11. KESIMPULAN YANG SALAH

1.3K 163 240
                                        

Hi, Chictaa is back!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hi, Chictaa is back!

Klik bintang jangan sampai lupa, dear!

Selamat membaca.

***

"Kenapa diam? Lo takut gue hamilin, hm?"

Deg.

Gelora sontak membeku. Mendengar penuturan dari cowok itu membuatnya hampir kehilangan kesadarannya. Cowok itu memang benar-benar gila.

Melihat kepanikan di wajah Gelora, lantas cowok itu tersenyum menyeringai. Ia merasa puas pada saat itu.

"Biasa aja kali," kata Api terlihat santai. Ia sama sekali tidak merasa ucapannya adalah sebuah kesalahan. "Kayak lo baru pertama kali aja."

What?! Cowok itu bahkan semakin menjadi-jadi. Gelora melotot di buatnya, cowok itu memang tak tau tempat kalau memancing emosinya.

Gelora menatap Api dengan tajam. "Lo tuh emang bener-bener, ya!!" sergah Gelora. Tak habis pikir dengan ucapan cowok itu dengan entengnya bicara tanpa di filter terlebih dahulu.

"Niat lo apa sih? Ajak gue ke apartemen kayak gini?" tanya Gelora, dengan suasana hatinya yang masih panas akibat cowok itu. "Kalau lo pikir gue bisa lo pakai dengan gampang seperti cewek-cewek lain di luar sana. Lo salah besar, Api! Karna gue bukan mereka yang bisa lo permainkan dengan mudah. Ngerti lo?!"

"Udah? Udah ngomel-ngomel nya?" tanya Api balik. Bahkan dia sama sekali tidak menggubris pertanyaan dan celotehan yang perempuan itu berikan.

Merubah posisi tubuhnya, Api memiringkan sedikit wajahnya untuk bisa melihat jelas wajah Gelora yang berada di hadapannya.

"Aman," bisik Api tepat di telinga Gelora. Suaranya yang berat membuat Gelora terdiam. "Lo aman sama gue."

Merubah posisinya kembali, Api tersenyum miring. "Tenang aja, gue gak sebejat itu."

Kata itu memang benar adanya tanpa di buat-buat oleh cowok itu. Meskipun demikian pasti perempuan itu tak akan pernah bisa percaya dengan kata-katanya, menurutnya setiap ucapan yang cowok itu berikan hanyalah omong kosong.

"Bullshit! Lo bisa bilang diri lo nggak bejat, tapi lo brengsek!" balas Gelora tak tanggung-tanggung. Emosinya masih sulit di hilangkan.

Api mengacuhkan pundaknya. "I know that,"

Tanpa aba-aba lebih dulu, Api menggendong tubuh Gelora ala bridal style. Tindakan Api yang secara tiba-tiba itu membuat perempuan itu memberontak.

GELORAPITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang