Hari yang ditunggu-tunggu

1.4K 46 0
                                        

Sesampainya digerbang Kartanegara dan sudah diizinkan oleh satpam arapun masuk kedalam halaman depan Kartanegara dengan memarkirkan mobilnya.

( Oke Tiara kamu ga boleh nervous, ingat kamu harus semaksimal mungkin kerja hari ini) Ucap ara dalam hatinya.

arapun turun dari mobil dan berjalan ke dalam tapi tiba-tiba ara tak sengaja menabrak seseorang laki-laki yang berbadan tegap,gagah dan menggunakan pakaian seragam PDH
“ a-aduh maaf pak, saya ga sengaja ” ucap ara.
“ makanya kalau jalan tu pakai mata dan liat kedepan bukan liat kebawah ” ucap sosok laki-laki berbadan tegap yang pergi begitu saja.
“ dih apaan sih, orang ga sengaja juga lagian sewot banget jadi orang heran dah ” ucap tiara yang sambil menggerutu karena laki-laki tersebut.
“ Selamat pagi,Bu tiarakan ya?” ucap pak Rizky.
“ selamat pagi pak, benar saya Tiara ” ucap ara.
“ perkenalkan saya sekpri pak Prabowo ” ucap pak Rizky yang sambil menjabat tangannya ara.
“ saya Tiara, biasa dipanggil ara. Salam kenal pak Rizky ” ucap ara.
“ oke Ara, kamu gausah panggil saya pak. Panggil saja saya mas atau apapun itu, Oia disini kita semua sudah seperti keluarga jadi jangan sungkan untuk bertanya ” ucap mas Rizky.
“ disini juga ada temen- temen yang lain yang bakal ngebantu kamu dan nemenin kamu” ucap mas Rizky
“ baik pak terimakasih sebelumnya, e-eh maksudnya mas Rizky ” ucap ara
“ baiklah kalau begitu mari saya antarkan Ara ke ruangan bapak, karena sudah ditunggu bapak dari tadi ” ucap mas Rizky.
“ mari mas” ucap ara yang mengikuti mas Rizky ke ruangan pak Prabowo.

Tok.. tok.. (suara ketukan pintu)
“ Pagi pak, ini sekpri bapak yang baru sudah hadir ” ucap mas Rizky yang meninggalkan Ara di ruangan pak prabowo.
“ oh ya.. , saya sudah menunggunya dari tadi ” ucap pak Prabowo.
“ selamat pagi pak, perkenalkan saya Tiarah Khanza Syahputri.biasa saya dipanggil ara ” ucap ara.
“ selamat pagi juga Ara,senang bertemu dengan Ara. Kalau boleh tau kegiatan sehari-hari Ara dulu apa ya? ”ucap pak Prabowo.
“ kegiatan saya menjadi psikolog pak, dan kebetulan saya juga punya biro ” ucap ara.
“ waahh.. bagus sekali, lantas kenapa kamu mau menjadi sekpri saya? ” ucap pak Prabowo.
“ karena salah satu impian saya untuk terjun di dunia politik dan juga di kementrian. tapi dihalang sama papa saya pak,maka dari itu ketika ada lowongan menjadi sekpri bapak saya memutuskan untuk melamar dan Alhamdulillah saya lolos ” ucap ara.
“ saya suka dengan tekad kamu untuk mewujudkan impian kamu,walau kamu sudah memiliki biro dan psikolog tapi kamu mau menjadi sekpri saya ” ucap pak Prabowo yang sambil menepuk tangan kepada Ara

Tok.. tok.. (suara ketukan pintu dari luar ruangan pak Prabowo)

“ eh Tedy, apa kamu sudah berkenalan dengan sekpri baru kita? ” ucap pak Prabowo.
“ belum pak ” ucap sosok pria itu yang bernama Teddy ternyata.
“ kenalanlah dulu kalian ” ucap pak Prabowo.
“ perkenalkan saya Teddy ” ucap Teddy yang menjabat tangan Tiara dengan muka ketusnya.
“ saya Tiara, bapak bisa panggil saya Ara ” ucap ara.
“ Ara.. Teddy ini adalah ajudan saya dan kamu akan sering berkomunikasi dengan Teddy untuk menanyakan jadwal saya, jadi saya harap kalian bisa lebih saling mengenal ya” ucap pak Prabowo.
“ Teddy tolong bantuin Ara ya dan bimbing dia ” ucap pak Prabowo.
“ baik pak ” ucap Teddy.
“ Teddy tolong bawa nak Ara untuk berkeliling di Kartanegara ini dan kenalkan dia ke yang lain ya ” ucap pak Prabowo.
“ baik pak, mari Ara saya antarkan kamu keliling seisi Kartanegara dan saya kenalkan dengan yang lain ” ucap Teddy yang pergi begitu saja meninggalkan Ara.
“ e-eh tunggu saya pak Teddy, pak Prabowo saya izin keluar ya ” ucap ara sambil berlari mengikuti pak Teddy.
“ pak tungguin saya dong, niat bantuin saya ga si ” ucap ara sambil menggerutu dan tak sadar ternyata pak Teddy berhenti dadakan, ya benar Ara nabrak pak Teddy untuk kedua x nya tapi kali ini Ara menabrak punggungnya pak Teddy.
“ kamu tuh hobi banget ya nabrak-nabrakin orang” ucap pak Teddy.
“ saya hobi nabrak? Orang bapak yang berhenti dadakan gini, coba kalau bapak ga berhenti dadakan saya ga mungkin nabrak bapak. sakit tau muka saya ” ucap ara yang sambil mengusap wajahnya karena kesakitan.
“ udah salah ngomel pula lagi, jalan disamping saya atau saya tinggalin ” ucap pak teddy yang dengan wajah ketus.
“ eh iya-iya tunggu saya dong pak ” ucap ara.
( Ngeselin banget si ni orang udah dia yang salah sewot pulak lagi) Ucap ara dalam hatinya.

Sampailah mereka kehalaman belakang Kartanegara yang dimana disitu adalah basecamp ajudan dan sekpri pak Prabowo.

“ wahh cantik banget neng, kenalin saya deril ” ucap Deril
“ wahhh cantik bangett, kenalin aku rajif ” ucap rajif
“ perkenalkan saya agung ” ucap agung
( Mereka bertigapun mengkrubungi Ara)
“ hahaha.. terimakasih atas pujiannya, perkenalkan saya Tiara bisa panggil saya Ara saja. Dan senang bertemu dengan kalian ” ucap ara dengan tersenyum.

Yaa.. Teddy pergi meninggalkan Ara begitu saja tanpa sepotong kata apapun itu .

“ dih.. ngeselin banget tu orang main pergi aja ” ucap ara yang ternyata kedengeran sama semua orang.
“ kenapa kamu kaya kesel gitu dengan pak Teddy? ” ucap rajif.
“ entahlah dari saya datang sampai sekarang ngeselin banget tu orang (arapun menceritakan hal yang terjadi saat awal dia ga sengaja nabrak Teddy sampai menabrak Teddy lagi) gitu deh ceritanya ” ucap ara.
“ pak Teddy emang gitu kalau sama orang baru ra jadi gausah dimasukin ke hati ya ” ucap agung.
“ tapi pak Teddy orangnya baik kok Ra,mungkin pak Teddy sulit berinteraksi dengan perempuan karena disinikan laki-laki semua ” ucap rajif.

(Mas Rizky datang dan memanggil Ara)
“ Ara kamu dipanggil pak Teddy keruangannya ya ” ucap mas Rizky.
“ ada apa lagi ya mas? ” ucap ara.
“ pak Teddy mau membagikan jadwal kampanye bapak kepada kamu Ra ” ucap mas Rizky.
“ oke mas, saya segera kesana ” ucap ara.

(Arapun pergi keruangan pak Teddy)

Psikolog & Ajudan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang