Jangan lupa vote dan komen nya yaw!
↓
↓
↓
happy reading
↓
↓
↓
Mereka berdua semakin dekat dengan lapangan basket indoor. Berjalan masuk, menampakkan kelima pria yang tengah bermain basket. Mereka tampak asik dan serius, tidak menyadari ada orang yang masuk ke dalam.
Dengan lantang, Ilona berteriak memanggil abangnya. "Woy brison!" Teriaknya tidak sopan.
Kelima lelaki itu berhenti bermain, menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara. Dilihatnya Ilona, fatin dan monica tengah berdiri di pinggir lapangan, dengan cengiran bodohnya Ilona.
"Bocah songong." Brison berlari ke arah mereka, menghampiri Ilona dengan diikuti yang lainnya di belakang.
Sesampainya dihadapan Ilona, brison menoyor kepalanya. "Songong lu, udah teriak, kaga pake kata abang." Omelnya.
Ilona cemberut, kesal tentunya. "Apasih lo jelek, terserah gue dong."
Brison memutar bola matanya malas. Mereka berdua malah melanjutkan perdebatannya, menjadikan yang ada di situ menatap pertengkaran abang adik tersebut.
"Udah woy! Ngapa jadi berantem dah." Fatin akhirnya bersuara, sudah malas dengan drama mereka.
"Lo, bri. Mau apa manggil kita ke sini?"
Brison menatap fatin yang bertanya, dia seperti tidak dihargai sebagai kakak kelas mereka. Ingin marah tapi dia fatin, pasti akan kalah jika adu omong dengannya.
"Bukan gua, devan yang nyuruh, noh." Mereka semua menatap devan.
Monica menatap devan, jantung nya tiba-tiba berdebar melihat penampilan devan yang saat ini terlihat sangat ... hot. Meneguk ludahnya susah payah, menyadarkan dirinya untuk tidak terlalu jauh, dia devan milik Monica, bukan dirinya.
Devan menyugar rambutnya ke belakang, mengelap keringatnya yang bercucuran di kening. Dengan begitu, menambah ketampanan dirinya berkali-kali lipat, perempuan mana yang tidak menyukai devan? fatin. dia tidak menyukainya, menurut fatin, devan terlalu percaya diri.
"Ngapain sih lo? Ganteng lo begitu? Cepetan, mau ngomong apaan?" Sedari tadi fatin menatap devan yang sedang bertingkah aneh menurutnya.
Teman-teman devan tertawa mendengar ucapan fatin. Bahkan yang lebih besar suara ketawa nya yaitu carlos, abangnya fatin.
"Aduh, jangan tajem-tajem banget ucapan lu, dek. Lu bilang gitu, karena gua yang paling ganteng, 'kan?" Tanya carlos.
"Dih? gantengan jaemin gue, cepet anjir van, mau ngomong apaan?!" Geram fatin.
Carlos kesal dengan jawaban fatin, menatap fatin dengan sinis, "Awas lu." Gumam nya.
"Sabar, tin. Pms ya lu?"
"Emang, hari pertama dia." Bukan fatin ataupun carlos yang menjawab, tetapi deon, pacarnya.
Mereka bersorak karena jawaban dean, tetapi fatin hanya memutar bola matanya malas dan menyilangkan kedua tangannya.
"Oke sorry. Kita udah izin ke wali kelas kalian, mon. Katanya kalian diizinin buat ikut." Devan menatap Monica yang sedari tadi menatapnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Bestie Transmigrasi
Teen Fictionsesuai judulnya "bestie transmigrasi" jadi cerita ini menceritakan tentang tiga gadis yang bersahabat sedari dulu, mereka memiliki sifat dan sikap yang berbeda-beda tentunya. dan suatu hari terjadinya kecelakaan yang menimpa pada mereka. akankah mer...
