Jangan lupa vote dan komen nya yaw!
↓
↓
↓
happy reading
↓
↓
↓
Kafe bernuansa klasik dengan dialuni musik menambah kesan nyaman pada kafe tersebut. Lonceng berbunyi setiap kali orang masuk dan keluar dari kafe, kafe lavender. Kafe lavender adalah kafe yang memiliki wangi lavender, semua pengunjung sangat nyaman dan suka dengan kafe tersebut.
Seorang gadis sedang duduk sendiri di meja tengah, menunggu seseorang yang sudah memiliki janji untuk bertemu. Merapihkan pakaiannya yang kusut, dia akan selalu menoleh saat mendengar lonceng dipintu masuk berbunyi. Di temani secangkir es kopi rasa caramel, kesukaannya.
Lima belas menit berlalu, sudah cukup lama gadis itu menunggu. Saat hendak berdiri dan akan pulang, lonceng berbunyi menampakkan sosok yang dirinya tunggu-tunggu. Dia berjalan menghampirinya.
"Sorry, nunggu lama, ya?" tanya orang tersebut dengan duduk di hadapannya.
Gadis itu duduk kembali, lalu menggeleng saat mendengar pertanyaan nya, "Nggak, kok."
Pria tersebut melihat gelas yang ada di meja, "Nggak tapi minumnya udah setengah, sekali lagi sorry, ya. Gua anterin bunda dulu tadi."
Ketahuan bohong, dirinya jadi malu, "Gapapa kok, gue emang lagi haus aja. Oh iya, mau pesen apa? Mbak!"
Seorang pelayan kafe menghampiri mereka dengan membawa buku note, siap mencatat pesanannya.
"Minumnya samain aja sama dia, dan saya pengen pancake coklat sama tiramisu nya." Pelayan mencatatnya, lalu berpamitan saat sudah selesai.
Terjadi keheningan, entah mereka yang merasa canggung atau hanya gadis itu saja? Lagipula, sudah lama mereka tidak bertemu berdua seperti ini. Melirik kesana-kemari karena bingung untuk memulai pembicaraan apa, meneguk kembali minumannya.
"Kenapa?" Tanya pria itu.
Gadis itu menoleh, "hah?" Bingung dengan pertanyaannya
Dia terkekeh, "Lu kenapa? Celingukan kayak lagi cari orang, padahal gua disini."
Gadis itu menampilkan cengirannya.
"Oh iya, mon." Monica menatap Devan, menunggu Devan melanjutkan ucapannya.
Iya. Yang saat ini ada di kafe adalah Monica dan Devan. Yang mengajaknya tentu Devan, katanya itung-itung buat memperbaiki hubungan persahabatan mereka.
"Minggu depan gua ada tanding basket sama sekolah sebelah, mainnya di sekolah mereka."
Monica mengangguk, "terus?"
"Lu ikut, ya? Gua yang izin ke wali kelas lu, deh."
Monica tampak berfikir sejenak, menimang-nimang apakah dia harus ikut? dipikir-pikir kalau dia ikut, lumayan untuk tidak mengikuti pelajaran, bukan niat membolos, tetapi jika ada rezeki tidak boleh ditolak, 'kan?
"Boleh deh, tapi ..."
"Apa? Tapi apa?" Tanya Devan dengan tidak sabaran.
"Fatin sama Ilona juga ikut, gue gamau sendirian."
Kini giliran devan yang terdiam, memikirkan perkataan Monica. "Boleh deh, ada brison sama dean juga, 'kan."
"Nanti gua minta bantuan mereka buat izin." Lanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Bestie Transmigrasi
Ficção Adolescentesesuai judulnya "bestie transmigrasi" jadi cerita ini menceritakan tentang tiga gadis yang bersahabat sedari dulu, mereka memiliki sifat dan sikap yang berbeda-beda tentunya. dan suatu hari terjadinya kecelakaan yang menimpa pada mereka. akankah mer...
