Dalam ruangan, seorang pria terbangun dari pingsan nya setelah tiga hari. Ia terduduk, melepaskan selang oksigen yang masuk ke dalam hidung. Dengan kepala yang agak berat, ia melihat ke sekitar untuk mengetahui dimana dirinya berada.
Tak lama, pintu terbuka memperlihatkan pria lain yang sedikit lebih tua darinya. Dengan raut wajah bahagia, pria itu berlari kecil dan langsung memeluk pria itu dengan perasaan yang lega.
Pria yang tengah di peluk hanya bisa diam, merasakan kehangatan sang kakak yang semenjak tadi ia cari. Detik berikut nya, pelukan itu terlepas di gantikan tangan yang mengusak rambut nya dengan cukup lembut.
Ia mendongak, menatap wajah sang kakak yang terlihat tak ter urus. Kantung mata terlihat begitu jelas terlukis di wajahnya, serta rambut yang terlihat berantakan membuatnya bertanya-tanya dalam hatinya.
"Apa kau lapar, sky? Syukurlah kau sudah sadar. Aku benar-benar merindukan adikku ini" Ucapnya. Wajahnya bersinar lebih cerah dari sebelumnya.
"Apa hiro baik baik saja?" Deg-pertanyaan itu membuat sang kakak merasakan sakit dan penyesalan kembali secara bersamaan. Ia sudah menduga, bahwa sang adik akan mempertanyakan itu ketika ia sadar.
Dengan tenang, ia beralih ke arah lain, mempersiapkan minuman dan juga makanan untuk sang adik. Sky yang melihat sikap aneh kakak nya kini menjadi bingung "kau belum menjawab pertanyaan ku" Ucapnya.
Kini thor terdiam, menatap pada makanan yang akan ia siapkan. Dalam hatinya ia benar-benar merasa bersalah jika ia tak memberitahunya. Tapi ia juga bingung harus mengatakan apa kepada sang adik.
Perlahan ia berbalik, menatap sang adik dengan wajah yang kembali merenung. Sebuah ketakutan menjadi pusat emosinya saat ini. Thor berjalan dengan tenang, terduduk di hadapan sang adik sembari memikirkan apa kata kata yang pas untuk di ucapkan.
Sky yang melihat itu kini menjadi lebih penasaran. Ia marah karena sang kakak tak kunjung berbicara. Dan ia takut jawaban dari sang kakak adalah hal yang tidak ia ingin kan.
"Maafkan aku sky... " Thor terdiam, ia tak kuat lagi untuk menahan semuanya. Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipinya. Membuat sky menjadi ketakutan dan menduga duga apa yang akan di katakan selanjutnya.
"Maafkan aku.. Aku tak bisa melindunginya. Maafkan aku sky"
"Apa yang phi katakan? Katakan dengan benar, aku ingin tahu apa yang terjadi"
Thor terdiam, menatap sang adik yang terus menuntut jawaban darinya. Ia menggenggam tangan sky dengan erat "hiro... Hiro telah tiada. Ini semua salah ku, aku menembaknya tanpa sadar. Aku benar-benar polisi yang bodoh sky... Maafkan aku"
Sky terdiam mencerna apa yang kakak nya katakan barusan. Ia tak percaya jika sang kakak akan melakukan itu pada hiro. Bukan kah Thor sudah berjanji bahwa ia akan melindungi hiro? Lalu apa yang baru saja ia katakan?
"Tidak, kau pasti bercanda. Berhentilah bermain main dan jawab pertanyaan ku. Dimana hiro?" Suaranya mulai bergetar. Tampak keraguan dan juga ketakutan dalam pertanyaan itu.
Thor yang melihat sky seperti itu pun semakin terpukul. Ia merasa benar-benar orang yang tak bisa di andalkan "maafkan aku sky... Aku benar-benar tidak sadar melakukan itu" Thor menghentikan sejenak ucapan nya.
"Dia tertembak oleh ku karena ia memilih untuk melindungi demyan dari tembakan ku. Aku benar-benar pengecut sky.. Aku takut menembak demyan tapi aku malah menembak hiro di sana... Aku.. Aku-" Mendengar semua penjelasan Thor. Kini hatinya benar-benar hancur dan tak tahu apa yang harus ia lakukan.
"Cukup! Aku tak mau mendengar nya lagi. Pergi! Biarkan aku sendiri" Suaranya bergetar, tangisan kini membasahi seluruh pipinya, menciptakan rasa dingin yang mengalir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire obsession bxb (Tamat)
RandomAwas jangan salah lapak cerita bxb Tidak di sarankan untuk anak di bawah umur. Karena seiring berjalan nya cerita bakal ada area 18+, jadi mohon mengerti ya😄🙏 Buat yang gasuka dewnani atau homopobic jauh jauh🙏
