16. Black Training

2.2K 126 8
                                    

⪼₰⌖⊱ζᾆɠą⊰⌖₰⪻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⪼₰⌖⊱ζᾆɠą⊰⌖₰⪻

"Bagaimana perkembangannya di sana nak?"

"Alhamdulillah lancar Abi, hanya saja kami ternyata masih belum bisa menemukan Faza. Tapi kami sudah mendapatkan cukup bukti, ternyata Faza di culik menggunakan mobil van milik seseorang yang ada di Indonesia, besok kami akan ke pulang dan polisi akan melanjutkan pencariannya."

"Baguslah, setidaknya ada bukti yang bisa menuntun kita."

"Itu benar Abi."

"Bagaimana dengan Gus Zein?"

"Ah, dia sudah istirahat, dia masih belum pulih sepenuhnya."

"Dia ini, ya sudah kamu istirahatlah. Abi masih ada urusan, jaga dirimu baik-baik."

"Na'am Abi."

Sambungan terputus, Ilham menghela kecil, dan pergi berwudhu sebelum tidur. Setelah bersih-bersih ia juga langsung istirahat karena besok akan berangkat pulang menuju Indonesia.

⪼₰⌖⊱ζᾆɠą⊰⌖₰⪻

"T-Tuan.. ampuni kami.."

"Ayolah Tuan.. kami akan membunuhnya sekarang jika Tuan muda menginginkannya."

"Shut up!" pekik Phillips kapten tim.

Mereka semua langsung diam, Daga berjalan ke arah meja hitam yang di penuhi berbagai macam bentuk senjata yang bisa ia gunakan. Alat-alat itu berada di sebuah nampan berwarna gold yang di alasi oleh kain putih yang sudah sedikit kusam dengan banyak corak berwarna merah tidak beraturan.

Tapi tidak yakin itu sembarang corak, mungkin kita akan tahu dari mana warna itu berasal.

"Phillips."

"Ya, Tuan?"

"Apa kau punya pembelaan untuk anggota timmu?"

Phillips, ia yang tidak berontak sama sekali jika harus di hukum, karena ia tahu ia dan anggotanya salah. "Tentu Tuan. Selama tugas yang kami dapatkan, baru kali ini kami salah mengambil keputusan dalam bertindak. Saya sebagai kapten meminta maaf mewakili semua anggota saya, kami siap untuk mendapatkan hukuman dari Tuan muda. Kekecewaan Tuan muda adalah harga yang perlu kami bayar."

"Hmn.. bagus, alasan kalian memilih keputusan itu tanpa memberi laporan kepada saya apa?"

"Izin menjawab Tuan muda, saat kami hendak membunuhnya. Kami mendapat laporan dari pusat bahwa ada pasukan Kai dan Valen yang akan melakukan peperangan tidak jauh dari tempat kami memukulinya, sekitar 5 kilometer. Kami sangat menghargai privasi dan misi rahasia yang Tuan berikan. Saat mereka mulai dekat, kami tidak ada pilihan lain selain menyuntikkan racun pada tubuhnya, juga malam itu memang sedang ada badai pasir. Saya sebagai kapten tentu tidak ingin anggota saya kenapa-kenapa, jadi, saya memutuskan hal itu dan membawa tim saya pergi. Karena tidak lama dari itu mereka juga menemui pria yang Tuan ingin bunuh, dan merampas semua barang-barangnya."

ZAGA: Mafia Shadows Behind the Veil [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang