14🔞.

4.9K 123 6
                                        

Hiro terbangun di dalam kamar asrama nya. Ia melihat Matteo dan yang lain sudah tak berada di sana. Lantas ia pun segera bergegas untuk pergi ke kelas. Ia berencana akan berbicara dengan teman sekamar nya tentang asrama ini.

Setelah kelas selesai, Hiro langsung mencari keberadaan Matteo dan yang lain di kantin. Setelah menemukan mereka, Hiro pun langsung duduk bersama mereka.

Matteo dan jayden tentu tau apa yang akan Hiro tanyakan hari ini. Mereka hanya tenang tak menoleh sedikit pun pada keberadaan Hiro, sehingga membuat Hiro menjadi heran.

Lantas Hiro pun langsung berpikir jika mereka mengetahui rahasia dari asrama ini, dan juga tentang siapa keluarga demyan.

"Kalian tau kan apa yang bakal gue tanyain?" Mereka diam menatap Hiro.

"Kenapa kalian gak ngasih tau gue? Kenapa kalian ngebiarin gue buat ketemu sama demyan?" Mereka masih diam seakan mereka tak mengenal Hiro.

Dan dengan tiba tiba mereka langsung pergi meninggalkan Hiro. Membuat Hiro semakin curiga dengan mereka 'apa mereka juga sama kaya demyan? Tentang murid lain di asrama ini?... ' ia pun langsung segera pergi menuju perpustakaan untuk mencari buku yang akan ia butuhkan.

Sebelumnya Hiro sudah menemukan buku itu, tapi ketika Hiro kembali mencari buku itu ia sama sekali tak menemukan keberadaan buku nya. Hingga ia tak menyadari bahwa hari sudah mulai gelap, menandakan matahari sudah mulai berganti bulan.

Saat masih tengah mencari tiba tiba demyan datang dan langsung mencekik Hiro "apa yang akan kau cari. Kebenaran? Kau ingin melarikan diri? " Hiro memegang tangan demyan agar bisa terlepas.

Tubuh nya terangkat dengan kekuatan dari tangan demyan "Hhha aku tak akan melepaskan mu sayang. Kau milikku, hanya milikku" Cengkraman pada leher Hiro semakin kuat.

Hiro yang sudah kehabisan nafas pun kini wajah nya berubah menjadi pucat. Ia mulai kehilangan kesadaran sampai akhirnya ia tak sadarkan diri.

Hiro terbangun dengan nafas yang terengah-engah. Tangan dan kaki nya terikat di belakang, membuat nya sulit untuk bergerak. Tak lama sebuah pintu terbuka, Hiro tak bisa melihat orang itu karena ia membelakangi pintu.

Kekehan dari orang itu terdengar ke telinganya membuat tulang punggung nya merasakan dingin.

Ia mendekat kepa hiro dan melepaskan rantai pada kaki nya, tidak dengan tangan nya "kau ketakutan Hiro" Ucapnya berbisik di telinga Hiro

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia mendekat kepa hiro dan melepaskan rantai pada kaki nya, tidak dengan tangan nya "kau ketakutan Hiro" Ucapnya berbisik di telinga Hiro.

"Lepasin gue demyan" Hiro berteriak.

"Shtt... Aku tak akan menyakitimu. Bukan kah aku memang tak pernah menyakitimu?" Ia berpindah dan terduduk menatap Hiro. Apa katanya? Tak pernah menyakiti?

Hiro menatap demyan dengan kebencian. Ia merasa kesal pada demyan bukan kah saat awal bertemu demyan tak pernah seperti ini?

Demyan tau jika Hiro kini membencinya karena tatapan Hiro menjelaskan perasaan Hiro sendiri "ada apa? Apa kau jatuh cinta padaku? Bukan kah memang seharusnya kau memiliki perasaan-"

"Bajingan, gue gak bakal pernah jatuh cinta sama lu" Potong Hiro, sehingga membuat demyan semakin marah.

Ia langsung menaiki kasur dan membalikan tubuh Hiro hingga tengkurap. Ia langsung mengigit leher nya dengan keras "akhhh" Hiro berteriak merasakan sakit.

Tak sampai di situ saja, demyan langsung membuka celana milik Hiro dan merobek bajunya. Hiro memberontak saat demyan mulai membuka bajunya "lepas.. Lepasin gue. Gue ga mau demyan"

Demyan tak menghiraukan nya dan langsung memasukan milik nya tanpa pelumas, sehingga membuat Hiro merasakan kesakitan "akhhh sakit... " Hiro menangis karena merasakan sakit pada lubang miliknya.

"Ahhh ini sangat nikmat" Demyan melenguh merasakan kenikmatan.

Tidak dengan Hiro yang merasakan sakit, tangan nya yang masih di borgol pun kini mulai memerah "demyan... Gue mohon, ini sakit.. Hiks" Demyan tetap tak menghiraukan Hiro.

Semakin cepat tempo yang demyan berikan semakin Hiro merasakan sakit di dalam nya "ahh ha-ah sa-kithh" Demyan mulai memperlambat tempo nya ketika melihat tangan Hiro yang mengeluarkan darah.

Ia pun melepaskan borgol pada tangah Hiro dan memeluk tubuh nya dari belakang "maaf" Bisiknya pada telinga Hiro.

Hiro hanya terisak dan meremat sprai dengan kuat. Kini demyan mulai bisa menetralkan emosinya dan mulai bermain lembut "ahhh" Hiro melenguh ketika merasakan milik demyan yang bergerak dengan lembut.

Demyan kembali menggerakan miliknya dan memberikan kenikmatan untuk Hiro. Sampai akhirnya ia melakukan pelepasan pertama nya.

Setelah itu ia membalikan tubuh Hiro untuk menghadap kepadanya. Ia menatap sejenak wajah Hiro yang basah akibat air mata nya.

Demyan menatap mata Hiro yang sembab akibat terlalu banyak menangis, ia membenarkan rambut yang menutupi mata hiro. Tatapan nya turun ke bibir, demyan dengan perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah Hiro.

Merasa demyan akan mencium nya, Hiro dengan cepat membuang wajah nya, ia tak ingin berciuman dengan orang yang ia benci saat ini. Demyan sadar jika Hiro tak ingin di cium, ia pun langsung kembali memasukan milik nya pada Hiro "ahhh demyan"

"Sekali lagi" Ucapnya ia langsung menggerakan pinggul nya kembali.

"Ha-ah ahhh ahhh hah" Hiro terhentak hentak dengan tempo yang demyan berikan. "Demyan ahh ter-lalu dalamhh" Ia meremat sprai merasakan sedikit kenikmatan ketika demyan mencapai titik sensitif Hiro.

"Ughhh nikmat hiro"

Setelah lama melakukan nya akhirnya demyan melakukan pelepasan keduanya "haaahhh" Demyan melenguh merasakan kenikmatan.

Ia langsung membaringkan tubuhnya di sebelah Hiro "maaf melukaimu" Hiro tak menjawab. Ia langsung berbalik membelakangi demyan.

"Hiro ak-"

"Gue benci sama lu" Demyan terdiam. Ia merasa marah, dengan cepat ia pun langsung memakai pakaian nya dan pergi meninggalkan Hiro sendiri.

Hiro terisak menangis meratapi kesedihan nya yang harus terjebak dengan para vampir karena ulah sang ibu.

"Gue benci semua orang. Hidup gue hancur, bener bener hancur" Ia berteriak sembari mengusak rambut nya dengan kasar.

Hiro terus terisak dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia benar benar jika hidup nya sudah hancur oleh vampir. Bagaimana ia bisa terbebas dari semua ini? Kenapa harus dirinya yang menjadi eve.

Bukan kah dirinya adalah anak kesayangan keluarganya? Lantas kenapa sang ibu tega melakukan ini bahkan ia memberi perjanjian ketika ia masih dalam kandungan.

Begitu banyak pertanyaan yang keluar dari pikiran nya sampai ia mulai merasakan lelah dan akhirnya ia tertidur dalam tangisan itu.

Maaf gak nyambung☺🙏

Vampire obsession bxb (Tamat) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang