Part 18

899 69 0
                                        


Mark melangkah keluar dari kamar Hyehyun. Ia menutup pintu bercat putih itu perlahan. Mark menuruni tangga tanpa menyadari seseorang mengawasinya dari arah ruang tamu.

"Hyung!"

Mark menoleh. Ia menghampiri Taehyun yang sedang duduk menyilangkan kakinya di sofa. Mark mendudukkan diri di sofa depan Taehyun.

"Hyung siapanya Hyehyun noona?"

"Teman."

"Teman? Ah, pacar?"

"Bukan, hanya teman."

Mark menjawab setiap pertanyaan Taehyun dengan diiringi senyuman. Membuat Taehyun ikut tersenyum. Mark berpamitan pada Taehyun karena sudah malam, lelaki sipit itu mengiyakan.

"Setidaknya dia lebih baik daripada Taehyung hyung." Ucap Taehyun sambil memandang punggung berbalut kemeja kotak-kotak tersebut.

***

Taeyeon membuka pintu kamar adiknya tanpa mengetuk terlebih dahulu. Ia menghampiri Taehyung yang berdiri membelakanginya. Taeyeon mengambil duduk di pinggiran jendela kamar tersebut, ikut menikmati pemandangan di luar sana.

"Ada apa, noona?"

Taeyeon mendecih. Ia baru ingat jika adiknya ini tidak suka berbasa-basi. Taehyung mengabaikan tatapan aneh kakaknya. Ia memilih untuk meminum sisa cairan di kaleng dalam genggamannya.

"Apa kau ingat, saat aku menyuruhmu agar tidak mempermainkan Hyehyun?"

Aktivitas Taehyung mendadak berhenti saat mendengar nama itu.

"Lalu?"

"Lalu jawablah yang benar! Iya atau tidak!" Bentak Taeyeon tak sabar.

"Iya, aku ingat." Jawab Taehyung singkat dan jujur karena ia memang masih mengingatnya.

"Kau tau kenapa?" Tanya Taeyeon lagi.

Taehyung membuang napas beratnya. Jika saja Taeyeon bukan noona-nya, mungkin ia sudah menghajar wanita cantik tersebut. Meskipun kakaknya ini menyebalkan, ia tetap menuruti apa maunya. Bukankah ia adik yang baik?

"Kenapa?"

"Karena dia adik sahabatku. Tapi kau malah mempermainkan bukan, kau bahkan menyakiti, menghancurkan hatinya yang tulus untukmu dengan menerima gadis tak jelas itu, bodoh!" Tutur Taeyeon cepat.

Taehyung diam. Ia meremas kaleng tak berisi itu sampai tak berbentuk. Taeyeon tersenyum licik, ia tau apa yang adiknya rasakan.

"Aku tau apabila dulu itu hanya berpura-pura saja agar kau tak dijodohkan dengan Han Ahreum, kan? Aku kecewa ketika mendengar kau berhubungan dengan gadis itu dan meninggalkan Hyehyun. Apakah kau tau? Kau hanya dimanfaatkan gadis itu untuk membalas dendamnya pada Hyehyun. Apakah kau tau itu?"

"Tau."

Taeyeon memandang Taehyung kesal. Ia sudah mengomel panjang lebar, namun hanya mendapat jawaban singkat adiknya. Taeyeon benar-benar tak habis pikir atas tingkah tak jelas Taehyung.

"Lalu kenapa kau menerima Minji, huh? Kau tau Hyehyun menyukaimu dari dulu, kan?"

"Aku tau, karena itulah aku menerima Minji. Aku hanya tak ingin menyakitinya jika dia terus menyukaiku."

"Bodoh, kau mencintainya, kan?" Lanjut Taeyeon.

Taehyung membisu, ia tak berani menatap mata kakaknya.

200% [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang