Lucas masih menatap tajam kakak beradik yang berada di hadapannya. Posisi mereka saat ini adalah Lucas yang berada di tengah-tengah.
Lelaki itu lalu mengangkat tangan kanannya yang berikutnya memunculkan cahaya darisana, menandakan kalau ia bersiap menyerang.
Namun, dengan tiba-tiba ia membatalkan serangannya dan muncur ke belakang seperti sedang menghindari sesuatu. Sepeserkian detik berikutnya, sebuah pedang panjang dengan kecepatan yang tinggi jatuh dan menancap di tempat Lucas barusan berdiri.
Elena dan Irina terbingung-bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Setelah memperhatikan lebih seksama, Elena menyadari sesuatu yang familiar mengenai pedang tersebut. "Pedang ini kan,"
"-Lena, -irn-""
Tak lama setelahnya, kedua bersaudara itu dapat mendengar suara putus-putus misterius di dalam kepala mereka. Irina juga kebingungan dan berusaha mencari asalnya suara tersebut.
"Di atas!"
Mengikuti instruksi dari suara tersebut, mereka berdua menoleh ke arah langit di atas mereka dan menemukan hal yang tidak biasa. Mereka dapat melihat sebuah rangkaian kereta cepat sedang melaju disana.
"Livia!"
Irina terbelalak ketika mel;ihat Livia sedang berdiri ujung pintu kabin kereta dengan berpegangan seraya terus menembakkan pedang-pedang miliknya ke arah Lucas.
Lucas terus menghindari serangan-serangan tersebut tentu dengan muka masam.
"Um.. Irina, Elena, kenapa kalian bisa berpijak di langit?" Tanya Livia dalam telepatinya.
Elena dan Irina saling bertukar tatap, merasa kebingungan bagaimana menjelaskan hal ini kepada Livia yang baru saja datang dan ketinggalan banyak informasi.
"Uuh... Singkatnya ini adalah penghalang yang dibuat Lucas, dan kita harus menghancurkannya!"
"Menghancurkan penghalang?"
"Ya! Agar Adrian dan Raina bisa kembali ke dunia mereka!"
"Livia, kau keberatan jika aku bertanya? Bagaimana kau bisa mengoperasikan rangkaian kereta itu?" Tanya Irina tiba-tiba.
"Aku tidak mengoperasikannya sendiri, panjang ceritanya. Seorang gadis bermata ruby memabntuku" Jawab Livia menggunakan kemampuan telepatinya.
"Ruby? Jangan-jangan-"
Disaat mereka sedang asik mengobrol, salah satu serangan jarak jauh yang dilancarkan oleh Lucas mengenai dua gerbong paling belakang dalam rangkaian dan menimbulkan sebuah ledakan besar.
"Livia!"
"Aku tidak apa-apa, hanya harus melepaskan gerbong yang terbakar," Jawab Livia berusaha tenang.
Ia segera masuk ke dalam kabin kerera dan tampak sibuk mengotak-atik tombol-tombol yang ada disana. Namun gerakan tangannya terhenti ketika ia menyadari sesuatu.
"Tunggu, kau bilang kita harus menghancurkan penghalang milik Lucas, dan Adrian bilang penghalang tersebut dapat dihancurkan."
"Apa kau pikir penghalang tersebut bisa menahan bobot satu rangkaian kereta cepat?"
Irina segera mengerti apa yang direncanakan oleh Livia. "Livia, jangan-jangan-"
"Irina, menjauh dari sana!"
Terlihat jelas di angkasa, rangkaian kereta cepat yang dikendarai Livia berbelok tajam dan melaju kencang ke arah dimana mereka semua berada disana.
"Kau gila!" Seru Elena seraya berlari berusaha menyelamatkan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Train [END]
FantasiaPernah kah kau melihat kereta yang melaju di udara? Rumor mengatakan kalau berhasil menaikinya, kau akan mendapatkan kebahagian! Sedangkan yang lainnya mengatakan justru kau akan mendapatkan kesialan! Tidak ada yang pernah melihat wujudnya sehingga...
![Sky Train [END]](https://img.wattpad.com/cover/370955699-64-k565626.jpg)