10.

4.5K 142 0
                                        

Ke esokan harinya, Hiro terbangun tak melihat siapapun di ruangan itu, ia kembali mengingat kejadian semalam, dengan tergesa-gesa ia langsung pergi ke kamar asrama nya. Kini Hiro harus memikirkan bagaimana caranya agar tidak tertangkap kembali oleh demyan dan yang lain.

Saat memasuki kamar nya ia sempat bertatapan dengan jayden yang memiliki wajah bingung lantas ia pun langsung segera bersiap "kau.. Darimana?" Tanya jayden

"Aku.. Semalam setelah demyan berbicara aku langsung pergi ke ruangan pak mike. Nah ibuku menelpon Hhhe" Jayden hanya mengangguk dan segera pergi ke kelas.

Di kelas, nani benar benar tidak fokus sampai tak menyadari jika jam istirahat telah tiba. Ia di kaget kan oleh sky yang menepuk bahu nya "ada apa?" Tanya sky.

Nani menoleh kepada sky ia ingin bertanya tetapi ia ragu "sky.. Lu percaya soal vampir gk?" Sky terdiam Menatap wajah Hiro yang penasaran.

"Lu percaya gak sih kalo di jaman ini masih ada yang namanya vampir?"

Sky berpikir sejenak sampai akhirnya ia mengangguk "tapi lu percaya gak sih sama yang namanya tuannya para vampir? Atau mereka selalu manggil tuan vampir itu dengan sebutan eve"

"Aku tidak tahu jika Eve di dunia ini ada, tetapi aku pernah membaca buku tentang dunia mereka dan Eve benar benar ada di dunia nya. Itu karena banyak yang membuat sebuah kontrak atau perjanjian dengan para vampir" Akhirnya hiro mengangguk.

"Memang nya ada apa?"

"Ah.. Kemarin gue cuma mimpi tentang vampir dan mereka manggil gur dengan sebutan Eve. Jadi gue penasaran"

"Mereka tidak keluar di siang hari. Mereka akan keluar pada saat hari sudah mulai gelap, jadi aku saran kan untuk tidak keluar malam hari lagi" Sky pun pergi dari kelas menuju ke kantin.

Malam nya Hiro benar benar tidak keluar seperti biasanya, biasanya ia akan pergi ke taman belakang untuk menghirup udara malam, tapi hari ini ia mengingat perkataan sky untuk tidak keluar saat hari sudah gelap.

"Tumben gak keluar" Tanya Chris.

"Hhe enggak gue gak mood buat keluar" Chris pun mengangguk, tak lama jayden dan nicco datang membawa camilan.

"Wahh kalian dapet dari mana" Tanya Matteo dengan gembira.

"Ya beli dong. Kebetulan kita di suruh sama Sebastian buat beli bahan makanan di supermarket"

"Eh beneran? Kalo tau gitu mah gue pengen nitip rokok" Ucap Hiro

"Lu ngerokok?" Tanya jayden, Hiro mengangguk sebagai jawaban. Tak ada lagi pertanyaan, mereka mengobrol dengan memakan cemilan yang jayden dan nicco beli.

Kini mereka semua sudah tertidur karena sebelumnya Sebastian datang dan menyuruh mereka untuk tidur. Sedangkan Hiro sendiri ia sulit untuk memejamkan mata nya, di dalam kegelapan ia menatap langit langit sendirian. Tiba tiba sebuah panggilan kembali terdengar di telinga nya, merasa semakin mendekat ia dengan takut langsung menutup dirinya dengan selimut dan memejamkan matanya.

Terasa sebuah tangan mengelus rambut nya dengan lembut, sungguh situasi yang sangat menegangkan baginya. Setelahnya, orang itu pun pergi karena terdengar sebuah pintu yang tertutup, dengan nafas lega Hiro kembali membuka selimut nya "siapa orang itu" Gumam nya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk tidur.

Tiga hari berlalu asrama saat ini mengadakan sebuah pesta mewah dengan murid perempuan yang memakai gaun dan untuk para murid laki laki dengan setelan jas berwarna hitam. Di sini Hiro merasa aneh, bukan kah ini pesta? Kenapa tema pesta ini benar benar gelap? Pikir nya.

Di aula yang kini menjadi tempat pesta, seorang wanita datang menuruni tangga dengan gaun hitam yang mewah, dengan tiba tiba berjalan menuju ke arah Hiro sembari tersenyum.

Hiro yang sedang menikmati minuman nya kini merasa canggung saat wanita itu menatap nya "kau.. Hiro Andersson" Ucapnya.

Nani sempat melirik kepada teman teman nya dengan raut wajah yang bingung "ah, benar" Wanita itu hanya tersenyum sembari mengelus tangan Hiro dan pergi ke ruangan lain.

"Huh? Siapa dia?" Tanya nya menoleh kepada teman teman nya.

"Itu Jamie dan prim. Prim adalah mantan kekasih demyan" Hiro terkejut ketika mendengar jayden berbicara.

"Benarkah?"

"Hhha kau baru menemuinya kan?" Tanya nicco.

"Prim adalah orang yang gue sukai" Ucap Matteo tiba tiba.

"Eh jadi.. "

"Walaupun dia mantan demyan tapi mereka tidak saling menyukai, itu hanyalah hubungan yang di buat buat" Lanjut Matteo. Hiro pun mengangguk mengerti dengan yang di ucapkan oleh Matteo.

Pesta telah di mulai, di tengah tengah perbincangan para siswa, seorang pria datang dan menaiki panggung dengan setelan yang elegan ia tersenyum kepada semua murid, dia adalah mike kepala sekolah di asrama itu.

"Setiap tahun nya, kita selalu mengadakan pesta dengan nuansa gelap ini. Itu menjadi sebuah kebiasaan untuk kita semua, jadi mari kita nikmati pesta ini dengan minuman yang ada di meja kalian" Semua siswa bertepuk tangan dengan gembira.

Minuman di tuangkan oleh para pelayan di sana, Hiro merasa heran ketika minuman itu di tuangkan, kenapa kental sekali? Pikirnya.

Ia menoleh kepada semua teman nya, mereka juga tidak berani untuk meminum nya "kenapa minuman ini sangat kental. Ini tidak seperti tahun sebelumnya" Ucap Matteo.

Mereka terdiam melihat sekeliling, semua murid tidak ada yang meminum minuman itu, tapi tidak dengan blue. Ia menatap ke arah hiro karna meja mereka memang sangat dekat.

Tiba tiba salah satu siswa dari kelas lain berteriak karena minuman itu ternyata adalah darah sapi. Ia bergetar dan tidak sengaja menjatuhkan gelas nya sehingga mengotori lantai putih di sana, suasana kini menjadi riuh dengan para murid yang heboh.

Melihat noda merah yang ada di lantai membuat Hiro kembali teringat dengan kejadian yang menimpa blue, karena nani lah yang menjadi saksi mata ketika darah itu mengotori jalanan.

Dengan langkah mundur ia menutup mulut nya, merasa mual saat kejadian itu terus berputar. Ia keluar dari aula itu tanpa di ketahui oleh siapapun, kecuali blue yang memang sudah mengetahuinya, ia langsung menyusul Hiro keluar dari sana.

Di luar Hiro terkena serangan panik sehingga membuat nya terjatuh di lantai "tidak.. Itu bukan salah gue" Tubuhnya terus bergetar.

Tak lama blue datang dan langsung menenangkan nya "aku di sini Hiro, tenanglah" Hiro menatap blue dengan air mata yang keluar.

"Blue.. Aku. Maafkan aku" Ia memegang wajah blue dengan bergetar. Ia menangis di dalam pelukan blue.

Blue yang memang masih memiliki perasaan kepada Hiro pun memegang tangan Hiro dan mencium telapak tangan nya "ini bukan salah mu. Aku kembali Hiro, aku masih mencintaimu" Hiro menatap blue yang juga menatap nya.

"Blue.. Aku.. " Ucapan nya terhenti ketika tangan nya merasakan dada blue yang tidak berdetak. Dengan mengusap air matanya ia membuat raut wajah bingung menatap dada itu dan kembali menatap blue.

Sedikit pengetahuan ku Eve itu istilah yang di gunakan untuk menyebut tuan dari vampire (servamp).

Dan servamp itu sendiri adalah seseorang yang membuat sebuah kontrak yang terjalin antara manusia dan vampire. Hal itu terjadi jika seorang manusia memberikan sebuah nama dan suatu benda pada vampire tersebut. Namun kontrak bisa saja dibatalkan jika Vampire tersebut tidak memakan darah manusia yang menjalin kontrak dengan si vampire selama 24 jam.

Vampire obsession bxb (Tamat) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang