Ara benar benar bingung dengan situasi saat ini , ia sama sekali tak mengenal sosok Gracia namun mengapa sosok Gracia ada dalam halusinasinya, mengapa Gracia tau siapa orang tua Ara , mengapa Gracia menangis , Ara terus bertanya tanya dalam dirinya
Sama halnya dengan Gracia fikirannya terus berputar mencari cara dan menyusun kata untuk menjelaskan semuanya pada sosok yang selama ini ia dan keluarganya cari
"Ara, kamu orang yang selama ini aku cari, kamu adik kandung Cici Ra "kalimat itu keluar dari mulut Gracia dengan lantang
Suasana menjadi semakin hening fikiran Ara semakin berkecamuk, bibirnya menutup rapat enggan untuk terbuka ,Ara menggeleng gelengkan kepalanya mencoba untuk tidak mengingat apapun
"Gila " satu kata yang keluar dari mulut Ara
"Ra pliss , coba kamu inget , ini Cici yang sering main kejar kejaran sama kmu , dulu kita ga bisa kepisah walaupun cuma sebentar ,Ra , pliss " mohon Gracia bersamaan dengan airmatanya yang semakin membanjiri pipinya
"Ini ga masuk akal , mungkin bisa aja lu salah orang " Ara
"Engga , kamu yang selama ini Cici cari , pulang sekolah kamu ikut Cici kerumah bunda ya , mereka selalu ga berhenti nyari kamu Ra " tutur Gracia penuh harap meraih lengan Ara dengan lembut
Ara menepis lengan Gracia
"Jangan keras kepala !! ,gua yakin lu salah orang , gua punya keluarga dan gua sama sekali ga kenal sama lu , ini pertamakali gua liat lu " sentak Ara
Shani dan Chika yang sebenarnya tak pergi mendengar semua percakapan Ara dan Gracia cukup terkejut dengan apa yang mereka dengar di balik pintu
Shani ingin menghampiri Gracia namun Chika terus melarang
"Aku ga bisa liat Gracia nangis kaya gitu Chik ,aku ga bisa liat Gracia di bentak kaya gitu , gabolehh !! " Marah Shani
"Sabar kak , kita harus kasih waktu buat mereka ,pliss tahan sebentar lagi "ujar Chika
Perlahan Shani kembali tenang dan mendengarkan saran Chika untuk tetap memberi waktu
"Ara pliss kamu ga mungkin lupa kan sama Cici , Ra kamu di ancem ? Bilang sama Cici !! "....
"Ayo Ra kita pulang , kita kumpul sama sama lagi " sambungnya tak menyerah untuk membujuk ara
"Omong kosong !! Sekali lagi gua kasih tau sama Lo , GUA PUNYA KELUARGA GA ADA SIAPAPUN YANG ANCAM GUA ," bentak Ara kembali dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya
Gracia terdiam memejamkan matanya sesaat ketika Ara membentaknya dengan suara tinggi
Sedangkan Shani yang tetap mendengar dari luar diam diam mengepalkan tangannya
"CICI TAU KAMU BOHONG RA !! , kamu inget Cici kan ,iyakan Ra ?? " Ucap Gracia masih kekeh
Ara menggelengkan kepalanya di sertai dengan desisnya lalu berbalik untuk meninggalkan Gracia yang keras kepala
Namun sialnya dengan cepat Gracia meraih lengan Ara dengan kuat menghentikan langkah Ara
"Ra , kamu ga kangen kita sama sama lagi kaya dulu ??, kamu ga kangen kita main kita ketawa sama sama , kamu ga kangen main PC sama ayah ? , kamu ga kangen masakan bunda ? Dulu kamu suka banget kan sama cumi balado buatan bunda ,kamu pasti nangis kalo Cici abisin cumi yang bunda masak terus kamu ngadu sama bunda sambil nangis bilang "bunda Cici nakal harus di pukul " ga mungkin kan kamu lupain itu Ra " ucap Gracia memberi jeda sebelum kembali berucap
Ara yang mendengar penuturan Gracia kembali merasakan sakit di kepalanya , bayangan bayangan yang membuatnya bingung kembali menyerang ingatannya
" Cici masih simpen foto kita , bahkan Cici masih simpen Poto kamu yang pertamakali copot gigi haha itu lucu kan Ra , dulu kamu sampe ketawa ketawa sendiri karna liat foto itu , selain foto Cici juga masih simpen kalung cincin yang kamu kasih ,Cici ga pernah lepas kalungnya Ra , ini , liat Ra Cici masih pake "lanjut Gracia menunjukkan kalungnya yang tergantung di lehernya dengan indah
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Ara Untuk Chika
Tienerfictiegamau tau pokonya bikin cerita ini karna gamon zahra gabrielo natio harlan adalah seseorang yang memiliki sejuta pesona yang dapat mengalihkan dunia siapapun yang melihatnya, sifatnya yang nakal menambah kesan ketampanannya semakin terlihat, namun...
