balkon

250 14 5
                                        

Sesampainya Ara di rumahnya ......

Ara masuk kedalam rumahnya yang terlihat sepi tak berpenghuni, Ara memang terbiasa dengan kesepian, namun kali ini hatinya bertanya tanya kemana sang bunda pergi .

Ara berjalan menuju dapur untuk mencari seseorang yang ingin ia temui namun hasilnya nihil karna di dapur tidak ada siapapun

Ara beralih membuka tutup saji makanan untuk melihat apa yang bisa ia makan , namun yang ia temukan hanyalah kertas berisi tulisan tangan sang bunda

"Ara hari ini bunda ada miting ,mungkin bunda bakal pulang malem, maaf ya bunda ga sempet buat masak , kalo kamu lapar beli makanan di luar aja .bunda Ara ..."

Ara tersenyum   kecut lalu pergi menuju kamarnya yang berada di lantaii atas

Ara merebahkan badannya di kasur sedikit menghela nafas , matanya menatap lurus ke langit langit kamar , sejenak Ara membayangkan wajah cantik Chika yang entah mengapa selalu menyalurkan semangat pada diri ara, namun detik berikutnya Ara mengingat perlakuan ayah Chika yang melindungi chika

Lagi lagi Ara menghela nafasnya

"Lu beruntung Chik " lirih Ara lalu beranjak dari kasurnya memutuskan untuk membersihkan tubuhnya

......

Chika sedang berkumpul dengan keluarganya di ruang tv

"Kak, kamu pacaran sama Ara " tanya anara memancing

"Engga mah " jawab Chika seadanya

"Boong tuh mah " sambung crishty

"Dihhh siapa yang boong , orang emang ga pacaran ko " sinis Chika ta terima

"Husss , ko malah jadi debat " lerai anara

"Kitty nohhh mulai duluan" adu Chika  yang langsung mendapatkan delikan mata crishty

"Kitti NIHHH miliy diliyin nyinyinyinyi " ledek crishty sambil pergi meninggalkan Chika dan anara yang menatapnya

BUGHHH....Chika melemparkan bantal yang ia pegang pada crishty, namun tak crishty hiraukan

"Ngeselin banget punya adek " Grutu Chika

"Kak, bunda mau ngomong"

Chika yang masih menggerutu pun langsung menoleh menatap anara dengan serius

"Ngomong apa mah "

"Kamu jangan berantem terus ya sama Kitty, harus akur, besok mamah sama papah mau pergi keluar kota karna ada kerjaan yang ga bisa di tinggal "

"Lohh ko ngedadak banget sih " rengek Chika

"Engga mendadak sebenernya udah dari lama cuma mamah baru sempet bilang sekarang gapapakan ?"

Chika menghela nafasnya sedih

"Ko tumben banget sih mamah ikut, biasanya juga kan engga "

"Sayaaaang , kali ini mamah juga harus ikut , kesian papah kamu kalo di luar kota sendirian soalnya lama "

"Oooh jadi mamah lebih sayang papah gitu , papah kan udah tua bisa jaga diri sendiri harus banget ya sama mamah ?"

"Iya dong jelas mamah pasti lebih sayang sama papah " ucap Tama yang tiba tiba datang

Chika yang kesal hanya mendelikkan matanya malas

"Papah ngalah dong , biarin mamah di siniii ga usah ikut pergi keluar kota "rengek Chika

"Yaa gimana , masalahnya kan itu kerjaan dari perusahaan mamah Kamu , ya otomatis mamah kamu harus ikut "jelas Tama yang di angguki oleh anara

Chika memanyunkan bibirnya lucu hingga Tama tersenyum

Kisah Ara Untuk Chika Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang