"Ngapain lo kesini Ray?" tanya Claire sambil menghampiri pemuda berkacamata itu.
Melihat Claire, Ray langsung membungkukkan badan diikuti oleh dua pria berbadan besar di belakangnya.
Claire menatap Ray bingung, merasa tidak membutuhkan kehadiran pemuda itu saat ini.
"Maaf, Miss Claire. Saya mendapat info bahwa anda berada dalam masalah dari salah satu teman anda" jawab Ray.
"Saya hanya khawatir." lanjut Ray sambil menundukan kepalanya dengan hormat.
Sejenak Claire tampak mengerutkan alisnya namun tetap mengangguk.
Alasan yang masuk akal mengingat teman-teman Claire mempunyai kontak Ray. Mereka pasti khawatir dan bergegas menghubungi orang kepercayaannya itu.
"Terus dua orang ini siapa?" tanya Claire.
Ray menegakan badannya dan menjawab, "Saya langsung mencari pengawal untuk berjaga-jaga bila anda terlibat dalam perkelahian"
Mendengar jawaban itu, Claire bertatapan dengan Nate lalu mengangguk samar. Mengisyaratkan kalau dia mempercayai ucapan Ray.
Nate sendiri hanya terdiam. Meskipun ucapan Ray dapat dipercaya, namun nalurinya berkata untuk tidak mempercayai begitu saja.
Apalagi saat melihat bagaimana Ray menatap Claire, Nate merasa ada sesuatu dalam pandangan itu yang dia sendiri tidak tahu artinya apa.
Ponsel Nate tiba-tiba berdering. Randy tengah menghubunginya.
Pria itu kemudian menatap Claire, "We have to go now"
Claire mengangguk dan mulai melangkah pergi.
Dia berjalan bersama Nate yang tengah merengkuh pinggang Claire dengan posesif. Apalagi setelah pria itu melihat kemunculan Ray.
Ting!
Kali ini ponsel Claire yang berdenting. Menghela nafas, Claire melirik pesan itu.
'Non Claire, saya dapat info kalau Pak Matt langsung telfon seseorang dan marah-marah setelah Mas Nate dan teman-temannya pergi' - Minah.
Matt. Lagi-lagi Matt. Sepertinya memang ada yang disembunyikan. Claire harus mencari tahu hal apa itu.
Claire tersenyum tipis. Dia lalu mengetikan sesuatu.
'Thanks a lot, Mba Minah' - Claire.
Claire sendiri merasa sangat terbantu dengan informasi yang diberikan oleh Minah. Bila semua urusan dia sudah selesai disini, Claire pasti akan memperkerjakan penjaga toilet itu untuknya.
Tiba di salah satu ruangan yang berada di ujung lorong, Claire dan Nate berhenti melangkah. Claire menghela nafas dan menggosokan tangan di lengannya. Merasa kedinginan.
Tanpa adanya minuman yang dia minum hari ini, tubuhnya tidak menghangat dan dia baru menyadari AC di Club ini sangat dingin. Ditambah lagi semua tekanan mental yang dihadapi Claire hari ini.
Nate yang melihat hal itu langsung melepas jaket hitamnya dan memakaikannya kepada Claire.
Claire tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam ruangan yang merupakan salah satu ruangan karaoke. Ruangan itu cukup besar dengan 4 sofa di dalamnya.
Di dalam ruangan sudah ada Randy, Luke dan juga Matt. Ketiganya tengah minum sambil mengobrol.
Mengingat perkelahian Claire dengan Matt tadi, ternyata Randy sudah berhasil mencairkan suasana menjadi lebih santai.
Saat melihat Claire masuk ke ruangan, badan Matt terlihat menegang. Apalagi saat dia melihat dua orang pria berbadan besar dan satu pemuda yang tidak dikenalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Claire & Nate
Romantik[Mature Content. 21+] [Published setiap hari Selasa & Jumat jam 19.00] Claire menangkap pergelangan tangan pria yang hendak menyentuhnya itu. "Jangan coba-coba sentuh gue." ucap Claire dingin lalu menghempaskan tangan pria itu dengan kasar. Pria...
