Demyan memeluk erat hiro, ia mencium leher hiro dengan lembut, tangan nya menelusuri semua tubuh hiro sehingga membuat hiro harus menghentikan nya kembali. Demyan benar benar sudah tak bisa menahan nafsu nya, kini miliknya mengeras dan mengganjal di belakang hiro. Demyan mengigit bibir bawahnya karena hiro bergerak, membuat junior nya menjadi terusik, ia mengigit pundak hiro sehingga membuat hiro langsung meremat paha nya "akhh demyan"
Tak tahan lagi menahan nafsu nya kini demyan membalikan tubuh hiro dan mengangkat nya ke atas pangkuan nya. Hiro langsung terkejut dan merasa malu bertatapan dengan demyan dalam posisi intim seperti ini, tangan nya berada pada dada demyan "demyan aku-" Ucapan nya terhenti karena demyan langsung menarik tengkuk leher nya dan mencium nya.
Demyan menelusup masuk kedalam mulut hiro dengan nafsu yang sudah memburu. Hiro membalas lumatan itu dengan semampunya, ia benar benar tidak bisa menyeimbangkan nya dengan pengalaman demyan.
Hiro merasakan milik demyan yang semakin keras serta menonjol di belakangnya, ia memukul dada demyan karena merasa oksigen nya mulai habis "hah... Hah" Hiro terengah-engah dengan wajah yang merah serta air liur yang mengalir di dagu nya.
Melihat wajah ilegal dari Hiro semakin membuat demyan bernafsu tinggi, dengan cepat ia langsung memasukan jari nya pada lubang Hiro sehingga membuat Hiro langsung terjengit "ahhh" Demyan tersenyum, menambahkan satu jari lagi pada lubang nya.
"Enak bukan?" Ucap demyan menatap Hiro yang mulai tak bisa mengendalikan dirinya.
Hiro merasa malu karena terus di tatap oleh demyan, ia menutup wajahnya dengan tangan nya. Saat itu demyan langsung memasukan miliknya merasa jika milik nya sudah bisa memasuki lubang Hiro.
Dengan perlahan demyan menggerakan pinggang Hiro ke bawah. Hiro yang merasa jika milik demyan mulai memasuki nya langsung membuka wajah nya dan menatap demyan takut "demyan, itu akan sakit tanpa pelumas. Ak-aku" Demyan memegang pipi Hiro "itu tak akan sakit. Aku akan melakukan nya perlahan, percayalah padaku" Ucapnya meyakinkan Hiro.
Hiro terdiam ia mulai mengalungkan tangan nya dan memeluk demyan. Merasa jika Hiro sudah tenang, kini demyan kembali melakukan nya "enghhh" Milik demyan kini sudah berada di dalam lubang Hiro.
Dengan perlahan ia mulai menggerakan tubuh Hiro naik turun. Merasa ada kenikmatan Hiro mengigit bibir bawahnya menahan suara ilegal nya. Demyan lagi lagi mengigitnya sehingga ia harus melenguh merasakan sakit "akhh" Setelah puas menghisap Hiro. Demyan langsung mempercepat tempo nya, dan membuat Hiro melenguh merasakan nikmat "ahhh demyan"
Demyan tersenyum dan terus menggerakan tubuh hiro dengan cepat "ahh nikmat Hiro" Ia melenguh merasakan kenikmatan.
Hiro merasa jika dirinya akan segera keluar, ia langsung meremat bahu demyan "ahh aku ak-kan keluar" Benar saja setelah itu ia langsung pelepasan pertamanya. Demyan tersenyum dan membubuhi ciuman di leher Hiro dan membuat tanda di leher nya.
Sampai akhirnya demyan mulai merasakan jika ia akan keluar. Dengan sangat cepat ia menggerakan tubuh Hiro naik turun "emhh aku akan cum" Setelah itu demyan melakukan pelepasan nya.
"Ahhhh" Hiro melenguh merasakan cairan yang mengalir di dalamnya. Setelah itu mereka terengah-engah bersamaan, Hiro merasa lemas dan langsung menjatuhkan tubuhnya pada demyan. Bahkan ia tak ingat jika mereka masih berada dalam bathub.
Demyan dengan cepat mengeluarkan miliknya dari lubang Hiro dan langsung membawa nya menuju tempat tidur. Sebenarnya ia masih belum puas melakukan nya, tapi melihat Hiro yang sudah tertidur dan tampak kelelahan ia lebih memilih untuk menahan dirinya. Demyan langsung menidurkan Hiro dan menutupi tubuh nya dengan selimut.
Sedangkan ia sendiri langsung berpakaian dan pergi entah kemana. Sebelum itu, ia menuliskan sesuatu di sebuah kertas untuk Hiro. Ia takut jika Hiro akan mencarinya setelah ia bangun.
Beralih pada ibu dan ayah Hiro, tampaknya mereka sedang membuat rencana untuk bisa membebaskan anaknya dari asrama itu. Saat mereka saling diam dengan pikiran mereka masing masing, Tiba-tiba seseorang datang dan langsung membunuh sang ayah dengan tangan nya, orang itu bahkan tak perlu senjata tajam untuk membunuhnya. Hanya dengan kuku panjang miliknya ia sudah bisaa merenggut satu nyawa.
Sedangkan ibu Hiro langsung menjauh sembari menodongkan sejata api di tangan nya. Ia menangis melihat suami nya yang sudah tergeletak bersimbah darah "si-siapa kau" Ucapnya dengan nada bergetar.
Orang itu terkekeh, wajah nya tertutupi oleh topi miliknya, hanya terlihat setengah bagian dari wajah itu "kau tidak bodoh untuk tidak mengetahui siapa aku. Kalian sudah menemukan cara untuk membebaskan nya bukan? Hhha tidak akan ku biarkan kalian membawanya begitu saja sebelum ia menjadi milikku" Ia tersenyum dan langsung memperlihatkan wajah nya.
Sang ibu yang mengenalinya langsung terkejut dan menjatuhkan pistol miliknya. Dengan tubuh yang bergetar ia terjatuh terduduk di lantai "ku mohon, biarkan dia bebas" Ia memohon sembari menangis.
"Dengar, Apa kau belum sadar jika dirimu lah yang membawa bencana untuk anakmu sendiri. Jadi, itu adalah kesalahanmu" Ibu Hiro menangis dengan histeris setelah menyadari dirinya bersalah. Sedangkan orang itu dengan cepat langsung menebas leher sang ibu dengan tangan nya sendiri.
Orang berjubah hitam itu tersenyum menatap kedua orang tua Hiro yang sudah tak bernyawa dengan mata yang terbuka. Dengan sangat cepat ia menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun.
Ke esokan harinya, salah satu tetangga sebelah menyadari jika rumah orang tua Hiro telah terbuka. Ia penasaran dan langsung memanggil manggil nama orang tua Hiro tapi tak ada jawaban, ataupun orang yang keluar untuk melihat.
Tetangga nya merasa khawatir dan langsung menerobos masuk mencari keberadaan suami istri itu. Saat berada di ruang tamu, betapa terkejut nya ia melihat mereka sudah tak bernyawa dengan darah yang memenuhi lantai. Dengan cepat ia langsung menelpon kepolisian untuk menangani kasusnya.
Di sisi lain, Hiro baru saja terbangun dan melihat keadaan nya yang tak berpakaian Hiro dengan cepat langsung pergi ke kemar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebelum ia memasuki kamar mandi ia menemukan surat dari demyan yang bertuliskan 'aku harus menemui ayahku' siapa yang peduli? Pikir nya. Setelah membersihkan dirinya betapa kesal ia ketika melihat leher nya yang memiliki tanda "sial demyan" Dengan kesal Hiro langsung terburu buru memakai seragam nya karena ia akan segera memasuki kelas.
Di tengah tengah pelajaran, mike sang kepala sekolah, dengan langsung memanggil hiro dan membawanya berbicara jauh dari kelas. Ia akan memberi tahu tentang kematian ayah dan ibunya yang sangat mengenaskan.
Kini mereka berada di halaman yang berada dekat dengan perpustakaan "Hiro... sejujurnya aku tak ingin membuat mu terpuruk. Tapi sepertinya aku harus memberi tahu tentang ini padamu" Ucap mike dengan raut wajah yang tampak sedih sehingga membuat Hiro bingung.
"Katakan ada apa pak?" Ucap Hiro memberi tatapan serius kepada mike. Mike mengajak Hiro untuk duduk di sebuah kursi dengan tenang, ia mengelus bahu Hiro dengan lembut.
Kira kira, siapa yang udah bunuh orang tua Hiro?
Makasih jangan lupa vote dan komen, dan maaf kalo ada yang typo😍❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire obsession bxb (Tamat)
De TodoAwas jangan salah lapak cerita bxb Tidak di sarankan untuk anak di bawah umur. Karena seiring berjalan nya cerita bakal ada area 18+, jadi mohon mengerti ya😄🙏 Buat yang gasuka dewnani atau homopobic jauh jauh🙏
