Di dalam ruangan yang dipenuhi jendela tersebut, sepasang adik & kakak tampak berhadap-hadapan dengan senjata masing-masing di tangan.
"Rena, aku ingin penjelasan mengenai hal ini," Ucap Irina dengan sabit besar di tangannya.
"Seperti yang kau lihat, memang sedikit lebih cepat dari perkiraan, tapi aku sedang menjalankan rencanaku," Jawab Elena dengan santai.
"Kau masih berniat menjalankan rencana nekat itu? Dan sekarang melibatkan orang luar?"
Elena tidak menjawab pertanyaan kakaknya, karena ia tahu jawaban yang akan ia berikan tidak akan memuaskan gadis itu. Menyadari kalau tidak akan mendapatkan jawaban, Irina menanyakan hal lain ke Elena.
"Apa yang terjadi dengan Livia?"
Bukannya menjawab pertanyaan dari kakaknya itu, Elena malah mengatakan hal lain. "Hei, kak Rina. Bisa biarkan aku lewat? Aku sedang terburu-buru saat ini?"
"Tidak sebelum kau menjawab semua pertanyaanku."
Dengan tiba-tiba, Elena melemparkan salah satu belatinya ke arah Irina yang tentu saja dengan mudah ditangkis oleh gadis itu. Setelah itu, Elena kembali menarik belati yang tersambung dengan rantai itu kembali ke tangannya.
"Rina, apa kau masih percaya dengan Sky Train yang sekarang?"
"Lena, aku tahu kalau kau ingin segera mengungkapnya, tapi kita bisa membuat rencana lain."
"Tidak ada waktu untuk hal itu!"
Untuk yang kedua kalinya, Elena melakukan sesuatu dengan tiba-tiba. Ia berlari dengan cepat ke arah Irina seraya menyerang dengan kedua belati yang ada di tangannya.
Irina dengan kesusahan menangkis serangan tersebut dengan sabit besarnya. Senjata yang ia miliki saat ini tidak cocok untuk melawan Elena. Sabit yang ia gunakan terlalu besar dan berat untuk digunakan melawan belati Elena yang mengandalkan kelincahan dalam penggunaannya.
Mengetahui serangannya di tangkis, Elena segera melompat ke belakang guna mempersiapkan serangannya yang selanjutnya.
"Gadis bermata merah, core Sky Train saat ini," Ucap Elena tiba-tiba.
Dan tentu saja Irina tersentak dengan apa yang adiknya itu katakan.
"Sudah kuduga, kau mengetahui sesuatu tentang itu kan?" Tanya Elena ketika ia melihat reaksi Irina yang tidak biasa.
"Darimana kau mengetahuinya?"
"Aku melihatnya. Gadis itu sedang bersama lelaki tadi."
Yang dikatakan Elena selanjutnya tidak kalah mengejutkannya. Irina menjadi makin penasaran dengan apa yang dikatakan adiknya itu. "Apa maksudmu?"
"Kalau penasaran, kenapa tidak mecnoba memaksaku mengatakannya?"
Ketika Elena sudah siap melancarkan serangannya yang berikutnya dan Irina yang sudah siap dengan mode bertahannya, sebuah guncangan hebat tiba-tiba terasa di tempat itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya Irina kebingungan.
Karena sebelumnya di bangunan ini tidak pernah terjadi guncangan sekencang itu, tentu kakak beradik itu kebingungan.
Tidak lagi mereka pedulikan pertarungan yang sedang mereka lakukan karena kepanikan yang melanda. Getaran tersebut beralngsung selama kurang lebih sepuluh detik dan menghilang setelahnya.
"Gempa bumi? Tapi kita bahkan tidak berada di bumi?" Tanya Irina dengan panik.
"Aku merasakan firasat buruk."
Tiba-tiba Elena segera berlari mendahului kakaknya yang berada di hadapannya. Irina pun terkejut dan ikut mengejar Elena.
"Elena! Tunggu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Train [END]
FantasiPernah kah kau melihat kereta yang melaju di udara? Rumor mengatakan kalau berhasil menaikinya, kau akan mendapatkan kebahagian! Sedangkan yang lainnya mengatakan justru kau akan mendapatkan kesialan! Tidak ada yang pernah melihat wujudnya sehingga...
![Sky Train [END]](https://img.wattpad.com/cover/370955699-64-k565626.jpg)