Awas jangan salah lapak
cerita bxb
Tidak di sarankan untuk anak di bawah umur. Karena seiring berjalan nya cerita bakal ada area 18+, jadi mohon mengerti ya😄🙏
Buat yang gasuka dewnani atau homopobic jauh jauh🙏
Hiro kembali ke kamar nya dengan wajah yang ketakutan, ntah apa yang terjadi di perpustakaan. Ia langsung membersihkan dirinya di kamar mandi. Beberapa menit kemudian ia selesai dan masih teringat dengan kejadian di perpustakaan itu. Hiro tertunduk melamun di depan cermin dengan handuk yang melilit di pinggang. Ia bahkan tak menyadari demyan yang tengah memperhatikannya di pintu.
Demyan tersenyum menatap tubuh Hiro, ia pun berjalan mendekati Hiro dan langsung memeluknya dari belakang sehingga membuat Hiro langsung terkejut.
Dengan wajah yang terlihat takut ia menjauh kan dirinya dari tubuh demyan sehingga membuat demyan bingung "ada apa?" Tanya demyan.
Hiro tak menjawab ia langsung pergi keluar dari kamar mandi dan segera pergi menuju lemari miliknya "hei kau belum menjawab ku" Demyan sedikit berteriak.
Saat Hiro sudah memakai pakaian nya, demyan kembali memeluk nya dari belakang. Ia bahkan menciumi bahu dan lehernya sehingga membuat Hiro merasa geli "demyan... Gue gak suka kaya gini" Ucapnya berbalik dan mendorong dada demyan.
"Kau harus terbiasa, karena kau milikku sekarang" Demyan membuka kancing baju Hiro dan langsung memeluknya kembali, ia menghirup aroma dari leher putih Hiro dengan sangat santai.
Krek demyan langsung mengigit Hiro dan menghisap nya. Hiro sendiri hanya pasrah karena ia tau bahwa demyan akan melakukan nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah puas menghisapnya kini demyan berhenti dan menjilat darah yang mengalir di dada Hiro sembari tersenyum.
Ia mendongak menatap wajah Hiro yang tampak sexy menurut nya "aku menyukaimu. Kau milikku" Bisik demyan. Ia langsung melepaskan Hiro dan pergi dari sana sembari tersenyum. 'Bajingan' batin Hiro melihat kepergian nya.
Malam nya saat makan malam, Hiro di ajak bergabung untuk makan bersama mike, demyan dan adik adiknya. Hiro bingung, memangnya mike dan demyan memiliki hubungan apa sehingga mereka selalu makan bersama, sedangkan yang lain berada di meja yang berbeda bahkan ruangan yang berbeda?
Setelah makanan siap, mereka memilih untuk menikmati makanan mereka masing masing. Tapi tidak dengan Oliver yang terus menatap ke arah Hiro, sehingga mike yang menyadarinya langsung tersenyum "ada apa oliver?" Tanya mike membuat semua yang ada di meja itu langsung melirik ke arah oliver.
Begitupun dengan oliver yang tersenyum dan mengalihkan tatapan nya pada mike "tidak ada. Hanya saja... Kenapa manusia ini bergabung bersama kita?" Tanya nya.
Hiro langsung menatap oliver benci, ia benar benar tak tahan jika harus berada di sana bersama mereka. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi tanpa mengucapkan apapun. Ia sudah tak nafsu makan, demyan juga menyadarinya tapi ia memilih untuk menghiraukan Hiro dan menikmati makanan miliknya.
Oliver tersenyum meremehkan ke arah demyan. Sedangkan mike hanya terkekeh melihat kelakuan nya.
Di sisi Hiro saat ini, ia menabrak seseorang yang tak lain adalah blue "blue?" Ucapnya memasang wajah terkejut.
"Hai.." Ia tersenyum kepada Hiro. Setelah itu mereka memutuskan untuk duduk di sebuah kursi yang berada dekat dengan sebuah danau.
Pemandangan disana sangat indah saat malam hari, sehingga membuat Hiro langsung terkagum saat melihat nya "kaya nya gue gak pernah liat lu deh" Ucap Hiro tiba-tiba.
Blue langsung menoleh dan memberikan senyuman nya kepada Hiro "aku memiliki urusan pribadi dengan orang tua angkat ku yaitu keluarga Walter. Jadi.. Aku harus menyelesaikan nya terlebih dahulu" Hiro pun langsung mengangguk.
"Boleh kah aku memelukmu?" Tanya nya. Hiro tak bisa jika tidak terkejut, belum memberi jawaban kepada blue, tapi blue langsung memeluknya dengan erat. Di atas mereka di salah satu jendela ruangan ternyata demyan tengah melihat interaksi mereka.
Ia merasa marah karena blue berani memeluk Hiro seperti itu. Dan Hiro malah terdiam tanpa memberi perlawanan, padahal jika demyan yang memeluknya Hiro selalu mendorongnya untuk menjauh.
"Blue... Lepas" Hiro mencoba untuk melepaskan pelukan itu tapi blue seperti sedang sengaja melakukan nya. Ia tak melepas kan pelukan itu dan malah membuat nya erat.
Tak lama demyan datang dan langsung menjauhkan blue dari Hiro "apa yang kau lakukan dengan nya hiro!" Bentak demyan sembari mencengkram kuat tangan Hiro.
"Akhh.. Demyan lepas... Sakit" Tak mendengar perkataan Hiro, demyan dengan marah langsung menarik Hiro menuju kamar nya.
Di kamar, Hiro langsung di banting ke atas kasur "menjauhlah dari orang orang yang ingin mendekati mu. Hanya aku yang boleh memelukmu dan melakukan hal lainnya!" Hiro memundurkan tubuhnya hingga ia tersudut di dipan kasur.
"Demyan, gue udah coba buat lepasin dia tapi- khek" Dengan amarah nya, demyan langsung mencekik leher Hiro dengan cukup kuat.
"Aku tak ingin mendengar penjelasan mu. Kau harus mendapat hukuman" Ia semakin memperkuat cekikan itu sehingga Hiro mulai kehabisan nafas nya.
"Khek.. Ku-moh-hon" Ia memegang tangan demyan dengan tatapan memohon. Sedangkan Demyan masih dengan amarah nya "dem-yan ekhh" Hiro semakin memohon di saat saat ia hampir kehabisan nafas.
Demyan langsung luluh ketika melihat tatapan memohon dari Hiro. Ia melepaskan tangan nya dari leher Hiro "hah.. Hah.. " Hiro terengah-engah mengambil udara dengan rakus.
Demyan yang melihat itu langsung memeluknya sembari meminta maaf "maaf... Maafkan aku" Pelukan nya semakin erat pada tubuh Hiro.
Tubuh Hiro bergetar merasakan ketakutan, ia langsung terisak mengeluarkan tangisan nya "Hiro.. Aku.. " Demyan terus menatap Hiro yang masih ketakutan.
Ia pun memilih pergi dari sana agar Hiro menenangkan dirinya sendirian. Setelah kepergian demyan, tangisan Hiro semakin kencang menumpahkan semua rasa kesal, takut, dan juga kebencian yang mendalam pada demyan.
"Gue benciiii" Ia berteriak di dalam kamar. Ia mengusak rambutnya dengan kasar merasa benar benar hancur.
"Kenapa ini terjadi sama gue! Kenapa harus gue!" Hiro beranjak dan membanting semua barang yang ada di meja.
Pecahan kaca berserakan di lantai, tapi Hiro seakan tak peduli, ia terus melempar semua barang bahkan ia tak merasakan jika kaki nya menginjak semua pecahan kaca.
Ia berjalan seolah tak merasakan sakit pada kaki nya. Hiro sudah merasa kelelahan dan memilih untuk membaringkan tubuhnya di kasur, darah di kaki nya menetes dan meninggal kan jejak di setiap bekas pijakan kakinya.
Setelah beberapa jam demyan membiarkan Hiro sendiri, akhirnya ia kembali untuk melihat keadaan Hiro. Ia melihat semua barang sudah tak berada pada tempat nya, juga pecahan kaca yang berserakan serta darah yang menetes di setiap lantai.
Demyan mendekat pada tubuh Hiro yang sudah terbaring tidur. Ia menatap wajah Hiro yang setenang air "maaf, aku tak bisa melihatmu bersama orang lain" Ia melirik pada kaki Hiro yang terluka.
Dengan cepat demyan mencari kotak obat untuk menyembuhkan luka pada kaki Hiro. Ia berusaha untuk melakukannya dengan sangat lembut agar ia tak menganggu Hiro yang tertidur.
Padahal dia sendiri yang nyakitin tapi dia juga yang ngobatin, demyan emang brengshake ya😂