*Piip, piip, piip
Suara mesin pendeteksi detak jantung itu terdengar keras menggema di dalam ruangan yang di dominasi oleh warna putih tersebut. Layar mesin itu memperlihatkan kalau detak jantung pasien sedang dalam keadaan normal.
Di samping mesin itu, terdapat sebuah tempat tidur yang diatasnya sedang terbaring seorang anak lelaki yang kedua matanya tertutup tak sadarkan diri.
Secara perlahan, lelaki itu mulai membuka kedua matanya. Namun pemandangan yang ia lihat saat ini sangat berbeda dengan apa yang ia lihat sebelumnya.
Tak ada lagi barisan bangku yang memenuhi ruangan, tak ada lagi jendela-jendela yang berjejer membentuk barisan di kanan dan kiri, dan tak ada lagi gadis berseragam yang berusaha membunuh dirinya dengan sabit besar. Disaat itu juga Adrian menyadari kalau ia sudah tidak berada di Sky Train.
*Klak!
Mendengar suara tersebut, ia segera menoleh ke sumber suara. Dilihatnya secara perlahan pintu terbuka dan menampilkan dua orang perempuan berseragam putih-putih tampak berbincang sambil memegang beberapa kertas di tangannya. Sontak salah satu dari mereka tersebut terkejut ketika ia melihat kalau Adrian telah dalam posisi duduk.
Setelah tampak membicarakan sesuatu, setelah itu salah satu dari mereka pergi lagi ke luar ruangan sedangkan yang lainnya datang menghampiri Adrian.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya perempuan itu dengan ramah.
"Baik," Jawab Adrian.
Sebenarnya ia bisa menebak ada dimana ia sekarang ketika melihat perempuan yang memakai baju berwarna putih layaknya seorang suster di hadapannya itu, tapi ia ingin lebih memastikan lagi dengan bertanya. "Anu, aku sedang berada dimana?"
"Rumah sakit. Kau baru bangun dari koma, jadi jangan memaksakan diri."
Tentu saja Adrian merasa terkejut dengan apa yang di dengarnya. Ya, ia mengingatnya. Sebelum ia berada di rumah sakit ini, ia tertabrak oleh mobil bak terbuka saat menyebrangi persimpangan jalanan.
'Hm? Sepertinya aku melupakan sesuatu yang penting?' Pikir Adrian.
Ia memang tertabrak dan tak salah lagi itu adalah penyebab dirinya mengalami masa koma. Tapi, apa alasan Adrian menyebrang jalan waktu itu? Dan ia merasa kalau ada sesuatu yang penting terjadi saat ia mengalamai masa koma.
Namun, seberapa kuat pun ia berusaha, ia tidak bisa mengingat apapun dan berakhir melupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Sky Train.
Tak lama setelah itu, seorang lelaki dengan pakaian layaknya seorang dokter masuk ke ruangan Adrian. Ia menjelaskan semua hal penting kepadanya dan fakta bahwa ia telah masuk keadaan koma dalam sembilan hari.
Walau Adrian sudah terbangun dari koma nya, namun ia tetap harus berada di rumah sakit selama tiga hari untuk pemeriksaan lebih lanjut, setelah itu ia akan diijinkan untuk pulang. Karena luka yang di derita Adrian ketika kecelakaan juga sudah mulai pulih.
Di hari kedua ia bangun dari koma di rumah sakit, beberapa teman sekolah Adrian datang menjenguk. Dirinya tidak banyak berbicara di dalam kelas dan terkesan menyendiri, jadi ia yakin kalau aksi menjenguk yang dilakukan teman-temannya itu hanyalah formalitas
***
Waktu terus bergulir hingga akhirnya sampailah Adrian pada hari ketiga dan waktu yang telah ditentukan ketika ia diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Ia sadar bahwa yang mengurus semua administrasi dan yang membawanya ke rumah sakit adalah ibunya sendiri. Walau tidak bertemu langsung selama tiga hari, namun Adrian kerap melihat wanita tua itu mondar-mandir di luar kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Train [END]
FantasyPernah kah kau melihat kereta yang melaju di udara? Rumor mengatakan kalau berhasil menaikinya, kau akan mendapatkan kebahagian! Sedangkan yang lainnya mengatakan justru kau akan mendapatkan kesialan! Tidak ada yang pernah melihat wujudnya sehingga...
![Sky Train [END]](https://img.wattpad.com/cover/370955699-64-k565626.jpg)