Part 9

928 67 0
                                        

"Bagaimana? Apa kau menjalankan tugasmu dengan baik? Kuharap tidak ada yang mengetahui identitasmu yang sebenarnya."

Woohyun mendongak dan mengangguk pada orang berbadan lebih besar darinya.

"Iya, misi ini akan segera selesai. Seperti target anda, komandan. Dan untuk identitas ini, saya telah terlanjur memberitahukan kepada dua adik saya. Saya yakin, mereka dapat dipercaya." Ucap Woohyun tegas.

Pria berseragam polisi yang dipenuhi berbagai macam lencana pada bagian atas saku kanannya itu tersenyum penuh arti pada Woohyun. Ia menepuk pelan bahu Woohyun dan terkekeh pelan.

"Kau memang agen yang handal. Jangan sampai kedua adikmu itu mengacaukan misi penting ini."

Woohyun kembali tersenyum atas pujian atasannya itu.

***

Taehyung masih menunggu Hyehyun di ruang tamu. Karena ia sudah bosan dengan majalah yang dibaca dan minuman yang disuguhkan juga telah habis. Ia mendengus lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh permukaaan ruang tersebut. Tatapan matanya terhenti pada sebuah foto keluarga Hyehyun. Ia menatap lekat pada pria yang berdiri di samping Hyehyun dalam foto tersebut. Ia masih mencoba mengingat siapa pria itu karena ia merasa pernah melihatnya bahkan bertemu dengannya.

Hyehyun sudah rapi dengan dress berwarna soft blue yang dipadukan blazer putih agar terkesan formal dengan heels senada. Ia berdiri di belakang Taehyung dan ikut memperhatikan foto pria tinggi di depannya. Ia mengikuti arah pandang Taehyung yang sedang menatap foto keluarganya.

"Ah! Ada foto oppa disana! Auh, bagaimana ini?!!" Pikir Hyehyun.

Bagaimana jika Taehyung tau, siapa sebenarnya pria itu. Hyehyun pun panik dan segera mengalihkan perhatian Taehyung.

"Taehyung." Panggil Hyehyun. Sekejap, Taehyung langsung menoleh dan mendapati Hyehyun yang sedang tersenyum kikuk.

"Ayo." Ujar Taehyung tanpa mempermasalahkan foto pria yang tengah tersenyum itu lagi. Ia tak pernah ambil pusing dalam segala hal.

Mereka keluar dari rumah besar milik keluarga Nam. Taehyung memasuki mobil sport white metalic miliknya. Hyehyun pun hanya bisa mengekor di belakangnya lalu ikut masuk dalam mobil yang bisa dibilang mahal itu.

***

"Kai, apakah Hyehyun sudah kau beritahu tentang kita?"

Kai menoleh pada gadis yang berjalan di sampingnya. Kai tersenyum dan menggeleng. Eunkyo hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lucu. Karena gemas, Kai mengacak pelan rambut kekasihnya itu.

"Sebaiknya kau segera memberitahukan tentang kita. Jika tidak, bagaimana jika ia tak mau berteman denganku? Lagipula, kenapa dia pulang lebih dulu. Ck." Lanjut Eunkyo. Lagi-lagi Kai terkekeh.

Mereka pun kembali melangkahkan kaki mereka menyusuri taman sepanjang sungai han yang pastinya sangat indah.

***

Suasana dalam mobil sangat hening. Hyehyun memang tak suka jika dalam keadaan sepi senyap seperti sekarang ini. Tapi terkadang, ia juga tak suka keramaian. Ia melirik pada Taehyung yang masih fokus menyetir. Ia tak ingin mengganggu konsentrasinya, tapi ia tak nyaman dalam keadaan canggung seperti ini.

Sebenarnya, ia ingin sekali bertanya. Namun, ia kembali mengurungkan niatnya ketika Taehyung menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran mahal yang sepertinya baru di buka.

Setelah mengambil jasnya, Taehyung keluar dari mobilnya tanpa sepatah kata pun. Ia menghampiri pintu yang terdapat Hyehyun didalamnya, lalu membukanya. Karena terkejut, Hyehyun terdiam.

200% [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang