Disisi lain tepatnya di mension, joong dengan emosi pulang kerumah sambil membuang apapun yang dilihatnya di mension itu.
"DASAR TIDAK BERGUNA KALIAN MENGEJAR ORANG YANG SEDANG HAMIL SAJA KALIAN TIDAK BISA,HA"Joong
"Maaf boss"
"Kenapa bisa dunk mengenal orang itu perasaan dunk tidak mempunyai teman seperti dia"Joong
"Kamu tolong ambil laptop khusus buat mantau cctv di mension ini"Joong
"Baik boss"
--------
"Jadi bibi yang mengkhianatiku"Joong
"Maaf tuan saya"bibi
"Mengapa bi,saya sudah sangat percaya dan bahkan menganggap bibi keluarga sendiri karena bibi udah kerja disini sebelum saya lahir tapi apa yang bibi buat"Joong
"Sekali lagi saya minta maaf tuan saya hanya ingin menolong nong dunk saja maaf tuan"bibi
"Bi jika bukan karena saya sudah menggangap bibi sebagai keluarga mungkin saya sudah membunuh bibi tapi saya tidak bisa melakukannya jadi saya hanya akan memecat bibi"Joong
"Iya tuan tidak apa-apa saya terima karena itu memang kesalahan saya tuan"bibi
Selama beberapa bulan Joong terus saja mabuk dan sering pergi ke club tapi hanya untuk minum saja karena Joong tidak bisa melakukannya dengan siapapun kecuali dengan dunk.
"Akhhh kamu dimana dunk jangan sampai aku bertemu dengan kamu maka mati kamu"joong
"Boss memanggil saya?"
"Cari dunk sampai ketemu jika tidak ketemu jangan pulang"Joong
"Baik Boss"
"Kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku dunk"senyum Joong
Hampir dua tahun Joong tidak mempedulikan kantornya hingga sekretarisnya memohon agar Joong tidak membuat perusahaannya bangkrut.
Sebenarnya Joong memiliki lima perusahaan dan satu club besar yang biasa dia datang itu adalah clubnya sendiri jadi walaupun Joong tidak kerja selama beberapa tahun pun tidak akan bangkrut.
Tapi sekretaris Joong tidak ingin Joong menyerah dengan perusahaan yang sudah dibangun oleh dirinya sendiri dengan orang tuanya sehingga sekretaris itu memohon untuk tidak mengabaikan perusahannya.
"Aku tidak mau aku mau cari dunk"Joong
"Saya mohon tuan jika tuan terus-menerus seperti ini apakah tuan tidak takut perusahaan yang dibangun oleh tuan dan papa tuan akan berakhir dengan sia-sia"
"Kamu berani sekali bicara seperti itu kepada saya"Joong
"Maaf tuan tapi saya sudah hampir empat puluh tahun kerja di perusahaan dari jadi sekretaris papanya tuan sampai sekarang saya menjadi sekretaris tuan jadi saya"
"Udah cukup saya mengerti"joong
"Baik tuan"
Setiap hari Joong merindukan dunk dan juga sekaligus membencinya bahkan setiap dia masuk ke kamar dia tidak mendapati dunk yang sudah berdiri di depan pintu sambil bilang bahwa air hangatnya sudah siap dan tinggal mandi.
Rasanya Joong sangat tersiksa dengan semua ini mengapa setiap sisi rumah terdapat kenangan dunk.
Dari membuka pintu yang biasa ketika Joong pulang larut malam pasti dia akan melihat dunk yang tertidur di sofa menunggunya pulang tapi malam ini Joong pulang larut malam dan membuka pintu tapi tidak ada siapapun di sofa bahkan terasa mension yang besar itu sangat sepi.
Dan Joong baru merasakan bahwa kehilangan dunk didalam hidupnya sangat membuatnya merasa hampir gila karena dia kangen sama dunk sangat kangen tapi apa dayanya yang tidak tahu dimana keberadaan dunk bahkan dia sudah berusaha mencarinya tapi tetap saja tidak bisa menemukannya.
Pernah suatu malam Joong sedang demam tinggi tapi tidak ada satu orang pun yang mengurusnya karena satpam dan bodyguard sedang bertugas menjaga didepan sedangkan pembantu hari itu sedang libur alhasil Joong harus memaksa untuk berdiri masak bubur dan minum obat setelah itu baru beristirahat kembali rasanya bubur yang dibuat itu tidak enak tidak seenak bubur buatan dunk.
Akhirnya Joong baru menyadari bahwa keberadaan dunk sangat berarti untuknya.
--------
5 tahun kemudian
Joong dengan keadaan yang bahkan bisa dibilang tidak terurus karena dulu dia selalu diurus oleh dunk tapi selama lima tahun ini dia mengabaikan dirinya dengan pakaian tidak rapi sedikit berkumis dan mata yang sedikit menghitam bahkan badan yang sedikit kurus masih belum bisa menemukan dunk entah kemana pria cantik itu berada mengapa susah sekali untuk ketemu.
Padahal dirinya sudah mencari dunk di hampir seluruh sudut negara Thailand ini tapi tidak bisa menemukannya.
"Kamu kemana dunk, tolong kembali kepadaku " "Aku mohon"lirih joong
--------
"Boss akhirnya saya tau"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.