28🔞

3.2K 71 1
                                        






Demyan membuka kemeja putih nya di hadapan Hiro. Sedangkan Hiro hanya bisa menatap nya kagum sembari menelan ludah nya. Ia mendongak menatap wajah demyan karena sadar jika demyan berhenti dan tengah menatap ke arahnya "apa yang kau pikirkan?"

'Kenapa gue baru sadar kalo demyan setampan ini. Ya ampun.. Mana badan nya bagus banget lagi' Hiro langsung menutup wajah nya karena merasa malu.

Telinga nya memerah, membuat demyan langsung terkekeh dan berbaring meletakan kepala nya di pangkuan Hiro "apa kau benar benar mencintaiku sekarang?" Tanya nya.

Hiro membuka wajah nya dan melihat ke bawah menatap wajah itu dengan penuh keterkejutan. Ia ragu untuk mengelus wajah itu, tanpa di sangka tangan lain membawa nya untuk di letakan di wajah nya.

Hiro terdiam, ia mulai mengelus wajah itu dengan lembut "aku tak tahu kapan perasaan itu muncul. Tapi aku mulai merasakan aneh pada diriku ketika kau mendiamkan ku"

Demyan menatap wajah Hiro, ia sungguh terpesona menatap wajah nya. Tatapan nya beralih ke arah jendela, menatap bulan yang terlihat terang hingga bisa menyinari kamar mereka.

"Bagaimana jika aku meninggalkan mu?" Hiro diam lalu mengusak rambut demyan dengan lembut.

"Aku tidak tahu. Entah aku akan lupa dengan mu atau aku akan bersama orang lain. Maka dari itu, berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku"

Seketika suasana menjadi hening, hanya terdengar suara gemuruh angin dari luar "aku mengantuk. Bolehkan aku tidur dalam pelukan mu?" Tanya Hiro.

Demyan tersadar dan segera memposisikan dirinya untuk membawa Hiro ke dalam dekapan nya. Tanpa berpikir lama lagi Hiro langsung terbaring di lengan demyan yang menjadi bantalan untuk nya.

Hiro memeluk erat tubuh demyan, wajah nya menyatu pada dada nya. Terdengar sunyi, tak ada detak jantung yang bisa Hiro dengar.

Tangan dingin demyan menyapa punggung nya yang langsung membuat nya terdiam. Walaupun begitu, Hiro merasa nyaman dan aman di dalam dekapan nya "aku mencintaimu, Hiro" Bisik nya.

Hiro tersenyum dan segera menutup matanya, menuju alam mimpi dan berharap jika mimpi yang datang adalah mimpi indah untuknya.

Ke esokan harinya, Hiro terbangun merasakan sesuatu yang aneh di bawah nya. Dengan perlahan ia membuka matanya dan melihat di depan nya demyan sudah mengangkat sebelah kakinya ke atas.

Dengan penuh keterkejutan ia berusaha untuk lepas dari demyan "a-apa yang kau lakukan" Demyan tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya bersikap seolah itu adalah hal biasa.

"Tidak apa apa kan? Aku menginginkan kan nya" Hiro menelan ludah dan kembali menghentikan demyan ketika ia akan memasukan milik nya.

"Tu-tunggu ini masih pagi. Aku harus ke kelas" Demyan menghela nafas nya kasar merasa kesal karena terus di hentikan oleh hiro.

Tanpa persetujuan sang empu, demyan langsung memasukan miliknya sehingga membuat hiro sedikit terhentak ke atas "akhh" Hiro meringis kesakitan pada lubang nya.

Sedangkan demyan hanya tersenyum licik ketika melihat wajah ilegal hiro "ahhh ini sangat nyaman" Ucapnya. Demyan mulai menggerakan pinggulnya, memberikan kenikmatan untuk hiro.

"Enghh demyanh aku harus ke kelashh" Hiro masih berusaha untuk bisa terlepas dari demyan.

Dengan tubuh yang terus bergerak ke atas ke bawah ia mulai merasakan kenikmatan di dalam nya. Ketika demyan menemukan titik sensitif nya "ahhh~" Hiro melenguh mendongak kan wajah nya merasa nikmat.

Vampire obsession bxb (Tamat) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang