Chika dan Ara sudah berada dalam mobil , sepanjang perjalanan Ara tak berhenti mengoceh hal hal yang sangat rendom membuat Chika lagi lagi tertawa
" Chik , coba Lo tebak siapa orang yang kalo di isengin ga pernah marah " ucap Ara tetap fokus menyetir mobilnya
"Ga adaaa , yang namanya orang di isengin pasti marah lah "
"Kata siaaaapa , ada ko yang ga marah "
"Siapa coba ? "
"Yassica tamaaaraaaah hahahaha "
"Tamara !! Ga pake h ! " Ralat Chika
"Ga nannya , bodo amat "
"Mulai deh ngeselinnya kambuh lagi "
"Justru ituu Chik , orang ngeselin kaya gua tuh pasti ngangenin "
"Boro boro kangen sekarang aja gue udah sumpek Deket Deket sama Lo "
"Yang bener aaaaje ruuuuugi dong " jawab Ara dengan tampang tengilnya
"Cepetan deh ngomong terus dari tadi ga cape apa ? Kapan nyampenya coba , emang mau kemana sih "
"Kita ke mall , Timezone okeh ga "
"Kenapa harus sejauh ini kalo cuma ke mall, kan bisa yang Deket sekolah " protes Chika yang akhirnya jengah tak habis pikir dengan Ara
Ara hanya tersenyum santai melirik sekolah ke arah Chika
"Sengaja biar lama , soalnya gua suka Deket Deket sama Lo , pacaran aja yok " jawab Ara santai
"Gak , gue suka sama Vivi " ujar Chika yang langsung merutuki kebodohannya
Seketika wajah Ara terlihat berubah menjadi datar , suasana menjadi canggung dalam sekejap
"Gua gapapa ko kalo emang Lo sukanya sama Vivi ,gua seneng kalo Lo seneng "ucap Ara lembut namun sedikit bergetar , bohong jika hatinya tak sakit kala Chika mengatakan ia menyukai orang lain , namun Ara mencoba untuk tidak egois
"Ra guee... "
"Gapapa chikaa, kalo gitu sebagai gantinya Lo harus abisin waktu Lo hari ini sama gua , mau kan " potong Ara menghentikan ucapan Chika di akhiri dengan tawanya
"Chika sialan kenapa Lo bego gini sih , ini kesempatan Lo chikaaa bego bego bego banget " batin Chika terus merutuki kebodohannya
Tak lama akhirnya mobil mereka sampai di gedung mall yang terlihat sangat luas
"Yuk turun " ajak Ara menatap Chika
Chika menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu keluar dari mobil Ara
Ara kembali meraih tangan Chika menggenggam tangannya memberikan rasa nyaman dan aman pada Chika
Keduanya memasuki mall yang luas
Ara menatap Chika dengan senyuman yang terlihat sangat teduh
"Mau blanja Snack ? " Tanya Ara yang langsung di angguki semangat oleh Chika
Setelah mendapatkan jawaban dari Chika Ara menarik lengan Chika berlari dengan riang , Chika tak dapat mengalihkan pandangannya ia melihat sisi lain dari seorang Ara , ia melihat kebahagiaan di raut wajahnya yang selalu datar , ia melihat kehangatan yang biasanya terlihat dingin , ia melihat Ara hidup kali ini seolah tak memikul beban , Chika ikut tersenyum terus mengikuti kemana Ara membawanya
"Nahh ayo kita jajan sepuasnya " ucap Ara setelah sampai di tempat yang penuh dengan beraneka macam Snack berjejer dengan rapih
"Secukupnya ajagasih , ga usah banyak banyak" ujar Chika menatap Ara
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Ara Untuk Chika
Teen Fictiongamau tau pokonya bikin cerita ini karna gamon zahra gabrielo natio harlan adalah seseorang yang memiliki sejuta pesona yang dapat mengalihkan dunia siapapun yang melihatnya, sifatnya yang nakal menambah kesan ketampanannya semakin terlihat, namun...
