com/cover/363250205-64-k931987.jpg)