Untuk yang kesekian kalinya, hamparan warna putih yang membalut setiap sudut ruangan kosong itu muncul di dalam pandangan Adrian. Mimpi itu kembali dialaminya, entah ini sudah yang keberapa kali, Ia sudah berhenti menghitungnya.
'Ah, mimpi ini lagi'
Namun, mimpi kali ini memiliki perbedaan yang mencolok dari mimpi-mimpi yang ia alami sebelumnya. Tidak ada lagi gerbang raksasa yang berada di salah satu sisi ruangan ataupun gadis yang berada di sebelahnya. Di dalam ruangan kosong ini hanya ada dirinya seorang diri. Walau begitu, kedua kaki miliknya tetap memaksa dirinya untuk melangkah dan berhenti tepat di tengah ruangan.
*Krak
Sebuah suara menyerupai suara retakan kaca terdengar oleh Adrian. Kesunyian yang menyelimuti seisi ruangan membuat suara tersebut terdengar makin nyaring. Karena penasaran, lelaki itu mencari asal suara tersebut dan menemukan kalau lantai putih yang sedang ia pijak tiba-tiba memiliki retakan kecil.
Tidak berhenti sampai disana, retakan kecil itu pun terus menyebar ke lantai-lantai di sekitarnya. Sedangkan Adrian tidak tahu apa yang harus ia lakukan karena ini adalah pertama kalinya dalam mimpi yang selama ini ia alami.
Dan di detik berikutnya, sesuatu yang sudah ia prediksi pun benar-benar terjadi. Lantai-lantai itu pecah layaknya kaca hingga membuat Adrian terjauh ke dalam sana.
Kegelapan segera menutupi seluruh pandangannya. Tak ada satupun cahaya yang tertangkap dalam penglihatannya, namun ada satu hal yang Adrian tahu. Ia yakin kalau saat ini ia sedang terjatuh. Walau tidak ada cahaya, ia masih bisa merasakan arus angin yang menerpanya dan itu yang meyakinkan dirinya kalau ia sedang terjatuh ke bawah.
Jauh di bawah sana, Adrian bisa melihat secercah cahaya berwarna keunguan yang mulai terlihat. Dan cahaya itu berasal dari gerbang raksasa yang selama ini ia kira tidak akan muncul di dalam mimpinya kali ini.
Hanya saja, gerbang yang saat ini ia lihat memiliki ukuran jauh lebih besar, kurang lebih tujuh meter. Cahaya keunguan yang awalnya terlihat redup, kini makin terang begitu jarak diantara mereka mulai menipis. Adrian hanya bisa menatap gerbang tersebut seraya terus terjatuh. Rasa takut, putus asa, penyesalan, ia bisa meraskan semua emosi negatif itu memancar dari sana.
Gerbang tersebut mulai terbuka kembali dan menampakkan apa yang ada di dalamnya, kegelapan yang lebih gelap dari yang ada di sekelilingnya saat ini. Yang bisa ia lakukan saat ini adalah pasrah. Dirinya saat ini terus jatuh dengan kecepatan tinggi tepat ke arah gerbang yang ada dibawahnya itu, cepat atau lambat, tubuhnya akan masuk ke dalam sana.
"Tunggu!"
Suara yang sangat dikenalnya tiba-tiba terdengar dan membuat Adrian segera menoleh ke sumber suara tersebut guna memastikannya. Dan benar saja, Gadis beriris ruby yang selalu muncul dalam mimpinya itu kini tengah berada di atasnya seraya mengulurkan tangan kanannya ke arah dirinya.
"Raih tanganku!" Seru gadis itu.
Tanpa sadar, Adrian mengikuti arahan dari gadis beriris ruby itu dan mengangkat tangan kanannya berusaha menggapai uluran tangannya. Gadis itu pun berusaha menggapai tangan Adrian, berlomba-lomba dengan waktu dimana jarak mereka dengan gerbang sudah semakin dekat.
Sepersekian detik sebelum mereka masuk ke dalam gerbang tersebut, gadis itu berhasil menggenggam tangan Adrian, menarik tubuh anak lelaki itu dan tiba-tiba memeluknya dengan erat. Di detik berikutnya, muncul cahaya terang yang berasal dari tubuh gadis itu. Saking terangnya, seakan Adrian kehilangan penglihatannya untuk sesaat.
Dan selanjutnya, gerbang yang ada di bawah mereka retak ketika diterpa cahaya tersebut hingga akhirnya pecah dan menghilang menjadi bola-bola cahaya kecil berwarna ungu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Train [END]
FantasyPernah kah kau melihat kereta yang melaju di udara? Rumor mengatakan kalau berhasil menaikinya, kau akan mendapatkan kebahagian! Sedangkan yang lainnya mengatakan justru kau akan mendapatkan kesialan! Tidak ada yang pernah melihat wujudnya sehingga...
![Sky Train [END]](https://img.wattpad.com/cover/370955699-64-k565626.jpg)