🚫FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! HARAP BIJAK SAAT MEMBACA CERITA INI‼️
Nama yang menyandang gelar GELORA DAN API itu memang sulit untuk didefinisikan.
Keduanya sama-sama menyalakan kobaran dendamnya masing-masing.
Bagi Gelora, Api itu cowok...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hi, Chictaais back!
Vote, Vote, Vote, jangan sampai ketinggalan. Berikan komentar terbaik kalian di chapter ini, Dear.
Selamat membaca.
***
"RA!" panggil Radisha saat Gelora baru saja memasuki pintu kelasnya. Menyadari ada beberapa luka di bagian tubuh Gelora yang membuat teman-temannya terkejut. Karena, kemarin perempuan itu memang sempat tidak ada keterangan di absen kelas.
"ASTAGA, RA! KAKI SAMA TANGAN LO KENAPA?!" pekik Radisha dengan heboh lalu ikut duduk disebelah Gelora, memastikan lagi bagian tubuh Gelora yang penuh memar dan luka.
"Jangan bilang ini karena incident tawuran itu, Ra?!" tanya Elmeera memastikan.
April yang ikut mencemaskan sahabatnya itu ikut duduk di kursi depannya. "Bilang ke kita, Ra. Lo diapain aja sama anak Hitworld?!"
"Jawab dong, Lora! Alca juga ikut khawatir." Perempuan lugu berkuncir dua itu meremas tumbler pink miliknya.
"Gue tuh gakpapa," jawab Gelora santai. Menenangkan semua ke khawatiran teman-temannya. "Luka segini gak ada apa-apanya buat gue."
"Gakpapa gimana, Ra?! Lo pasti kena pukul sama si Vincent kan? Dasar banci," maki Radisha tak sabaran.
"Kena pukul sama lawan udah hal yang biasa kali, Sha."
"Iya, biasa buat lo. Tapi gak biasa buat kita," timpal Elmeera tersulut emosi. "Bilang sama kita lo diapain aja."
Melihat teman-temannya yang sudah mulai memanas. Gelora menghembuskan nafas panjangnya. "Sekali lagi gue tegasin sama kalian, kalau gue beneran gakpapa. Gue minta sama kalian jangan sekali-kali kita berurusan sama anak Hitworld, terutama Vincent."
"Kita memang nggak pernah nyari musuh, Ra. Tapi justru mereka yang coba main-main sama kita," ujar Radisha tegas. "Gue juga gak terima lo dilukain."
"Iya, gue paham. Biar gue jelasin dulu," kata Gelora. Mereka yang memang ingin tahu lebih lanjut memilih untuk mendengarkan penjelasan Gelora lebih dulu. "Ini memang ada kaitannya sama incident penyerangan waktu itu, tapi bukan berarti gue kena hajar sama anak Hitworld dan Vincent. Ini semua karena gue sama Api nyari jalan keluar saat kita kena kepung sama polisi."
"What!!" pekik mereka berbarengan.
"Gak ada jalan lain yang bisa kita lewatin, selain gue sama Api harus manjat tembok samping sekolah yang lo semua tau kalau itu tembok tertinggi di gedung sekolah," lanjut Gelora dengan jelas. Hal itu membuat teman-temannya mengangguk paham.