Sebelum gerbang raksasa itu kembali tertutup rapat, Adrian berhasil menyelinap masuk ke dalamnya. Namun yang menunggu di hadapannya adalah sesuatu yang lebih menakjubkan dari yang ia lihat di peron kereta sebelumnya.
Sebuah lorong raksasa bergaya arsitektur Beaux-Arts dengan langit-langit berkubah setinggi 96 kaki terlihat dengan jelas di dalam penglihatannya. Prasasti batu, dan bahan mahal seperti granit putih, marmer, dan emas juga telah siap untuk memanjakan matanya.
Di sisi kanan dan kiri lorong tersebut terdapat banyak pintu-pintu yang berjejer dengan jarak antar pintu sekitar 7 meter dan sangat presisi di setiap pintu tanpa ada sedikitpun perbedaan jarak yang signifikan.
Kedua mata milik Adrian kembali sibuk menjelajah pemandangan yang ada di hadapan matanya saat ini. Selain itu, ia juga menyadari kalau kebanyakan dari pintu tersebut berwarna coklat muda dengan ukiran yang berbeda-beda, walaupun dari mereka ada beberapa yang berwarna berbeda dan mencolok.
Tentu saja ia merasa penasaran dengan apa yang ada di balik pintu-pintu tersebut. Namun ia ingat dengan tujuan utamanya datang ke tempat menakjubkan itu ketika sadar bahwa rombongan yang membawa sahabatnya pergi itu telah menghilang dari pandangan miliknya.
Adrian berasumsi kalau rombongan tersebut sudah jauh berjalan dan telah berada di dalam gerbang besar yang berada di ujung lorong. Di ujung sana memang terdapat sebuah gerbang besar yang mengakhiri lorong tersebut.
Berbeda dengan pintu-pintu lain di sekitarnya, gerbang tersebut sangat besar dengan tinggi hampir menyamai tinggi lorong tersebut. Warnanya coklat dengan ukiran-ukiran aneh di sekitarnya.
Melihat ukurannya yang fantastis itu, suatu pikiran terlintas di benak Adrian. Bagaimana caranya manusia normal seperti dirinya membuka gerbang tersebut? Namun ia lebih memilih untuk mengabaikan hal yang tidak terlalu penting itu.
Dengan napas yang memburu, Adrian berlari ke arah gerbang tersebut. Namun, sesuatu yang aneh dapat ia rasakan saat ini, ia tidak pernah sampai ke hadapan gerbang. Selain itu, gema suara langkah kakinya selalu terdengar sama. Adrian juga dapat merasakan jarak antara dirinya dengan gerbang di hadapan dan di belakangnya sama sekali tidak berubah. Ia juga tidak dapat kembali ke gerbang yang ada di belakangnya dan kini terjebak di tengah lorong.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Adrian keheranan.
Karena lelah terus berputar-putar di tempat yang sama, akhirnya Adrian memutuskan untuk masuk ke salah satu pintu yang ada disana. Ia memasuki pintu berwarna coklat yang tidak terkunci. Namun, yang ada di hadapannya selanjutnya sungguh mengejutkan.
Ruangan tersebut sangat luas dengan hampir seluruh dindingnya terbuat dari kaca yang membiarkan cahaya matahari untuk masuk kedalamnya. Banyak tanaman hias dan bunga beraneka warna menghiasi interior ruangan tersebut.
Adrian juga dapat merasakan udara hangat yang menyapa tubuhnya ketika memasuki ruangan ini. Dengan keheranan, ia dongakkan kepala untuk melihat kubah kaca yang menjulang tinggi di atas sana. Padahal saat ini ia sedang berada di langit, dan matahari terlihat hanya berjarak sejengkal saja di atas kepalanya, namun kenapa yang bisa ia rasakan hanya udara hangat?
Tak salah lagi, ini adalah rumah kaca yang sering ia lihat di dunia nyata, hanya saja ukurannya sepuluh kali lipat lebih besar. Bahkan tepat di tengah ruangan tersebut, ia bisa melihat ada sebuah air mancur berukuran sedang dengan air yang terus mengalir. Tempat aneh ini tak pernah gagal membuat dirinya terkejut.
Di salah satu sisi air mancur tersebut, terlihat seorang gadis kecil yang kira-kira berumur dua belas tahunan tengah duduk dengan kaki menjuntai disana. Angin sepoi-sepoi yang muncul di dalam ruangan itu secara perlahan menyibakkan rambut hitam miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Train [END]
FantasiPernah kah kau melihat kereta yang melaju di udara? Rumor mengatakan kalau berhasil menaikinya, kau akan mendapatkan kebahagian! Sedangkan yang lainnya mengatakan justru kau akan mendapatkan kesialan! Tidak ada yang pernah melihat wujudnya sehingga...
![Sky Train [END]](https://img.wattpad.com/cover/370955699-64-k565626.jpg)