Pertandingan

106 5 3
                                        

Kini pukul tujuh pagi, semua team basket yang akan mengikuti pertandingan telah kumpul, mereka menunggu mobil bus yang sedang di panaskan mesinnya.

Di sisi lain, terdapat para cheerleaders yang tengah berlatih untuk menyemangati team basket nanti. Di sisi lain, ada tiga siswi yang hanya berdiri diam menatap mereka semua yang tengah sibuk. Jika bukan karena undangan langsung dari kaptennya, maka mereka tidak akan bisa ikut untuk menonton pertandingan.

"SMA PRIATAMA SCHOOL! JAYA JAYA JAYA!"

♪♪♪♪♪♪

"SMA PRIATAMA PALING KEREN"

"KEREN!"

"SMA PRIATAMA PASTI MENANG!"

"MENANG!"

"SMA PRIATAMA, SMA PRIATAMA, SMA PRIATAMA DAPAT JUARA!"

"JUARA!!"

Para team cheerleaders bertepuk tangan dengan heboh, mereka dengan semangat dan yakin untuk mendukung sekolahnya, karena sekolah mereka tidak pernah kalah dalam hal ini.

Ilona menatapnya dengan binar dan ketertarikan, kakinya akan melangkah mendekati para cheerleaders. Tetapi sebuah suara menghentikan langkahnya, bahkan dia belum melangkah.

"Monica!" Devan dan teman-temannya menghampiri Monica dan yang lain.

Tepat di hadapan tiga gadis tersebut, Devan menatap Monica, "Gak ada kata semangat buat gua?" tanya nya dengan menaik turunkan alisnya.

Ilona tersenyum-senyum melihatnya, dia menyenggol bahu Monica. "Ciee ... piwit" berpura-pura bersiul.

Monica menatap Ilona dengan malas, kemudian kembali menatap Devan. "Semangat." ucapnya dengan singkat.

Walau hanya begitu, tapi senyuman Devan mengembang. Dirinya jadi semangat 45! dan lebih yakin akan membawa pulang piala lagi.

"AYOK ANAK-ANAK, SEMUANYA BERKUMPUL DULU!" Suara yang berasal dari toa terdengar begitu berisik. Semuanya berkumpul dan membuat barisan

"SELAMAT PAGI SEMUANYA!"

"Pagiii!!!"

"HARI INI KITA ADA TURNAMEN BASKET DENGAN SMA ...., KITA DATANG SEBAGAI TAMU, JADI SAYA HARAP KALIAN TIDAK MEMBUAT ULAH YANG BISA MENJELEKKAN NAMA SEKOLAH KITA"

"UNTUK ITU, KITA SEMUA HARUS JAGA SIKAP. KITA FOKUS KAN SAJA KE PERNTADINGAN NYA DAN BERDO'A AGAR SEKOLAH KITA MENANG!"

"AAAMMIIINNN" Teriak mereka semua

"SEBELUM KITA MEMULAI PERJALANAN, KITA BERDOA TERLEBIH DAHULU. BERDOA MENURUT KEPERCAYAAN MASING-MASING DI MULAI!"

Semua murid menunduk dan berdo'a sesuai kepercayaan mereka masing-masing.

"TIDAK PERLU LAMA-LAMA, KALIAN BOLEH MASUK KE BUS YANG SUDAH ADA NOMOR DAN NAMANYA. SEMANGAT SEMUANYA!"

"SEMANGATTT!!!!" Sorak mereka dengan heboh

Satu persatu orang memasuki bus yang sudah di beritahu. mereka membawa barang-barang yang di butuhkan, anak PMR yang pasti sudah membawa barang yang sangat penting.

______

Suasana begitu ramai, sorak sorai dari suporter bergema di lapangan indoor ini. Mereka semua menyemangati jagoannya masing-masing, sebuah yel-yel terdengar begitu bersautan dari tuan rumah dan dari SMA priatama.

Waktu terus berlalu, pertandingan semakin sengit. Devan begitu lincah men-dribble bola basket nya, mereka semua benar-benar memukau. Brison memasukkan bola ke dalam ring dengan mulus dan tepat.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 10 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bestie TransmigrasiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang