Happy reading ya guys, oh ya nanti aku bakalan keluarin cerita terbaru judulnya "Best Friend In Love" , BFIL gak ada hubungannya kok sama cerita Friendzone with Niall , jadi nanti kalau ada waktu luang tolong dibaca ya cerita See BFIL, cerita itu cerita kedua aku. Thx ya.
Happy Reading-----
Caroline POV.
Saat aku sudah masuk kelas dan mempersiapkan bukuku aku merasa seperti ada yang kurang, dan aku baru ingat yang aku lupakan adalah pulpenku. Saat aku sedang mencarinya tiba tiba Harry datang menghampiriku, kami memang satu kelas di bidang ini dan akupun baru tahu hari ini kalau kami satu kelas.
"Kau sedang mencari apa ?" Tanya Harry.
"Aku sedang mencari-" kata kataku terputus karena aku mendengar orang memanggil namaku.
"Caroline, kamu meninggalkan pulpenmu di kelas tadi" teriak Fero.
"Oh iya, thx ya Fero" jaeabku dengan tersenyum singkat tapi penuh ketulusan. Eaaa...
"Yaudah aku ke kelas aku dulu ya bye" kata Fero sambil keluar kelas dan melambaikan tanganya ke arahku dan Harry.
"Hati hati Fero" jawabku sambil membalas lambaian tangan dari Fero.
"Itu Siapa?" Tanya Harry.
"Owh itu, itu sahabat terbaik aku hahaha, dia sudah temenan sama aku 8 tahun" jawabku sambil tersenyum.
"Owh" kata harry dengan sedikit tersenyum aneh.
"Jadi yang kamu cari itu pena kamu?" Tanya Harry.
"Yap" jawabku sambil mengangkat jari jempol kananku.
"Kamu pulang ini mau kemana?" Tanya Harry.
"Aku pulang ini mau dinner sama Niall, memangnya kenapa?" Jawabku polos.
"Eh, gak papa kok cuma nanya aja" jawab harry sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.
Setelah semua pelajaran selesai rencana nya aku mau pulang bareng Niall, tapi Niall ada urusan sama keluarganya, katanyasih dia mau ikutan audisi nyanyi gitu. So aku pasti dukung dia. Tiba tiba harry datang.
"Kamu belum pulang?" Tanya harry.
"Ya" jawabku singkat.
"Kamu gak pulang sama Niall?" Tanya harry.
"Gak, katanya Niall ada urusan keluarga" jawabku sambil melambaikan tangan ke arah taksi.
"Ehh, mau kemana, sini aku antar aja" kata harry sambil menarik tangganku.
"Maaf ya sir" teriakku pasa supir taksi itu.
"It's OK mis" jawab supir taksi itu lalu tersenyum dan pergi.
Saat di mobil Harry aku dan Harry cuma diem aja dan suasana pun jadi sangat hening. Kalau aku diem karena aku gak mau ganggu orang yang lagi fokus menyetir.
"Kamu gak jadi dinner sama Niall?"
Dan harry pun memecahkan keheningan antara kami.
"Gak jadi" jawabku agak sedih.
"Kalau begitu kita masak aja di rumah kamu" jawab harry dengan sangat antusias.
"OK , tapi kita mau masak apa?" Tanyaku.
"Gimana kalau kita masak beef lasagna" jawab harry.
"OK" jawabku tersenyum.
Dan kamipun sudah sampai di rumah.
Hai guys, maaf ceritanya agak aneh tapi kayaknya chapter ini cuma cerita Caroline dan Harry, mungkin cerita selanjutnya lebih fokus ke Caroline dan Niall, sorry ya.
Jangan Lupa Vote and Comment ya jangan cuma di Read aja ☺ :) :) :)
Jantan lupa ajak temennya baca cerita ini juga.
Dan sorry ya kalau setiap chapter itu dikit banget ceritanya.
Aku bakalan lanjutin kalau votenya sudah 45+ ok
THX GUYS.
-Mrs.Styles and Mrs.Horan
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone with (Niall) one direction
Hayran KurguCerita tentang aku dan Niall, tentang persahabatan kami yang rumit dan tentang seluruh anggota one direction... 🖤------------------------------------------------------------🖤 Apakah kami akan bertahan , atau kami akan selesaikan sampai disini ? Me...
