🚫FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! HARAP BIJAK SAAT MEMBACA CERITA INI‼️
Nama yang menyandang gelar GELORA DAN API itu memang sulit untuk didefinisikan.
Keduanya sama-sama menyalakan kobaran dendamnya masing-masing.
Bagi Gelora, Api itu cowok...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hi, Chictaa is back!
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK KALIAN DISINI GUYS.
VOTE AND COMMENT DARI KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK CERITA INI, SO JANGAN SAMPAI LUPA! ⭐💬
Selamat membaca.
***
"Gue disini itu tandanya gue ada buat lo," balas Api tak memindahkan pandangannya.
"Ada buat gue?" ulang Gelora.
"Iya, gue disini ada buat lo. Disamping lo, nemenin lo, dan ngelindungin lo."
Dari arah balkon kelasnya, Gelora diam-diam memperhatikan Api yang sedang bermain basket di lapangan bersama teman-temannya.
Perasaan ini masih sulit Gelora terima. Baginya, Api tetaplah manusia yang menyebalkan dengan semua tindakannya.
"Serius banget ngeliatin Api," suara yang datang dengan tiba-tiba membuat Gelora terkejut. Lalu menoleh kearah sumber suara yang kini sudah terdapat Radisha disebelahnya. "Naksir ya, Ra?"
"Ya, nggak lah! Gila aja kali gue naksir dia," balas Gelora kesal.
Mendengar itu Radisha tertawa. "Masa sih? Padahal udah ada kemajuan lo sama dia."
"Kemajuan apaan?" tanya Gelora tak biasa.
"Berangkat bareng yang menggemparkan satu sekolahan," balas Radisha. "Menurut gue ya, Ra. Api nggak seburuk itu buat lo harus benci terus-menerus sama dia."
"Sha, lo kayak nggak tau dia aja. Gimana bisa gue nggak benci sama dia atas semua perlakuan dia ke gue? Dia itu buruk, dan udah seharusnya gue benci sama dia," kata Gelora.
"Iya gue tau, cuma lo belum nemuin aja sisi lain dari Api sendiri. Nggak mungkin kan dia nggak punya sisi kebaikan? Espen juga mengakui kalau dibalik itu semua karena Api punya trauma di masalalunya," jelas Radisha membuat Gelora mulai bertanya-tanya dalam dirinya.
"Trauma?" ulang Gelora dengan wajah kebingungan.
"Iya, nanti lo juga bakal tau tentang Api lebih dalam karena yang gue liat Api juga mulai tertarik sama lo," balas Radisha mengulas senyumannya.
Gelora menautkan kedua alisnya. Menatap Radisha penuh penekanan. "Ngaco lo, Sha! Kalau ada yang dengar gimana? Gue nggak mau ya jadi bahan perbincangan orang-orang lagi."
"Itu fakta, Gelora. Lo tinggal tunggu waktu aja," kata Radisha enteng.
"Gue sama dia nggak akan menyatu. Dan kalaupun ada waktu yang menyatukan kita berdua, gue yang akan menghindari waktu itu, karena bagi gue itu mustahil." Gelora penuh keyakinan untuk menjawab perkataan Radisha yang tidak masuk di akal sehatnya. Api tetap lah Api baginya, dan tidak akan pernah bisa menyatu dengan Gelora yang mempunyai kobaran yang sama.