bertemu penyihir kelas 2

915 82 1
                                        

Selamat membaca 😁

"Apa kalian mengikuti ku sampai sini?"tanya haru dengan berjalan ke tepian sungai dan baju haru basah hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya. Andras dan kevin dengan cepat berbalik badan agar tidak melihat bentuk tubuh haru. Tentu itu membuat haru heran dengan mereka berdua ia pun menatap Alice dan Eza yang menggelengkan kepala bahwa mereka tidak tau apa-apa.

Muncul dua bola api yang mengelilingi haru membuat pakaiannya seketika kering. Haru menatap Alice.

"Alice,kau tadi merasakannya bukan?"tanya haru. Hal itu membuat ketiga pria menatap haru bingung.

"Tentu saja,aku merasakannya,tapi.....bukanlah itu sangat berbahaya jika dia ketahuan keluar dari situ?"tanya balik Alice membuat haru menganggukkan kepala.

"Benar juga,apa kita bunuh dia saja agar tidak membahayakan orang lain?"balas haru membuat Alice membelalakkan matanya terkejut.

"Jangan bercanda....kita tidak mungkin bisa mengalahkan dirinya"ucap Alice membuat haru tersenyum miring dan tiba-tiba muncul perisai sihir yang begitu transparan di hadapan haru.

"Kenapa kau memunculkan perisai setipis dan tak berguna ini?"tanya Alice membuat haru memunculkan tongkat sihir lalu mengarahkannya ke samping dan muncul pola sihir berbentuk bintang.

"Zoltraak"

Derrrr

Zoltraak itu mengelilingi mereka lalu mengarah pada haru yang di hadapannya ada perisai setipis kertas namun tembus pandang.

Duarrrrr

Perisai itu berhasil menghalau zoltraak dengan sempurna tanpa celah dan itu membuat mereka berempat terkejut melihat itu.

"Ba..bagaimana mungkin? Itu mustahil."ucap Alice pada haru. Haru menghilangkan perisai itu lalu memasukkan kembali tongkat sihirnya.

"Alice,kau tau zoltraak terbuat dari apa?"Alice menggelengkan kepala.

"Zoltraak terbuat dari sihir kegelapan yang di kombinasikan dengan sihir kematian. Hal tersebutlah yang membuat zoltraak menjadi sihir pembunuh manusia pada era peperangan. Dan perisai tadi adalah perisai sihir yang terbuat dari sihir alam dan sihir cahaya, maka-nya zoltraak berhasil di halau dengan mudah."jelas haru membuat mereka melongo mendengar perkataan haru yang sungguh tidak masuk akal.

"Setelah ini kita akan pergi kemana?"tanya haru pada Kevin yang sedang melamun dan Kevin tersadar saat haru bertanya.

"Kita akan pergi ke wilayah Temeria lebih tepatnya ke kerajaan parxey untuk meminta izin sekaligus membuat sertifikat penyihir mu."jawab Kevin membuat haru menganggukkan kepala.

Haru baru ingat jika untuk pergi jauh atau berpetualang bersama grup seperti ini harus membutuhkan sertifikat penyihir agar terbebas dari aib para penyihir.

"Berapa lama kita akan sampai di sana jika berjalan kaki?"tanya haru.

"Mungkin membutuhkan beberapa Minggu untuk tiba di sana,kenapa?"tanya balik Kevin membuat haru mengalihkan pandangan.

"Hanya bertanya."ucap haru membuat Kevin tersenyum lalu berjalan pergi. Segera Eza,Alice,dan andras mengikuti Kevin. Haru masih berdiam diri dengan menoleh pada air terjun itu sambil tersenyum sendu lalu menyusul mereka yang sudah berjalan duluan.

Di perjalanan menuju wilayah Temeria Kevin selalu membuat lelucon agar perjalanan mereka tidak canggung. Lelucon Kevin lakuakn selalu membuat Eza,Alice,dan andras walau hanya tersenyum membuat suasana menjadi lebih baik kecuali haru yang terus memasang wajah datar nan dingin.

Deg...

Haru berhenti berjalan dan menoleh kebelakang bersamaan dengan tongkat sihir haru muncul. Hal tersebut membuat mereka berempat langsung waspada terhadap sekitar.

"Aku benci dengan aura keberadaan ini."gumam haru yang terdengar oleh mereka berempat. Tiba-tiba sebuah beam petir mengarah pada mereka seketika haru menciptakan perisai sihir yang terbuat dari tanah.

Duarrr

"Wah..wah...wah lihat siapa yang berani menghalau serangan ku ini?"tanya seseorang membuat mereka berlima menoleh dan melihat seorang wanita cantik dengan pakaian penyihir yang mengenakan topi penyihirnya. Wanita tersebut memiliki tongkat sihir kelas tinggi dan penyihir kelas-2.

Tingkatan/kelas penyihir itu ada 5,yaitu:
1. Penyihir kelas satu->penyihir tingkat tinggi
2. Penyihir kelas dua->penyihir tingkat menengah
3. Penyihir kelas tiga->penyihir tingkat rendah
4. Penyihir kelas empat->penyihir biasa
5. Penyihir kelas lima->penyihir pemula.

"Penyihir kelas dua."gumam Alice membuat haru tersenyum dengan niat tersembunyi.

"Serangan tingkat tinggi sangat berbahaya bagi penyihir tingkat empat."ucap haru pada penyihir itu yang menyeringai lebar.

(Penyihir kelas dua,nama: Violetta RusitaTB:174 cm, BB:62 kg

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


(Penyihir kelas dua,nama: Violetta Rusita
TB:174 cm, BB:62 kg. Seorang penyihir tanah dan tumbuhan)

"Violetta Rusita anak dari duke Rusita."ucap andras yang kenal dengan Violetta Rusita yang terkenal sebagai penyihir yang berbakat dalam sihir elemen. Violetta Rusita anak dari duke Rusita yang terkenal akan kekuatannya dalam berperang dan sihir. Duke Rusita juga di kenal sebagai seorang yang dermawan dan juga duke Rusita sering mendonasikan uang ke panti asuhan dan rakyat biasa.

"Kau mengenal ayahku?"tanya Violetta dengan menatap andras penuh minat yang tertera di kedua matanya saat melihat ke andras. Haru yang melihat mendengus dingin.

"Siapa yang tidak kenal dengan duke Rusita yang terkenal akan kebaikannya dalam membantu seseorang."balas andras dengan menatap Violetta datar nan dingin.

"Aku butuh alasan kenapa kau menyerang kita?"tanya haru pada Violetta yang menoleh pada haru dingin berbeda dengan andras yang hangat.

"Hanya iseng."jawab Violetta enteng membuat haru memegang erat tongkat sihirnya. Alice yang melihat itu segera mengelus punggung haru dengan berkata sabar.

"Inilah alasan kenapa aku membenci para bangsawan yang tak tau diri seperti dia."gumam haru pada Alice. Violetta yang tak sengaja mendengar itu menatap penyihir elf itu tajam. Di mata Violetta penyihir itu sangat lemah karena memiliki daya sihir yang begitu kecil.

"Kau....

To be continued....

This is the path I chose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang