Sixteenth Coaches : Raina

24 2 0
                                        

Ini kedua kalinya Adrian memasuki alam bawah sadar seseorang. Walaupun ketika bertemu Lunaria, lebih tepat jika dikatakan ia memasuki sebuah dimensi lain ketimbang alam bawah sadar.

Namun kali ini Adrian tidak bisa melihat apapun di dalam kegelapan walaupun telah membuka kedua matanya lebar-lebar, berbeda dengan ketika ia masuk ke dalam dimensi milik Lunaria yang segera disambut dengan pemandangan kereta terbang.

Namun, ia masih bisa melihat lengannya sendiri karena ia menyadari kalau tubuhnya saat ini menghasilkan cahaya redup di sekelilingnya.

"Raina!"

Ketika menyadari tidak ada siapapun disana, Adrian mulai berjalan menyusuri kegelapan seraya memanggil nama temannya itu. Namun, tidak terdengar ada jawaban sampai akhirnya ia menemukan gadis yang ia cari sedang berdiri membelakanginya.

Tubuh gadis itu juga mengeluarkan cahaya redup di sekitarnya, sehingga Adrian bisa melihat jelas bahwa itu benar temannya.

"Raina, ayo kita pulang," Ajak Adrian.

Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya gadis itu membalas ajakan Adrian. "Pulang? Kemana?"

"Tentu saja ke dunia nyata,"

Raina segera membalikkan tubuhnya dan menatap Adrian secara langsung dengan tatapan tajamnya. "Tidak akan! Kau pikir aku bahagia disana? Dengan semua perlakuan mereka kepadaku?"

"Raina..."

"Aku yakin kasus perundunganmu itu bisa selesai! Asal kau memberikan-"

"Tidak akan semudah itu! Kau pikir sudah berapa lama aku menahan rasa sakit ini?"

"Kau tidak akan mengerti, karena kau tidak merasakannya! Sebaliknya, di tempat ini aku merasa nyaman, di dalam kegelapan, sendirian."

Sesuatu yang aneh mulai terjadi. Di sekitar tubuh Raina terlihat banyak aura-aura gelap yang mulai mengelilingi gadis itu.

"Ra-Raina?"

"Benar juga, jika aku selamanya berada disini, aku tidak akan pernah terluka lagi, bukankah solusinya sangat mudah?"

"Kau tidak boleh melakukannya! Jangan serahkan dirimu pada kegelapan!"

"Berisik! Kau pikir kau tahu segalanya tentang diriku?!"

Di saat itu juga aura kegelapan yang mengelilingi Raina makin menebal dan dengan cepat terhempas meuju Adrian. Lelaki itu lalu menutup mata seraya berusaha menahan benturan dari serangan tetsebut.

Namun, benturan yang ia tunggu-tungggu tak kunjung datang, lantas ia memberanikan dirinya untuk membuka kedua matanya.

"Lunaria?! Apa yang kau lakukan disini?"

Betapa terkejutnya dirinya ketika melihat sosok gadis yang sangat ia kenal yang tak lain adalah Lunaria tengah berdiri di hadapannya, menangkis serangan yang seharusnya ditujukan kepadanya.

"Aku datang untuk mengecek ketika merasakan sesuatu yang janggal di Sky Train," Ucap Lunaria seraya menatap gadis di hadapannya dengan tajam. "Tapi tidak kusangka akan seburuk ini."

"Tapi, bagaimana caranya? Bukankah ini alam bawah sadar Raina?"

"Apa kau lupa kalau aku adalah core Sky Train saat ini? Masuk ke alam bawah sadar seseorang adalah perkara sepele. Jika saja aku sedang tidak terkurung, masalah seperti ini seharusnya mudah kuselesaikan," Jawab Lunaria seraya tersenyum.

"Jadi, apa itu?" Tanya Lunaria lagi seraya menatap gumpalan aura gelap yang menyelimuti gadis di hadapan mereka.

"Aku juga tidak tahu! Bukankah kau yang merupakan core yang harusnya tahu mengenai hal itu?"

Sky Train [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang