Jangan lupa vote dan komen nya yaw!
↓
↓
↓
happy happy
↓
↓
↓
jam pulang sekolah sudah berbunyi sejak 3 menit yang lalu. Monica Fatin dan Ilona tengah berjalan menuju parkiran
"berarti nanti kita ga ketemu lagi dong?" tanya Ilona pada Monica
"cuman seminggu, ke rumah aja" jawab Monica
"boleh?!" tanya Ilona
"hm"
"oke! Fatin kalo gitu besok pulsek kita langsung ke rumah Monica ya!" sungguh antusias sekali Ilona ini
"gak deh, males" jawab fatin
"ih lo kok gitu! pokoknya besok kita kerumahnya Monica! gue kan mau liat abang kembarnya" ucap Ilona suaranya memelan saat di kalimat terakhir
"dih, abang kembar yang ogah liat Lo!" jawab Fatin
"Lo gausah-"
"udah deh! ribut mulu, balik sana" ucap Monica yang lelah dengan perdebatan kedua temannya ini
Ilona mengerucutkan bibirnya beberapa senti yang terlihat menggemaskan bagi kaum adam namun tidak bagi kedua temannya
"supir Lo udah nunggu noh di gerbang" lanjut Monica
Ilona melirik kearah gerbang "yaudah deh gue balik, duluan ya!" pamitnya lalu pergi meninggalkan kedua temannya
Monica dan Fatin menuju kendaraan mereka masing-masing, Fatin membawa motor dan Monica membawa mobil
"duluan aja Mon, gue masih ada urusan" ucap Fatin
"yaudah gue duluan, hati-hati di jalan Lo" - Monica
Fatin memberi hormat kepada Monica "siap komandan!" ucapnya
Monica hanya menggelengkan kepalanya lalu menjalankan mobilnya keluar area sekolah
begitu juga dengan Fatin, ia menaiki motornya lalu pergi meninggalkan area sekolah. namun Fatin tidak langsung pulang, ia pergi ke minimarket yang tidak terlalu jauh dari rumahnya
setelah membeli apa yang ia inginkan, Fatin tidak langsung pulang ke rumah, ia pergi ketaman membawa cemilan yang ia beli di minimarket
5 menit berlalu dan 5 menit sudah fatin berada di taman dengan menggenggam snack dan minuman kaleng nya, ia memejamkan matanya merasakan udara sore hari yang sangat sejuk
'apa bener Ilona itu Elista?' itu yang berada di pikiran Fatin saat ia mendengar apa yang Ilona ucapkan saat di dalam toilet sekolah tadi siang
flashback on
Fatin yang sudah menyelesaikan tugas nya segera keluar dari toilet, namun ia urungkan saat mendengar suara dari luar yang sangat ia kenali suara itu
"Elista pengen pulang... walau disini ngga terlalu buruk, tapi rasanya beda, El kangen Rania sama Natasha... mereka apa kabar ya" ucap seorang gadis yang tak lain adalah Ilona
Fatin yang mendengar itu terkejut tentunya 'jadi selama ini Ilona itu Elista? dia juga sama kaya gue? apa di tubuh Monica itu Natasha? kalo iya gue seneng banget, ternyata gue ngga sendiri di dunia ini'
flashback off
helaan nafas terdengar dari fatin. sudah berapa kali ia menghela nafas memikirkan ucapan Ilona 'apakah ia harus mengaku pada Ilona bahwa ia juga bertransmigrasi? apakah Ilona akan percaya?'
terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga ia tidak menyadari ada seseorang yang telah duduk di sampingnya
Fatin membuka matanya menatap langit-langit yang mulai menggelap, saat ia tolehkan kepalanya ke sisi kanan ia terkejut karena seseorang yang tengah menatapnya dengan wajah datar
"eh monyet!" ucapnya yang terkejut
"bahasa lo" ucap sosok tersebut
Fatin memukul lengan sosok tersebut "ya Lo ngapain tiba-tiba di sini?! ngagetin tau ga?!" kesal fatin
sosok tersebut mengangkat bahunya "ga sengaja liat cewek cantik disini sendirian" ucap sosok tersebut siapa lagi kalau bukan Deon
"dih" jawab fatin
Deon menatap kembali fatin "ngapain?" tanyanya
"jual ayam" jawab fatin dengan asal
Deon terkekeh lalu mengusak rambut fatin yang membuat fatin kesal "berantakan anjir!" fatin kembali merapikan rambutnya
"gemes. kenapa gak bales chat gue?" - Deon
"males" lalu fatin bersandar kembali pada bangku taman yang ia dan Deon duduki
"luka lo udah sembuh?" tanyanya kembali
"belum lah gila! baru tadi pagi di tonjok yakali cepet banget sembuhnya" - Fatin
"sakit?" - Deon
"ngga! ih tolol, ya sakit lah ogeb!" kesalnya
Deon terkekeh melihat fatin yang kesal, sungguh menggemaskan wajah Fatin saat sedang dalam emosi
"sini gue liat" ucap Deon
entah darimana dirinya menuruti perkataan Deon, ia menegakkan tubuhnya lalu menghadap kearah deon
Deon melihat lebam biru keunguan yang ada di sudut bibir Fatin, tangannya ia kepalkan karena kesal atas apa yang dilakukan brison terhadap kekasihnya ini. walaupun ia sudah memberikan brison pelajaran itu tidak membuat nya puas, jika saja brison bukan temannya maka habis sudah brison di tangan deon
"deketan sini" perintah Deon
tubuh fatin bergerak mendekati Deon yang tengah menatapnya, fatin bingung dengan dirinya yang patuh saja saat di suruh
Deon menatap lebam Fatin lalu menatap mata Fatin "boleh gue obatin?" tanyanya
"hah? te-terserah Lo" jawab fatin dengan gugup
jarak mereka dekat membuat jantung fatin berdetak cepat
Deon mengikis jarak diantara mereka berdua, ia terus mendekatkan dirinya pada fatin. semakin dekat dan semakin terasa nafas hangat dari Deon, fatin memejamkan matanya
cup
kecupan singkat yang diberikan Deon pada Fatin tepat di lebam yang berada di sudut bibirnya
tunggu-tunggu... kecupan? apakah Deon baru saja mengecupnya? hah?!
Fatin langsung membuka matanya lebar-lebar, pertama kali yang ia lihat adalah Deon yang sedang tersenyum manis kearahnya
"anjing!" fatin mendorong deon agar menjauh darinya
"iihhh" Fatin mengusap-usap bekas kecupan deon
Deon yang melihat itu langsung menghentikan aktivitas Fatin dan menggenggam kedua tangan fatin
"ngapain di lap? itu kan obat dari gue" ucapnya dengan sangat santai
"obat pala Lo! itu namanya kesempatan dalam kesempitan!" kesal fatin, fatin berusaha melepaskan genggaman tangan deon
"lepas ih!" ucapnya yang terus menerus berusaha melepaskan cekalan nya
"diem atau gue cium lagi?" tanyanya yang membuat fatin kesal
Fatin diam namun tidak dengan hatinya yang menyumpah serapahi Deon
"good girl" ucapnya lalu mengusap pucuk rambut fatin
•
•
•
besok lebaran, minal aidzin walfaidzin ya🙏
maaf jika ada kekurangan dalam menulis dan alur yang tidak jelas ini hehe
ini muncul dari ideku sendiri jadi maklum lah yaa
btw kalian tim gamis shimmer bukan?😔
NEXT↓↓↓
KAMU SEDANG MEMBACA
Bestie Transmigrasi
Fiksi Remajasesuai judulnya "bestie transmigrasi" jadi cerita ini menceritakan tentang tiga gadis yang bersahabat sedari dulu, mereka memiliki sifat dan sikap yang berbeda-beda tentunya. dan suatu hari terjadinya kecelakaan yang menimpa pada mereka. akankah mer...
