Part 11

830 75 0
                                        

***

Seluruh siswa yang berada di sekitar Taehyung dan Minji ikut terlarut dalam ketegangan masing-masing. Semua orang yang berada di sana memang tak ada satupun yang tahu jika Hyehyun menyukai Taehyung. Mereka semua tak ada yang memperhatikan Hyehyun yang kini tengah menahan sepenuh jiwa air matanya agar tidak jatuh. Taehyung memutar bola matanya malas lalu melihat ke sekeliling. Dan ketika tatapannya terhenti pada Hyehyun, ia segera mengalihkannya lagi pada sisi yang lain. Hyehyun pun semakin menguatkan hatinya.

Namun, sepertinya nasib baik sedang tidak dalam genggaman Hyehyun. Taehyung menghembuskan napasnya kasar.

"Terserah." Ucap Taehyung singkat tanpa ekspresi yang berarti, ia tak ambil pusing.

Minji menghambur memeluk Taehyung. Seketika membuat hati Hyehyun terluka dan hancur. Sangat sakit dan perih, ia tak bisa menahan tangisnya lagi. Ia harus segera pergi sebelum Eunkyo menyadari kesedihannya.

Hyehyun meninggalkan tempatnya dengan berjuang membelah beberapa kerumunan siswa yang telah menjadi lautan manusia itu. Ketika ia berhasil keluar, ia segera berlari. Tetapi karena ia terburu-buru dan tak memperhatikan jalannya, ia akhirnya menabrak seseorang hingga dirinya terjatuh. Lagi-lagi ia menabrak Mark.

"Eoh, maaf, kau tak apa?" Tanya Mark pada Hyehyun.

Mark hendak membantu Hyehyun yang menunduk agar berdiri. Tapi, Hyehyun tak memperdulikannya dan kembali bangkit untuk berlari.

"That girl.." Ucap Mark pada dirinya sendiri. Ia melangkahkan kakinya dan tiba-tiba sepatunya menginjak sesuatu. Ia memperhatikan benda itu lalu mengambilnya.

"Nam Hyehyun? Ini pasti miliknya." Gumam Mark pelan sembari menggenggam name tag Hyehyun yang terjatuh. Ia pun segera berbalik untuk mencari Hyehyun.

***

Hyehyun terduduk di sebuah bangku taman sekolahnya. Ia menangis sejadi-jadinya di taman yang sepi itu. Hatinya terasa tersayat ribuan benda tajam dan membuat luka yang menganga lebar di sana. Baru kali ini ia merasa sangat tersakiti dan dipermainkan. Dari awal ia memang tau jika Taehyung hanya meminta bantuannya. Seharusnya ia tak berharap lebih dan lebih. Sampai akhirnya, ia lah orang yang tersakiti. Masih teringat jelas perlakuan Taehyung semalam padanya.

Flashback

"Kenapa kau menangis, heum?" Tanya Taehyung lembut.

Taehyung melepaskan pelukannya dan menangkup wajah cantik Hyehyun dengan kedua tangannya. Ia memperhatikan saksama wajah Hyehyun yang memerah entah karena menahan tangis atau apa. Ia menatap lekat pada mata sembab Hyehyun. Sang pemilik pun tertunduk malu karena Taehyung menatapnya terlalu dalam. Taehyung mendongakkan muka penuh air mata Hyehyun agar menatapnya. Perlahan, Taehyung menghapus air mata Hyehyun yang telah menganak sungai di sana. Ia menghapusnya dengan ibu jarinya perlahan.

"Kenapa kau menangis? Apakah aku berbuat salah? Jika iya, maafkan aku. Jangan menangis lagi, ya?" Lirih Taehyung pelan. Hyehyun yang masih sesenggukkan pun hanya bisa mengangguk.

"Jangan pergi." Ucap Hyehyun dengan suara yang memilukan.

Ia kembali meneteskan air matanya walaupun tak sederas tadi. Entah bagaimana bisa kata itu keluar begitu saja dari mulut mungil Hyehyun. Mungkin ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi, mungkin.

"Aku di sini, aku tak akan pergi."

Taehyung mendekatkan wajahnya lalu mengecup kening Hyehyun cukup lama. Menyalurkan seluruh kekuatan yang ia punya untuk Hyehyun agar gadis dihadapannya ini tak menangis lagi. Begitu juga Hyehyun, ia ikut menutup mata seperti yang Taehyung lakukan. Menempatkan dirinya pada perasaan senyaman mungkin atas perlakuan manis Taehyung padanya. Hal ini memang tak pernah terjadi sebelumnya, maka dari itu Hyehyun memilih diam dan menikmati momen romantis bersama pangerannya.

200% [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang