Seventeenth Coaches : Confrontation

18 2 0
                                        

Adrian telah berhenti menghitung sudah berapa kali ia melakukannya, untuk yang kesekian kalinya ia kembali membuka kedua matanya. Yang berbeda dengan sebelumnya, kali ini Raina yang entah sejak kapan terbaring di sebelahnya ikut melakukan hal yang sama.

Hal yang pertama kali muncul di dalam penglihatannya adalah Irina yang tengah membelakangi mereka dengan sabit besar miliknya di tangan.

"Adrian? Kau sudah bangun? Bagus, sekarang kita hanya harus memikirkan bagaimana keluar dari situasi ini," Ucap Irina terengah-engah.

Adrian segera mengerti dengan yang dimaksud Irina ketika ia melihat sendiri situasi yang sedang mereka alami saat ini.

Beberapa meter di depannya terlihat lelaki bernama Lucas yang ia percayai sebagai atasan dari Irina dan yang lainnya. Melihat lelaki itu tengah memegang tombak di tangannya dan keadaan dinding serta lantai koridor yang sudah tak karuan, pasti telah terjadi pertarungan hebat disini.

"Adrian? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Raina yang ada di sebelahnya.

Walau seluruh masalah ini terpusat kepada Raina, nampaknya gadis itu tidak mengingat sebagian besar ingatan miliknya saat berada di Sky Train karena ia di dalam pengaruh kegelapan.

Adrian ingin menjelaskan semua yang terjadi hingga saat ini kepadanya, namun ia tahu itu akan memakan waktu yang tidak cepat, sedangkan prioritas mereka saat ini adalah untuk keluar dari situasi ini secepat mungkin.

"Aku harap Lena dan Livia cepat datang-"

"Mereka tidak akan datang," Ucap Lucas segera memotong ucapan Irina.

Menanggapi perkataannya itu, irina menatap tajam lawan di depannya dan mengira-ngira kemungkinan yang terjadi pada mereka sampai Lucas mengatakan hal seperti itu.

"Jangan khawatir, aku tidak membunuh mereka. Karena kedepannya mereka akan berguna," Ucap Lucas lagi ketika menyadari tatapan tajam Irina.

"Sialan kau!"

*Trang!

Irina kehilangan kontrol atas emosinya dan secara membabi buta menyerang lawan di hadapannya. Gelombang kejut yang dihasilkan oleh hantaman kedua senjata tersebut cukup kuat hingga Raina dan Adrian ikut merasakan dampaknya.

Adrian celingak-celinguk berusaha menemukan tempat perlindungan, namun ia sadar kalau saat ini mereka sedang berada di koridor. Hanya ada pilar-pilar yang berada di sisi dinding yang berfungsi untuk menopang pondasi.

Selain itu, di tengah pertempuran Irina dengan Lucas yang sedang berlangsung, ia menyadari beberapa hal yang janggal. Ia menyadari kalau kedua mata yang dimiliki Lucas tampak berbeda dengan semua orang yang berada disini.

Di tengah-tengah irisnya, terlihat seperti ada tanda bintang berhwarna hitam disana.

"Irina, apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh ketika melihat mata lelaki itu?"

"Apa maksud-"

Awalnya Irina sama sekali tidak mengerti apa yang dimaskud oleh Adrian, sampai ia mencoba untuk memperhatikan kedua mata lelaki yang kini tengah menatapnya.

Irina terkejut ketika menemukan detail tersebut. Terlebih ketika menyadari kalau tanda bitang hitam itu sangat familiar dengannya.

"Lucas, katakan dengan jujur, Apa yang terjadi padamu?"

Menanggapi pertanyaan Irina, Lucas malah menunjukkan ekpresi kebingungan. "Apa yang terjadi padaku? Apa yang kau bicarakan?"

"Apa yang terjadi di aula. Setahun yang lalu?"

"Maksudmu upacara suci?"

"Upacara suci?"

Irina yang kini kebingungan ketika mendengar jawaban dari lawan bicara di hadapannya. Bahkan ia ragu kalau mereka sedang membicarakan hal yang sama. Dan... Tidak pernah ada yang namanya upacara suci yang dilakukan di Sky Train.

"Ya, disaat para pengkhianat dieksekusi karena berusaha mengacaukan rencana yang sudah ditetapkan."

"Kau.. Bukan Lucas yang ku kenal," Ucap Irina seraya tanpa sadar mengernyitkan dahi miliknya.

Kali ini Irina sadar kalau mereka tengah membicarakan hal yang sama. Namun, Lucas yang ia kenal tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu, karena ritual suci yang dikatakan pria di hadapannya adalah sebuah tragedi baginya.

Mendengar perkataan Irina, Lucas hanya tersenyum menyeringai.

"Berbicara kepadanya sia-sia."

Di detik berikutnya, Irina berlari secepat yang ia bisa dan mengayunkan sabit miliknya ke arah Lucas. Dan sekali lagi, tercipta gelombang kejut yang kuat ketika dua senjata tersebut saling beradu.

"Adrian dan temannya! Cepat pergi dari sini!"

Mendengar perintah dari Irina, Adrian segera menggenggam tangan Raina dan menariknya menjauh dari tempat itu.

Namun, nampaknya Irina salah memperhitungkan kemampuan Lucas. Ketika lelaki itu tiba-tiba menggerakkan tangan kanannya, belasan tombak muncul di atas kepala Adrian dan Irina yang sedang berlari, siap menghujam tubuh mereka berdua.

"Sial!"

Irina dengan cepat berusaha membuat penghalang untuk menangkis tombak-tombak tersebut. Namun, tidak semuanya terhalau, Ada beberapa tombak yang lolos dan nyaris mengenai Adrian serta Raina.

"Akh!"

Akibat serangan mendadak dari Lucas, Adrian dan Raina terpelanting dan tersungkur ke lantai karena terkena impak dari serangan tersebut.

*Trang!

Bersamaan dengan itu, pusaka yang disimpan Adrian di dalam sakunya terpental keluar dan terjatuh ke lantai. Pusaka itu diberikan oleh Lunaria kepada dirinya ketika mereka berdua bertemu sebelumnya.

Karena suaranya yang agak keras, hampir semua orang yang ada di aula itu menoleh ke arah jatuhnya benda tersebut. Diantara mereka, terlihat Irina dan Lucas yang paling terkejut ketika melihat pusaka tersebut.

"Benda itu!" Seru Irina terkejut.

Melihat pusaka yang terjatuh ke lantai tersebut, Adrian menjadi ingat dengan dikatakan oleh Lunaria bahwa pusaka tersebut memiliki kemampuan untuk menyelamatkan dirinya.

Ia segera menggapai benda itu dan berusaha mengotak-atik nya dengan harapan benda tersebut dapat menyelamatkan mereka dari situasi sulit yang dialami.

Merasakan sesuatu akan terjadi, Lucas segera berlari ke arah Adrian. Irina melihat itu dan berusaha menghalangi lelaki itu dengan menyerangnya dari belakang.

Ketika Adrian berusaha melakukan sesuatu pada pusaka tersebut, tiba-tiba benda itu bersinar terang sampai-sampai cahayanya menutupi koridor.

Adrian hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya seraya menutup kedua matanya karena cahaya yang keluar dari benda tersebut sangat terang hingga terasa menyakitkan di penglihatannya.

###

Catatan Penulis :
9 Mei 2025 

★ Chapter 17 Update! ★
G

ak kerasa yah, udah nyampe chapter 17 aja. Kita sudah mendekati ending dari cerita ini.

Kira-kira menurut kalian apa yang akan terjadi selanjutnya? Tunggu aja di chapter selanjutnya!

★ Sampai jumpa di chapter selanjutnya! ★

Sky Train [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang