20

3.2K 357 61
                                        

aku ga tau ini bakalan nyambung atau ga tapi semoga nyambung yaa

....

Happy reading

setelah merasa dirinya sudah cukup jauh dari area sekolah nya, renjun memperlambat langkah kakinya. saat ini renjun tidak tau bagaimana mengutarakan perasaannya setelah melihat mading, renjun melangkah dengan tatapan kosong.

kini renjun sudah tepat berada di depan rumahnya, netra nya menatap lamat bangunan yang renjun tinggali sejak dirinya masih kecil, jika renjun berpikir tidak ada satupun kenangan manis yang bisa renjun simpan di dalam otaknya.

"kali ini biarkan injun mengeluh tuhan, begitu banyak cobaan yang engkau berikan kepada injun. maaf jika injun belum bisa mensyukuri apa yang tuhan beri kepada injun, tapi tuhan injun mohon sekali ini saja biarkan injun hidup tenang tanpa merasakan ketakutan setiap harinya. " hanya satu permintaan renjun saat ini. tidak banyak yang bisa menjalani hidup tersiksa seperti yang renjun hadapi, meskipun di luaran sana masih banyak yang lebih menderita dari pada renjun tapi renjun sudah bisa berbangga diri karena tidak mengambil jalan yang salah seperti kebanyakan orang di luaran sana yaitu bunuh diri.

dirinya tau jika bunuh diri sama saja menambah dosa dan itu hal yang paling di benci tuhan, dan juga dirinya masih ingin hidup dan membahagiakan dirinya dan bundanya begitupun bayi yang ada di dalam perutnya.

renjun memaksakan dirinya melangkah masuk kedalam rumahnya, setelah masuk renjun dapat melihat punggung winwin yang tengah memasak hidangan untuk siang nanti. air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga, renju  menangis tersedu-sedu terdengar sangat pilu membuat winwin yang tengah memasak terkejut melihat sang buah hati menangis keras.

"injun kenapa sayang ?,apa yang sakit berbagilah dengan buna sayang. " winwin tak kuasa menahan tangisannya, melihat renjun yang sangat amat sedih winwin tidak tau apa yang terjadi pada anaknya.

pelukan winwin selalu berhasil memenangkan hati dan pikiran renjun.

"buna sakit, hati injun sakit buna. mereka jahat semuanya jahat pada injun tolong hilangkan rasa sakit di dada injun buna sesak injun tidak suka ini sakitt tolongg injun buna.. " tangisan pilu renjun terdengar sengat menyakitkan.  winwin mengelus kepala renjun dengan lembut dan membisikkan kata penenang buat anaknya.

"sttt sayang dengarkan buna, biarkan mereka jahat asalkan injun tidak ya. jika kita membalasnya sama saja kita dengan mereka sudah ya sayang setelah ini injun tidak perlu berangkat sekolah lagi, injun homeschooling saja ya? " keputusan winwin untuk homeschooling buat renjun sudah bulat, dirinya akan bekerja keras demi renjun.

"maafkan injun buna, injun tidak berguna injun selalu merepotkan seperti yang dikatakan ayah maaf injun minta maaf" renjun tau jika bundanya pasti letih bekerja sendiri untuk membiayai dirinya. winwin memberikan gelengan untuk merespon perkataan renjun.

"tidak injun jangan pernah berpikir jika injun tidak berguna dan merepotkan buna, buna tidak suka mendengarnya"

"iya buna maaf"

"sstt sudah ya jangan menangis kita hadapi semuanya bersama sama ya sayang" anggukan kepala renjun membuat winwin tersenyum dan di balas senyuman tipis renjun.

"ganti baju setelah itu makan, buna ingin lanjut masak" winwin berlalu pergi ke dapur.

....

di sisi lain jung kembar memikirkan kondisi renjun saat ini, mereka berkumpul di ruang tengah dan di hadapan mereka ada sang daddy dan bubu yang menatap tajam ke arah mereka.

"bubu dengar kalian membuat onar di sekolah? " perkataan tajam keluar dari mulut Taeyong.

"apa pernah bubu mengajar kalian berbuat hal yang memalukan, pernah bubu menyuruh kalian menghina kekurangan seseorang? " nada Taeyong semakin bergetar, dirinya terkejut mendapat berita dari kepala sekolah anak kembarnya.

"melecehkan, menghina dan membully seseorang bukan ajaran dari keluarga jung! kalian berempat membuat malu bubu, jika bubu yang berada di posisi anak itu apa kalian sanggup membayangkan nya? " kepala jung kembar menunduk tidak mampu membalas dan menatap mata sang bubu.

Jaehyun mengelus bahu istrinya berusaha menenangkan dan menarik Taeyong kedalam dekapannya. Tatapan Jaehyun seolah ingin membunuh seseorang.

"berani sekali kalian membuat istri saya menangis! " suara lantang dari kepala keluarga jung membuat mereka merinding.

"kalian sangat menjijikkan, bahkan saya malu mengakui kalian sebagai darah daging saya sendiri! "

kembar jung terdiam tidak tau harus berkata apa, mereka tau jika mereka sudah melakukan hal fatal dan sangat di benci oleh kedua orang tuanya.

"apa yang membuat kalian melakukan itu padanya? kalian sudah merasa diri kalian itu sempurna?" pertanyaan sarkas keluar dari mulut jaehyun.

"kalian harus di beri hukuman, selama ini kalian terlalu di manjakan sampai-sampai kalian tidak bisa memanusiakan manusia!  saya akan mengirim kalian ke tempat terpencil dan saya akan menghubungi kakek kalian, untuk mengajar kalian agar menjadi manusia yang berguna. Jangan harap bubu kalian bisa membantu kalian! " tubuh mereka mendadak tegang mendengar perkataan sang daddy.

"maaf daddy, tapi biarkan kita meminta maaf kepada renjun sebelum kami di asingkan" jaemin memohon kepada jaehyun agar bisa menyampaikan kata maaf dan rasa bersalah nya terhadap renjun yang semakin menggila di dadanya.

"aku setuju dengan hukumannya, tapi daddy apakah ada kesempatan untuk menemui renjun terlebih dahulu? " pertanyaan jeno mendapatkan tatapan tajam dari jaehyun memberikan pertanda buruk.

"cih, saya tidak akan membiarkan kalian menemui anak malang itu. Kalian simpan kata maaf itu sampai kalian tau letak kesalahan dan apa yang harus kalian perbaiki pada sifat dan diri kalian yang bajingan itu! " pundak mereka melemas, sudah tidak ada harapan jika jaehyun sudah berkata.

"tap-"

PLAK

"apakah kau tidak mengerti bahasa manusia? sudah saya katakan tidak ada kesempatan, berani sekali kau ingin berbicara! " emosi jaehyun sudah tinggi membuat dirinya menampar haechan karena sudah berani untuk berbicara, taeyong yang melihat itu berdiri dan berusaha menenangkan jaehyun agar tidak memukul anaknya lagi.

"saya paling benci melihat laki-laki menindas orang yang lemah dan menyakiti submissive, apa pernah kalian melihat saya menyakiti bubu kalian? " mereka berempat menggelengkan kepala.

"sudah sayang, tidak usah mengotori tangan mu dengan memukul mereka" ucapan taeyong berhasil menurunkan emosi jaehyun.

"dan kalian, siapkan barang barang yang akan kalian pergunakan di sana dan satu lagi jangan membawa kartu atm yang di berikan sama daddy kalian, untuk soal permintaan maaf kalian ke renjun biar bubu dan daddy yang sampaikan, kalian hanya perlu memperbaiki diri dan setelah kalian paham atas kesalahan kalian, bubu akan meminta kepada daddy untuk mengizinkan kalian bertemu dengan renjun. " mark, jeno, haechan dan jaemin hanya bisa pasrah dan melangkah ke kamar masing-masing untuk bersiap siap.

....

segini dulu yaa, maaf lama banget baru up. sebenarnya aku udah lama mau up ini tapi aku mikir buat up nya abis lebaran aja hehe.

maaf ya kalau ada typo dan juga kalau part ini sedikit bnget, krna jujur udh bnyk banget yang komen buat lanjut huhuhu maaf bnget yaa sekali lagii

klau vote nya udah 500 aku bakal up lagi jadi jangan lupa vote yaaaaa. makasihhhh

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ear | renjunXallTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang