Anak lelaki itu mulai membuka kembali kedua matanya. Namun, pemandangan yang ada di hadapannya saat ini sungguh diluar dugaan. Bahkan ia sendiri mulai meragukan penglihatannya. Diusap-usap kedua mata miliknya, namun pemandangan itu tak juga berubah.
Pemandangan yang membuat dirinya bernostalgia- padahal belum lama ini ia melihatnya... atau sebelumnya ia pernah melihatnya namun melupakannya. Apalagi kalau bukan langit-langit sebuah gerbong kereta yang melaju di atas langit alias Sky Train.
Dengan susah payah, ia paksa tubuh lemasnya untuk bangkit berdiri guna melihat keluar jendela dan memastikan kembali bahwa ia benar-benar berada di dalam kereta tersebut. Dan tebakannya benar, hanya ada langit biru yang membentang luas serta taburan awan di sekitarnya.
"Sudah bangun?"
Ketika Adrian mulai tenggelam dalam pikirannya saat sibuk memperhatikan langit di luar jendela, sebuah suara asing terdengar di indra pendengarannya. Terkejut karenanya, ia lalu menoleh ke asal suara guna menemukan pemilik suara tersebut.
Tak jauh dari dirinya, seorang gadis bermata merah dengan seragam coklat tua tengah terduduk di lantai dan bersandar pada pintu penghubung gerbong yang tertutup.
"Kau kan!" Seru Adrian spontan ketika menyadari penampilan gadis itu mirip dengan gadis yang pernah ia temui.
"Yap, aku adalah gadis yang selalu muncul di dalam mimpimu, dan juga yang menuntunmu di stasiun."
Mendengar hal itu membuat Adrian makin penasaran dan mulai memindai dari ujung kepala hingga ujung kaki gadis di hadapannya. Namun, keraguan mulai muncul dalam tatapan pria itu ketika ia selesai memindai gadis di hadapannya.
Walau mereka memiliki warna mata dan rambut yang sama, tapi yang ada di hadapan dirinya saat ini adalah gadis berusia sekitar tujuh belas tahunan, sedangkan gadis yang muncul di dalam mimpinya selama ini sekitaran umur sembilan tahunan.
"Kau yakin?" Tanya Adrian penuh keraguan.
"Tidak sopan! Ini adalah tubuhku yang sebenarnya. Ketika keluar dari dimensi ini, aku hanya bisa memproyeksikan diriku sebagai anak kecil!" Ucap gadis itu melanyangkan protesnya seraya bangkit berdiri.
"Dimensi?"
Mendengar pertanyaan Adrian, gadis itu lalu tersenyum dan melebarkan kedua lengannya "Selamat datang di dalam dimensiku."
Keheningan sempat terjadi di antara mereka berdua. Adrian masih mencerna ucapan dari gadis di hadapannya. Di sisi lain, ia juga merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan, dan akhirnya memutuskan untuk bertanya.
"Jadi, bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Apa mimpiku selama ini ada kaitannya dengan dirimu dan suara kereta api yang menyiksaku itu, apa itu juga ulahmu?" Tanya Adrian.
"Kau tidak seru. Aku bahkan belum menerima ucapan terima kasihku," Ucap gadis itu lagi tanpa menjawab pertanyaan Adrian.
"Kenapa aku harus berterima kasih?"
"Ingat kapan pertama kali kau mendapatkan mimpi aneh itu dan mulai mendengar suara kereta api?" Tanya gadis itu seraya membuka pintu yang menghubungkan kedua gerbong yang berada di belakangnya.
"Setelah mengalami kecelakaan mobil," Jawab Adrian sambil mengikuti langkah kaki gadis di hadapannya yang membawanya ke gerbong di belakangnya.
"Seharusnya kau mati saat itu juga dan jiwamu akan dibawa oleh Sky Train. Tapi, jiwamu melakukan penolakan hingga kau berhasil kembali ke dunia asli dengan selamat."
"Sistem menyadari kejanggalan itu dan berusaha membawamu kembali ke Sky Train. Dan disanalah peranku untuk mencegah Sky Train membawamu kembali ke dalam gerbang raksasa itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Train [END]
FantasiPernah kah kau melihat kereta yang melaju di udara? Rumor mengatakan kalau berhasil menaikinya, kau akan mendapatkan kebahagian! Sedangkan yang lainnya mengatakan justru kau akan mendapatkan kesialan! Tidak ada yang pernah melihat wujudnya sehingga...
![Sky Train [END]](https://img.wattpad.com/cover/370955699-64-k565626.jpg)