Demyan membawa Hiro ke suatu tempat hanya untuk menenangkan nya. Sejujurnya ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menenangkan Hiro, hingga akhirnya ia memilih untuk membawa Hiro ke tempat ini.
Pinggiran sungai yang menjadi perbatasan antara asrama dan hutan terlarang. Di sana demyan menyuruh Hiro untuk duduk di sebuah batu dan menunggunya. Hiro hanya diam dan menuruti perkataan demyan.
Beberapa lama kemudian akhirnya demyan kembali dengan membawa seekor kelinci putih dan beberapa buah buahan hutan. Hiro yang melihat itupun langsung menjadi ceria "biarkan aku memeluknya demyan" Ucapnya meminta kelinci itu.
Demyan tersenyum lalu melirik pada kelinci itu. Akhirnya ia memberikan kelinci itu pada Hiro "darimana kau mendapatkan nya?" Tanya Hiro tanpa melirik ke arah demyan. Ia benar-benar fokus mengelus kelinci itu.
"Tadi kau hanya diam tanpa mengatakan apapun. Bahkan kau menangis di pelukan ku sampai kemeja ku menjadi basah seperti ini" Ucapnya sembari membuka jubah nya.
"Hei... Apa kau akan baik baik saja jika membuka jubah mu di siang hari?"
"Hm tentu saja. Semua pohon di sini menutupi kita. Tak ada sinar matahari yang bisa melukai ku" Demyan terduduk dan menyandarkan punggung nya pada batu besar di belakang nya.
"Apa kau khawatir padaku?" Lanjutnya.
Hiro yang tengah asik bermain dengan kelinci pun kembali menatap demyan "apa kau akan meninggalkan ku juga seperti ibu dan ayah?" Hiro masih memikirkan semua perkataan blue,karena masih tidak percaya dengan semua yang terjadi. Seketika suasana menjadi hening.
Demyan terdiam tak tahu harus menjawab apa. Melihat ekspresi demyan, Hiro menjadi khawatir dan berpikir jika demyan tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
Ia melepaskan kelinci itu dan memberinya makan agar ia tidak kabur. Ia mendekat dan langsung terduduk di pangkuan demyan. Membuat demyan langsung terkejut "katakan padaku, apa yang kau sembunyikan" Kini tangan nya bergerak untuk mengunci leher demyan.
"Apa maksud mu?" Tanya demyan. Ia benar-benar tak menyangka bahwa Hiro akan melakukan ini padanya.
"Apa kau mengetahuinya sejak lama? Tentang blue membunuh orang tua ku?" Ah kini demyan sadar kemana arah pembicaraan Hiro.
Demyan menarik tangan Hiro dan meremat nya "kau tahu kan? Kenapa kau tidak memberitahu ku bajingan" Hiro merasa marah, karena demyan tak memberitahu nya padahal ia tahu bahwa blue yang membunuh orang tuanya.
"Apa itu akan membuatmu percaya? Bukan kah kau membenciku saat itu? Bahkan kau menuduhku bahwa akulah yang membunuh orang tuamu" Demyan semakin keras meremat lengan Hiro hingga Hiro meringis kesakitan.
"Akhh" Dengan gerakan cepat ia mengukung Hiro di bawahnya membuat Hiro langsung terkejut "demyan sakit" Ucapnya.
Demyan tersenyum dan melepaskan gengaman itu. Mereka bertatapan di bawah hembusan angin dan daun daun yang bergerak.
Dengan cepat demyan langsung melesatkan lumatan pada bibir Hiro. Hiro sendiri tak memberontak, dengan diam ia membalas lumatan itu sembari menekan tengkuk demyan untuk memperdalam ciuman nya.
Beberapa detik berikutnya, demyan melepaskan lumatan itu dan kembali menatap Hiro yang berada di bawah nya. Mengusap rambut yang menghalangi pandangan sang empu "maafkan aku" Ucap Hiro.
Demyan terkekeh dan mencium singkat kening Hiro dengan sayang. Sebuah suara membuat mereka tersadar dan langsung melihat ke arah suara itu. Melihat kelinci nya tidak ada, dengan cepat Hiro mendorong demyan dan berlari mencari keberadaan kelincinya "ini salah mu.. Kelinci nya menghilang"
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire obsession bxb (Tamat)
RandomAwas jangan salah lapak cerita bxb Tidak di sarankan untuk anak di bawah umur. Karena seiring berjalan nya cerita bakal ada area 18+, jadi mohon mengerti ya😄🙏 Buat yang gasuka dewnani atau homopobic jauh jauh🙏
