di sebuah ruangan yang bernuansa putih dan bau-bauan obat yang sangat menyengat tercium di Indra penciuman seorang gadis yang tengah terbaring di brankar rumah sakit, gadis itu mengerjapkan matanya untuk dibuka
saat sudah terbuka sepenuhnya, dia melihat sekeliling ternyata dia berada di rumah sakit. dia pikir dia akan mati karena kecelakaan yang hebat itu, bersyukur dia masih bisa hidup kembali dan apakah sahabat nya itu selamat? dia harap mereka baik-baik saja
saat dia sedang memikirkan sahabat nya dan juga merasakan pusing di kepalanya, pintu ruangan itu terbuka dan memperlihatkan kedua orang tua yang entah siapa itu
"sayang kamu udah sadar? ada yang sakit? mau minum? makan? mana yang sakit bilang sama bunda" pertanyaan beruntun itu dari seorang wanita paruh baya yang baru saja datang bersama pria paruh baya
Natasha menatap keduanya bingung 'siapa mereka?' batin Natasha merasa heran, karena dia tidak mengenali keduanya dan tunggu... apa katanya? bunda?! bunda dia bukan ibu ini, dia masih ingat betul wajah bundanya
"maaf, anda siapa ya?" tanya Natasha dengan hati-hati takut melukai hati ibu ini
setelah Natasha mengucapkan itu dia dibuat terkejut dan hampir pingsan "i-ini bunda sayang, bunda kamu Mon" ucap wanita paruh baya itu dia sedang menahan tangisnya agar tidak pecah tidak mungkin anaknya amnesia kan(?)
"yah.." wanita itu menatap pria yang berada di sampingnya, mungkin itu suaminya(?)
pria yang di tatap itu seakan mengerti dia langsung memencet tombol yang berada di pinggir brankar Natasha yang langsung terhubung ke ruangan dokter
tidak butuh waktu lama dokter itu datang dan langsung memeriksa Natasha, setelah dia memeriksa nya dia memberi tau bahwa anak kedua orang tua itu mengalami hilang ingatan kecil, tidak bersifat permanen. ingatan itu akan kembali jika dia melakukan beberapa kegiatan yang akan membantu ingatan nya kembali.
"oke kalau gitu, kita kenalan kembali ya?..." wanita itu menarik nafasnya terlebih dahulu, dia tidak mau menangis di depan anaknya ini
"kenalin, nama bunda Jennifer Lawrence Math bunda kamu, kamu biasanya manggil bunda jeni, dan di sebelah bunda ini ayah kamu namanya Jetson William Math. kamu biasanya manggil ayah kamu itu ayah jet. dan kamu punya tiga abang, abang pertama kamu itu namanya Arion William Math dia udah kuliah, abang kedua dan ketiga kamu itu kembar tapi tak seiras, yang pertama namanya Kevin Raditya Math dan kevan Raditya Math, mereka kelas 12 sekarang dan kamu Monica Chessy Math anak bungsu dari bunda dan ayah" penjelasan panjang lebar dari bunda nya Monica
Natasha kini sedang memikirkan apa yang di maksud bunda barunya itu, apakah dia benar-benar transmigrasi? tapi ke tubuh siapa? dimana dia sekarang? bagaimana tubuh aslinya?
"kamu istirahat saja supaya lebih membaik" ucap ayah Monica yang sedari tadi memperhatikan Natasha yang sedang berfikir keras, dia takut terjadi sesuatu kepada putrinya karena dia memaksa untuk mengingat
Natasha mengangguk lalu dia membaringkan tubuhnya dan menutup matanya untuk istirahat
————
disisi lain terdapat seorang gadis yang sedang bercermin sedari tadi dia sedang mengagumi wajah barunya ini, dia di buat kagum dengan wajahnya yang baru cantik, putih mulus dan bersih, beuhh cantik banget dah pokoknya.
gadis itu adalah Rania, dia sudah tau bahwa dia transmigrasi tapi dia tidak tau jika dia transmigrasi ke sebuah cerita yang ia baca, dia masih sibuk bercermin saat mengetahui dia transmigrasi, tapi yang lain hanya mengetahuinya bahwa dia lupa ingatan. namun itu membuat salah satu orang di sana tidak percaya karena sifatnya sama saja.
"ngapain sih Lo? sok cantik banget" ucap salah satu pria yang sudah geram dengan tingkah adiknya ini, baru sadar dan sempat membuat ruangan ricuh karena dia hilang ingatan, tapi dia sendiri asik bercermin. sudah berapa lama dia bercermin? saat dokter keluar ruangan dan dia langsung meminta cermin dan sampai sekarang masih bercermin? kelakuan narsis nya masih sama.
"emang gue cantik, iri ya Lo" Rania mengibaskan rambutnya yang sepundak, sungguh terlewat kepercayaan dirinya
"dih" ucap pria itu dengan memutar bola matanya malas dan memilih duduk di sofa rumah sakit
"Fatin, kamu laper ga? sini mama suapin" ucap mama Fatin yang sudah menggenggam semangkuk bubur di tangan nya
Rania mengangguk dan mulai menerima suapan mama nya itu— mama Fatin yang sekarang sudah menjadi mama nya
mereka yang berada di ruangan itu hanya bisa menatap kedua insan itu bercanda ria dan sesekali mama nya menyuapi Fatin
———
"gue transisi? tapi ke tubuh siapa?" seseorang sedang berfikir dia benar-benar transisi ke tubuh siapa? padahal kecelakaan itu sangat mengenaskan
eh tunggu... kaya ada yang salah....
dia menepuk jidatnya "transmigrasi Elista bego! bodo ah intinya ini tubuh siapa dah? dan gue dimana? terus sahabat-sahabat gue gimana? semoga mereka selamat, apa mereka juga sama kaya gue? kalo iya semoga gue ketemu mereka lagi, amin" ucapnya dengan mengusapkan telapak tangan ke wajahnya
ceklek (suara pintu terbuka)
wanita paruh baya yang melihat anaknya sudah sadar langsung memeluk Elista, dia menangis dalam pelukannya "sayang maafin mommy yaa mommy bakal diem di rumah aja supaya bisa jagain kamu, abang-abang kamu itu ga becus jaga kamu! maafin mommy ya" ucap wanita itu dengan isakan nya
'dia mommy yang ada di tubuh ini deh kayanya'
"i-iya mom, gapapa" Elista mengelus punggung wanita itu untuk menenangkan nya
wanita itu melepaskan pelukannya, dia menatap anaknya itu dengan mata yang berair karena menangis
"kata dokter kamu anemia? kok tau ini mommy?" tanya wanita itu sambil menghapus ingusnya
"amnesia mom bukan anemia, dan juga tadi mommy bilang 'mommy bakal diem di rumah aja buat jagain aku' berarti mommy ini mommy aku dong? masa iya pembantu di rumah" ucap Elista bercanda
"heh! mommy yang cantik dan lucu ini masa iya jadi pembantu" ucapnya terlalu percaya diri
"hadeh iya deh iya. oh ya mom, perkenalan ulang dong, dan aku juga gatau siapa nama aku" Elista menatap mommy dengan tatapan orang linglung
"oh iya! perkenalan ulang ya, mommy ini namanya mommy Mauren Jannie Kaisar mommy kamu, sedangkan yang di sebelah mommy ini Daddy kamu namanya Liam Kaisar, dan kamu punya dua abang, Abang pertama kamu namanya Nelson Putra Kaisar dia sekarang lagi kuliah semester akhir, dan abang kedua kamu namanya Brison putra Kaisar dia kelas 12 dan satu sekolah dengan kamu, dan kamu itu Ilona Jannie Kaisar putri bungsunya mommy dan Daddy" penjelasan panjang lebar dari mommy mauren
Elista hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti, dia menatap Daddy nya yang sedari tadi hanya diam menatapnya
"Daddy" panggil Elista kepada Daddy Liam
Daddy Liam hanya berdehem dan mengangkat sebelah alisnya pertanda bertanya 'kenapa?'
"mau peluk boleh?" tanya Elista dengan hati-hati
Liam tentu di buat terkejut oleh permintaan putrinya itu, biasanya putrinya hanya acuh kepada Daddy nya, dia tidak terlalu banyak interaksi dengan Daddy nya, tapi yang di tubuh Ilona saat ini adalah Elista seorang gadis yang dulunya sangat dekat dengan kedua orang tuanya terlebih itu Daddy nya sendiri
Liam mengangguk dengan sedikit ragu, lalu dia menghampiri putrinya dan memeluknya erat 'seperti ini rasanya memeluk putriku sendiri' batinnya dalam hati
udahlah, pegel tangan gueh
.
jangan lupa vote dan komen ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Bestie Transmigrasi
Teen Fictionsesuai judulnya "bestie transmigrasi" jadi cerita ini menceritakan tentang tiga gadis yang bersahabat sedari dulu, mereka memiliki sifat dan sikap yang berbeda-beda tentunya. dan suatu hari terjadinya kecelakaan yang menimpa pada mereka. akankah mer...
