Adrian memasuki gerbang tersebut bersama dengan Elena disampingnya. Dan yang ada di dalamnya benar-benar diluar apa yang diprediksikan oleh dirinya. Sebuah ruangan aneh yang di dominasi oleh warna putih segera menyambut penglihatannya.
Disana, banyak tabung-tabung bening serta dipenuhi dengan teknologi aneh yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk kedua matanya mulai sibuk menjelajah seluruh sudut ruangan tersebut.
"Ruangan pembangkit?" Tanya Adrian seraya berjalan mendekati Elena.
"Aku tidak tahu apa menyebutnya sebagai ruangan pembangkit adalah hal yang tepat. Tapi, energi yang menjalankan stasiun berasal dari tempat ini," Jelas Elena sambil kembali menguncir rambutnya yang sebelumnya terlepas dengan kunciran rambut dari sakunya.
"Ayo. Kita tidak boleh membuang-buang waktu disini."
Adrian dan Elena lalu mulai berjalan kembali ke arah sebuah pintu yang berada di dekat mereka yang diyakini sebagai pintu keluar dari ruangan itu. Ketika mereka membuka pintu tersebut, terlihatlah sebuah ruangan kosong dengan banyak jendela disana.
Namun, jendela-jendela tersebut hanya memperlhatkan hal yang sama, yaitu langit dan awan. Berkeliling di dalam bangunan ini sangat berbahaya, karena salah membuka pintu pun bisa membawamu ke dalam raungan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Adrian ingat ketika ia pertama kali datang ke bangunan ini, ia nyaris tersesat sebelum akhirnya bertemu Elena di perpustakaan.
"Ada dimana sekarang?" Tanya Adrian kebingungan melihat pergantian ruangan yang sangat cepat tersebut.
Elena lalu mengeluarkan alat aneh dari saku roknya. Benda itu berbahan metal berbentuk bulat pipih berwarna silver dengan beberapa ukiran aneh disana. Ketika gadis itu membukanya, sebuah jarum arah mata angin terlihat disana.
"Kompas?"
Dari alat tersebut, tiba-tiba muncul sebuah layar yang menampilkan gambar peta dari bangunan yang sedang mereka pijak saat ini. Adrian seperti sedang masuk ke dalam film science fiction ketika melihat teknologi canggih yang sering disebut hologram itu.
"Kita akan pergi ke aula menggunakan alat ini."
Melihat ekspresi Adrian yang tampak kebingungan, Elena mau tak mau harus menjelaskan apa yang akan ia lakukan dengan alat itu.
"Ini adalah salah satu artefak di stasiun ini. Hanya petugas berpangkat tinggi saja lah yang dapat menggunakannya," Jelas Elena seraya melangkahkan kakinya mengikuti panduan yang ada di peta.
"Apa itu berarti kau termasuk ke dalam petugas yang berpangkat tinggi?"
"Aku meminjamnya dari perpustakaan."
"Jadi itu sebabnya kau menjadi buronan," Ucap Adrian dengan tampang curiga setelah mendengar gadis di sampingnya mendapatkannya dari perpustakaan.
"Berisik! Aku hanya meminjamnya dan pasti akan mengembalikannya. Mereka saja yang terlalu pelit."
Mereka berdua asik berbicara hingga tidak menyadari kalau di depan mereka tengah berdiri gadis yang tidak mereka sangka akan mereka temui.
"Elena?"
Suara yang terdengar berikutnya membuat Elena membeku ditempat. Tepat dihadapan mereka, seorang perempuan lain yang tak lain adalah Irina sedang berdiri disana.
"Kita dalam masalah," Ucap Elena ketika melihat kakaknya itu sedang berdiri di hadapan mereka.
"Dan lelaki itu! Kenapa dia bisa bersama denganmu?" Tanya Irina lagi dengan kecurigaannya.
Adrian sendiri juga tidak menyangka kalau ia akan kembali bertemu dengan gadis yang hampir membunuhnya ketika berada di dalam Sky Train.
"Um, Kakak Irina yang baik hati, bisa ijinkan kami lewat?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Train [END]
FantasyPernah kah kau melihat kereta yang melaju di udara? Rumor mengatakan kalau berhasil menaikinya, kau akan mendapatkan kebahagian! Sedangkan yang lainnya mengatakan justru kau akan mendapatkan kesialan! Tidak ada yang pernah melihat wujudnya sehingga...
![Sky Train [END]](https://img.wattpad.com/cover/370955699-64-k565626.jpg)