17. Miss me?

2.4K 127 18
                                    

⪼₰⌖⊱ζᾆɠą⊰⌖₰⪻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⪼₰⌖⊱ζᾆɠą⊰⌖₰⪻

Helikopter terbang mendekat ke arah suatu bangunan, atap rumah terbuka ketika helikopter mendarat dan tertutup otomatis. Daga berjalan ke arah sebuah lift yang ada di ruangan itu, lift itu sangat berbeda karena tombolnya berbentuk lambang-lambang yang hanya di mengerti Daga dan anggotanya.

Daga menscan tangannya, pintu lift langsung terbuka. Lift ini di desain khusus hanya untuk Daga dan anggotanya. Tombol itu ada yang berbentuk mawar, belati, X, (,) dan (.).

Alpha mengeklik tombol belati, dan pintu tertutup otomatis, entah belati berada di lantai berapa, membutuhkan waktu tiga setengah menit untuk melihat pintu lift terbuka.

Ia langsung di suguhi lorong yang sangat terang, banyak sekali pintu-pintu pada ruangan yang dilapisi oleh kaca itu. Namun Daga tetap berjalan di dampingi Alpha, hingga ia berada di sebuah ruangan luas, dengan layar lebar, beberapa komputer dan orang-orang yang duduk menghadap komputer, mereka terlihat sibuk dengan tugasnya masing-masing. Connecting yang mereka pakai membuat mereka seolah asyik berbicara sendiri, layar monitor yang menyala memperlihatkan sebuah kode-kode, data-data, cctv, koordinat dan lainnya. Terdapat pula sebuah meja kaca yang di lapisi alas berwarna emas, isi oleh buah-buahan, camilan, bahkan beberapa botol samphine drink, vodca, Wine, Rum dan lainnya. Juga sebuah sofa panjang kulit berwarna hitam menambah kesan yang mewah dan misterius.

Seorang Pria memakai blazer panjang selutut berwarna hitam, dengan kemeja putih juga celana coklat menggunakan kaca mata, dan membawa sebuah papan kaca canggih seperti tab yang di desain khusus.

"Good welcome sir."

Ia membungkuk sedikit ke arah Daga. Daga cuek dan duduk di sofa itu dan menyilangkan kakinya. "Mereka sudah kami bawa ke Black Forest." Pria itu mengecek arloji di tangannya, "dan, lima belas menit lagi mereka akan siuman."

"Nyalakan layarnya."

"Yes, sir."

Layar lebar itu menyala, memperlihatkan tayangan cctv, terlihat banyak sekali tayangan, dan mereka mengeklik satu rekaman yang mendapati lima anak buahnya yang tergeletak di bawah pohon-pohon.

"Sebelum kami membawa mereka ke sana, kami sudah mengecek kesehatan fisik dan mental mereka. Dan hasilnya normal-normal saja, namun peserta bernama Phillips mengalami banyak luka tembak."

"Luka tembak?" Tanya Alpha.

"Ya, lukanya cukup dangkal dan hampir infeksi. Jadi, kami sudah mengobatinya dan memberikannya obat di saku bajunya agar ia bisa bertahan, terkecuali mereka saling membunuh, dan Phillips sangat rentan sekarang, dia bisa mati ketika bagian lukanya terpukul dalam hitungan menit saja."

"Interesting." Ucap Daga.

"Sir, mereka sudah bangun kecuali yang kemarin di jahit lukanya."

Mereka semua menatap layar, memperlihatkan keempat pria yang satu-persatu bangun. Alpha merunduk ke arah sakunya, ponselnya berdering. Ia membuka dan menjauh dari Daga yang menikmati Vodca sambil menonton anak buahnya mempertaruhkan hidup dan mati.

ZAGA: Mafia Shadows Behind the Veil [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang