🚫FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! HARAP BIJAK SAAT MEMBACA CERITA INI‼️
Nama yang menyandang gelar GELORA DAN API itu memang sulit untuk didefinisikan.
Keduanya sama-sama menyalakan kobaran dendamnya masing-masing.
Bagi Gelora, Api itu cowok...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hi, Chictaa is back!
HOPE YOU LIKE IT, DEAR!💗
JANGAN LUPA TEKAN BINTANG BIAR AKU CEPET UPDATE!⭐💋
Selamat membaca.
***
Segala sesuatu itu tak abadi, tak sempurna, dan tak utuh.
***
"Hi, sayang! Say hallo ke kamera, Nak."
Gadis kecil yang mengikuti arah kamera itu tersenyum sambil melambaikan tangannya, "Hallo! Aku Lora, dan ini Papi aku." Tangannya yang mungil memeluk erat seorang laki-laki yang tengah memegangi balon udara bewarna biru.
"Hallo! Saya David, Papi kesayangannya Lora," sapa David dengan tersenyum menatap kearah Gelora yang berada di pangkuannya.
"Sekarang Mami," kata Gelora dengan riang. Lalu kamera itu berputar kearah mereka bertiga. Menampilkan pemandangan yang sangat indah untuk keluarga kecil mereka.
"Hallo, saya Jasmine! Mami kesayangannya Lora," sapa Jasmine ikut tersenyum kearah kamera. Memeluk kebahagiaan yang mereka punya saat ini, yaitu keluarga yang harmonis.
"Dan kita ini adalah keluargaaa," lanjut mereka bertiga dengan kompak. "Sampai ketemu di video selanjutnya. Bye guys!"
Pemandangan di sore hari. Di sebuah pantai dengan ombak yang bersahabat, dan angin yang sejuk membuat moment ini menjadi lebih indah. Senyum diantara mereka juga menggambarkan sebuah kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan hal apapun.
Keluarga yang cemara, dengan kehangatan diantara mereka bertiga. Seakan tidak lagi di restui oleh semesta.
Rekaman video itu berakhir, bersama dengan jatuhnya air mata Gelora yang mulai membasahi pipinya. Di depan balkon kamarnya, Gelora membiarkan air matanya jatuh tanpa henti. Meluapkan rasa kesedihan yang selama ini ia pendam sendiri.
"Aku kangen sama kalian. I will love you forever kesayangannya Lora," lirih Gelora tersenyum getir kearah laptop. Ini menyakitkan, tapi inilah rotasi kehidupan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.