15. SALING BERHUBUNGAN

1.1K 50 8
                                        

Hi, Chictaa is back!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hi, Chictaa is back!

Hallo, Dear! Apa kabar kalian semua?

Aku ucapkan Terimakasih buat kalian yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini. Semoga cerita ini sampai ke hati kalian semua! ❤️‍🔥👀

Selamat membaca.

***

"Lo tau gue nggak pernah mau peduli sama setiap perempuan, siapapun itu. Tapi untuk kali ini, gue mau lo kabarin gue kemana pun lo pergi. Walaupun lo berat untuk ngelakuin itu," ucap Api menatap kearah manik coklat milik Gelora.

Gelora mencoba menelaah setiap ucapan yang Api keluarkan. Namun, ntah kenapa rasanya masih sulit untuk diterima di akal sehatnya.

Seorang Madhlava Api Tenggara? Bersikap seakan peduli terhadap perempuan yang notabenenya adalah musuhnya sendiri. Ternyata masih sulit untuk di percaya.

"Itu memang berat untuk gue lakuin, Api. Dan, nggak akan pernah gue lakuin. Itu privasi buat gue," Gelora membalas tatapan Api dengan keseriusan.

"Ya, gue tau itu—"

"Ya, kalau lo tau itu. Kenapa gue harus ngikutin semua kata-kata lo? Memangnya lo siapa?" potong Gelora lebih cepat.

Perkataan Gelora membuat ekspresi Api berubah seketika. "Ini bukan tentang gue siapa, dan lo siapa, Gelora. Gue juga nggak akan mau peduli sama lo kalau bukan karena alasan lain."

"Lo bisa kasih alasan itu sekarang ke gue. Apa alasan lo sok peduli sama gue? Kalau bukan untuk merencanakan hal lain," balas Gelora tak ingin bodohi.

Tiba-tiba rahang Api mengeras. Menahan diri untuk tidak lepas kendali atas emosinya. "Bukan gue yang sedang merencanakan hal lain. Tapi orang-orang bodoh yang sekarang lagi berurusan sama gue. Dan, gue cuma mau memastikan kalau bukan lo target yang dia tuju setelah dia nggak bisa melawan gue."

Gelora menautkan kedua alisnya. Benar-benar dibuat tak percaya dengan semua perkataan Api. Ini serius? Secara tidak langsung Api memperdulikannya karena dia tidak ingin Gelora dalam bahaya.

"Kemunculan lo dengan tiba-tiba  menyerang Vincent itu secara nggak langsung lo ikut bermasalah disini," lanjut Api. Mencoba untuk menjelaskan secara singkat.

Ekspresi Gelora kali ini terbaca dimata Api. Terlihat ada kejanggalan yang perlu Gelora pahami lebih lanjut.

"Gue yakin lo ngerti maksud dari ini semua. Pahami kata-kata gue. Karena gue nggak akan melakukan hal bodoh untuk hal yang nggak penting," kata Api. Lalu meninggalkan taman belakang sekolah disaat Gelora masih terdiam menelaah setiap kata yang di berikan oleh Api kali ini.

GELORAPITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang