***
Eunkyo masih mengedip-ngedipkan matanya. Terkejut? Pasti. Ekspresinya sama seperti Mark ketika Hyehyun memberitahukannya. Eunkyo menatap geram pada Taehyung yang kini duduk bersama seorang gadis yang ia yakini adalah Jung Minji. Gadis yang menurut Eunkyo tak tau malu karna menyatakan perasaannya di depan umum.
"Pantas saja saat itu-ah, aku harus memberikannya pelajaran." Geram Eunkyo.
Ia hendak berdiri namun tangan Hyehyun menahannya. Membuatnya kembali terduduk dengan wajah menahan amarahnya.
"Apa? Kau mau memberikannya pelajaran apa? Matematika? Sudahlah, aku tak apa." Ucap Hyehyun sembari terkekeh.
"Ck, kenapa kau tak bercerita dari kemarin-kemarin? Membuatku khawatir saja." Sungut Eunkyo. Hyehyun hanya tersenyum simpul.
"Hey, girls!"
Kedua makhluk cantik itu mendongak. Mata mereka membulat melihat Mark yang berdiri dengan gagahnya menggunakan seragam pelayan. Tunggu, Mark bekerja di sini?
"Kau bekerja di sini, Mark?" Tanya Eunkyo.
"Begitulah, aku butuh uang jajan tambahan, tau!" Katanya tanpa beban.
"Huh? Aku tau orang tuamu tak di Korea. Tapi, kenapa kau bekerja disini? Apakah mereka tau?" Hyehyun ikut bertanya.
"Tentu saja, mereka yang menyuruhku bekerja di sini. Café ini milik pamanku. Jadi, ibu menyuruhku bekerja di sini untuk mengisi waktu luangku." Jelasnya. Ia tertawa ringan.
"Oh! Aku sudah tau bagaimana cara mengatasi masalahmu, Hyun." Sambung Mark.
Hyehyun dan Eunkyo menatap Mark dengan tatapan menyelidik. Mark tersenyum penuh arti.
"Mudah saja lupakan dia. Lupakan Kim Taehyung." Ujarnya lagi.
Hyehyun terpaku. Ia menjatuhkan pandangannya di gelas macchiato-nya. Eunkyo yang melihat hal itu segera menyenggol lengan Mark pelan.
"Kenapa? Ap-"
Seseorang memanggil Mark ketika mereka bertiga sedang asyik mengobrol. Mark pun segera masuk ke dalam untuk mengantar pesanan.
"Kau pasti bisa." Ucap Eunkyo menyemangati. Hyehyun kembali menampakkan senyum manisnya.
Hyehyun dan Eunkyo mengamati cara bekerja Mark. Ia tersenyum pada siapa saja, membuat cafè ini semakin ramai karna para gadis yang mengagumi senyum tulusnya itu.
***
Taehyung menatap kosong pada secangkir kopi dihadapannya. Ia tak memperdulikan Minji yang sedang sibuk membaca majalah fashion. Sesekali ia menunjukkan baju yang menurutnya bagus. Namun, Taehyung hanya menjawabnya dengan deheman. Tanpa menatapnya. Minji pun mulai kesal.
"Taehyungie!"
Taehyung hanya menatap malas tanpa mengeluarkan suara beratnya. Panggilan Minji tak dihiraukannya. Ia pun memilih untuk pergi ke toilet meninggalkan Minji yang masih kesal.
***
"Ehm, tadi itu noona-ku."
Minsoo menoleh. Ia tertawa ringan. Taehyun ikut tertawa kecil karenanya.
"Kenapa tertawa?"
Pertanyaan Taehyun menghentikan tawa renyah Minsoo. Gadis itu beralih menatap lelaki bermata sipit ini.
"Tidak, kalian kakak-beradik yang lucu. Bahkan sangat serasi." Ujar Minsoo kembali terkekeh.
"Hyehyun noona memang terlihat seumuran denganku. Tidak, ibu bilang dia bahkan lebih muda dariku." Ucap Taehyun sambil memajukan bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
200% [COMPLETED]
Fanfiction"Tak ada kata lelah untuk menunggumu." -Hyehyun "Terserah, jika itu maumu." -Taehyung
![200% [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/43356367-64-k832173.jpg)