13.

2.8K 127 7
                                        




    Malam harinya saat Hiro sedang mencuci tangan nya di toilet. Tiba tiba Oliver datang dan langsung menarik tangan nya ke belakang, tubuhnya terpojok pada dinding "akhh apa yang lu lakuin" Hiro mencoba melepaskan tangan nya tapi Oliver lebih kuat darinya.

"Tentu saja untuk darah mu"ucapnya sedikit berbisik di telinga. Hiro kembali mencoba untuk melepaskan diri dari Oliver, tapi itu tetap sia sia. Sehingga akhirnya ia pun memilih untuk pasrah

Oliver melepaskan tangan Hiro dengan masih menahan tubuhnya. Ia membuka kerah baju Hiro hingga ia dapat menarik nya ke belakang. Setelah terbuka ia langsung menggigitnya membuat Hiro meringis kesakitan "akhh"

Setelah merasa cukup, Oliver langsung pergi meninggalkan Hiro. Sedangkan Hiro langsung terduduk merasakan lemas.

Setelah merasa tidak lemas, Hiro langsung kembali ke kamar nya dan berganti pakaian. Ia menidurkan dirinya di kasur menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong.

Tiba tiba ia merasakan ada seseorang yang juga menaiki kasur milik nya. Saat ingin melihat, orang itu dengan cepat langsung memeluk nya dari belakang.

Hiro terdiam merasakan hembusan nafas dari orang itu "apa Oliver mengigit mu?" Hiro tau siapa pemilik dari suara ini. Ia tak menjawab, hanya terdiam merasakan tangan yang semakin memeluknya dengan erat.

Tak lama terdengar suara dengkuran halus dari demyan 'apa dia tertidur?' batin nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak lama terdengar suara dengkuran halus dari demyan 'apa dia tertidur?' batin nya. Hiro pun akhirnya memilih untuk ikut menutup matanya.

   Ke esokan harinya Hiro terbangun dan tak melihat keberadaan demyan disana. Ia tak mempedulikan nya dan memilih untuk bersiap serta membangun kan teman teman sekamar nya.

Hari ini ke anehan kembali terjadi ketika ia memasuki kelas nya semua murid tersenyum aneh kepadanya. Membuat Hiro menjadi kebingungan, serta sky yang menjadi diam tak berbicara padanya.

Kelas nya selesai dengan cepat, Tiba-tiba ia di panggil oleh kepala sekolah yang tak lain adalah mike.

Dengan cepat ia berjalan menuju ruangan mike, disana ia langsung di persilahkan untuk segera duduk. Ia terduduk menatap mike yang masih fokus pada laptop nya "bukan kah kau ingin menelpon orang tuamu?" Hiro terdiam.

Mike tersenyum dan langsung menyuruh asisten nya untuk memberikan ponsel kepada Hiro.

Hiro langsung menerimanya dan meminta ijin untuk berbicara di luar. Setelah mendapat ijin ia langsung pergi ke taman belakang dan langsung menelpon sang ibu.

Telpon itu tersambung dan membuat Hiro sedikit merasa senang "ibu... " Tak ada jawaban dari ibunya.

"Apa ibu membuat perjanjian dengan keluarga Alexander dan memberikan nama ku untuk mereka?"

"Hiro.. Ibu benar benar minta maaf. Ini demi keluarga kita"

"Apa maksud ibu"

"Vampire.. Dulu nenekmu membuat janji dengan tuan Alexander yang seorang vampir. Tapi tiba-tiba keluarga kami membatalkan perjanjian itu karena mereka meminta darah dari tuannya. Tuan Alexander merasa marah dan mengancam akan membunuh semua keluarga kita. Tapi... Saat itu ibu berjanji bahwa ibu akan memberikan mereka eve setelah kau lahir. Ibu melewatkan 19tahun dan saat kau mendapatkan kasus di sekolah, ibu langsung membawamu ke asrama mike. Asrama itu adalah tempat dimana keluarga kita memberikan perjanjian, dan mike adalah tuan Ale-"

Belum sempat melanjutkan perkataan nya Hiro sudah lebih dulu mematikan telpon itu karena merasa marah dengan sang ibu. Ia kembali ke dalam dan memberikan telpon itu kepada mike.

Setelah itu Hiro pun pergi ke kamar nya. Tapi saat ingin memasuki kamar itu demyan membuat Hiro tak sadarkan diri dan langsung menggendongnya menuju kamar milik nya.

  Saat terbangun Hiro langsung melihat ke arah jendela, dan ternyata hari sudah berganti malam. Ia melihat lihat ke sekitar tak menemukan keberadaan demyan.

Hiro pun turun dari kasur dan melihat lihat seluruh sudut dari kamar demyan, hingga ia menemukan sebuah pintu menuju sebuah ruangan kosong.

Hiro penasaran dan memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan itu. Di sudut ruangan itu terlihat sebuah lukisan yang tertutup oleh kain hitam.

Ia membuka nya dan terlihat lah seorang wanita cantik dengan kulit yang pucat, serta wajah bergaris keturunan Eropa. Ia menatap lukisan itu sehingga tiba tiba tangan nya di tarik oleh demyan keluar dari ruangan itu.

Di luar demyan membanting Hiro hingga tersungkur di lantai "apa yang kau lakukan! Tidak seharusnya kau memasuki ruangan itu sialan!"

Hiro langsung menatap demyan marah "apa lu bilang? Sialan? Lu... Lu bener bener brengsek" Ia menatap demyan penuh amarah dan langsung pergi dari sana.

Tapi demyan kembali mencegahnya dan langsung menarik Hiro kembali ke kasur dan mengukung nya. Hiro memberontak sehingga demyan langsung mengigit leher nya "akhh lepashh" Demyan terus menyedot darahnya hingga Hiro mulai merasakan lemas.

Demyan terhenti ketika menyadari jika ia menyedotnya dengan berlebihan. Ia menatap wajah Hiro yang mulai pucat, ia pun dengan terburu buru mencari obat penambah darah agar Hiro tidak anemia.

Hiro tak membuka mulut nya, mau tak mau demyan memberikan nya dari mulut ke mulut. Setelah itu Hiro tak sadarkan diri, walaupun begitu demyan merasa lega karena Hiro tak akan anemia saat ke esokan harinya terbangun.

   Ke esokan harinya Hiro terbangun, walaupun tidak merasakan pusing tapi tubuhnya masih terasa lemas. Ia mendudukan dirinya dan langsung bersandar. Tak lama demyan datang membawakan nya air serta obat "minumlah agar kau tak merasakan lemas" Ucapnya lembut.

Tapi Hiro tak menghiraukan nya karena ia masih merasa kesal pada demyan. Padahal demyan sendiri lah yang membuat nya seperti ini.

Melihat Hiro yang masih diam demyan pun mencoba untuk memaksa nya tapi saat ingin memberikan airnya Hiro langsung menepis tangan demyan sehingga gelas yang ia pegang langsung terjatuh ke lantai.

Demyan merasa marah dan kembali mengukung Hiro "ada apa dengan mu. Aku memberimu obat agar kau baik baik saja!" Hiro menatap demyan penuh emosi.

"Untuk apa? Bukan kah kalian para vampir lebih senang jika tuan nya terkulai lemas?" Saat ingin kembali bicara, Oliver dan juga yang lain datang.

Demyan tersenyum dan melepaskan tangan Hiro "baiklah jika itu mau mu" Ia berdiri dan berjalan menuju sebuah meja.

Ia menatap kepada adik adiknya "tunggu apalagi? Apa kalian tak menginginkan kesempatan ini lagi?" Ucapnya tersenyum kembali menoleh kepada Hiro.

Peter dan yang lain pun langsung merasa senang dan mendekat ke arah Hiro "aaaakh" Hiro sedikit berteriak merasakan setiap gigitan.

"Ahhh ini benar benar lezat" Ucap tris.

"Bukan kah selalu?" Lanjut Peter tersenyum.

Sedangkan Oliver dan nathan langsung berhenti ketika merasa sudah cukup. Oliver menatap wajah Hiro yang mulai terkulai lemas dengan tatapan yang sayu. Melihat tatapan yang berbeda dari Hiro, Oliver pun memilih untuk pergi dari sana sehingga membuat demyan dan yang lain keheranan.

Demyan kembali mendapat tatapan dari Hiro seakan Hiro tengah membutuhkan bantuan nya. Sampai Hiro tak sadarkan diri kembali, demyan masih diam menatap wajah Hiro.

Vampire obsession bxb (Tamat) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang