Awas jangan salah lapak
cerita bxb
Tidak di sarankan untuk anak di bawah umur. Karena seiring berjalan nya cerita bakal ada area 18+, jadi mohon mengerti ya😄🙏
Buat yang gasuka dewnani atau homopobic jauh jauh🙏
Ke esokan harinya hiro terbangun dan langsung pergi dari kamar dengan menuju kamar nya. Saat tengah berjalan ia melihat Sebastian yang sedang membawa barang barang nya keluar dari kamar, ia dengan cepat langsung menghentikan Sebastian.
"Tunggu, kenapa barangku di keluarkan dari kamar?" Tanya Hiro dengan wajah terkejut.
"Maaf ini perintah demyan. Aku tak bisa menolak nya" Dengan cepat Sebastian pun langsung membawa barang barang Hiro menuju kamar demyan.
Hiro masih terdiam, dalam hatinya ia benar benar kesal dengan demyan yang berbuat semau nya.
Di sisi lain Matteo dan yang lain tengah berkumpul di perpustakaan "kita salah gak sih ngejauhin hiro?" Tanya Chris.
"Kita gabisa nolak perintah tuan mike. Walaupun kita juga manusia, tapi tuan mike udah ngejaga kita dari vampire yang ada di asrama ini" Ucap Matteo yang segera di angguki oleh jayden dan nicco.
Mereka terdiam dengan saling bergelut dengan pikiran mereka masing masing. Tiba tiba seseorang keluar dari balik ruangan yang berada di perpustakaan.
Mereka langsung terkejut dengan kemunculan nathan dan juga Peter. Mereka mendekat dengan memberikan senyuman aneh "oh ternyata kalian juga manusia? Pantas saja ayah selalu melindungi kalian" Ucap Peter.
Tiba-tiba Peter sudah berada di belakang Chris dan membuat hembusan nafas pada telinga Chris sehingga membuatnya langsung merinding "jauhin gue" Chris sedikit menjauh dari sana.
Nathan dan Peter terkekeh sehingga membuat Matteo dan yang lain kesal. Akhirnya Matteo dan yang lain memilih untuk pergi dari sana, sebelum itu jayden memberikan tatapan kepada nathan, membuat nathan menjadi kebingungan.
Di sisi Hiro saat ini, ia memilih untuk membolos dengan pergi ke taman belakang yang jarang di datangi oleh murid. Tiba-tiba ia di hampiri oleh sky "apa kabar?" Hiro menoleh kepada sky.
Hiro terdiam tak ingin membuka pembicaraan "maafkan aku. Seperti nya kau tidak perlu membalas perasaanku. Aku hanya ingin menjadi teman mu, perasaan ku salah tentang aku menyukaimu" Hiro kembali menoleh kepada sky yang tersenyum.
Sky membenarkan rambut yang menutupi penglihatan Hiro "ini hari terakhir ku bertemu dengan mu. Aku senang kita bisa bertemu, kau adalah teman pertama yang mengajak berbicara" Betapa terkejutnya Hiro ia langsung meneteskan air matanya.
"Sky.. Gue... " Sky kembali tersenyum, lantas ia pun segera beranjak dari sana "maafkan aku Hiro" Sky pun pergi meninggalkan Hiro sendiri.
Di sebuah ruangan gelap dengan pintu yang terbuka seseorang tersenyum melihat kepergian sky. Ia berpikir karena setelah ini Hiro hanya akan menjadi miliknya.
Ketika hari sudah mulai gelap, Hiro berjalan kembali menuju kamar demyan. Tapi tiba-tiba tangan nya di tarik menuju ruangan kosong, di sana ia langsung di gigit oleh oliver.
Hiro sudah mencoba untuk melepaskan nya tapi oliver lebih kuat dari dirinya. Tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang langsung menarik oliver "apa yang kau lakukan" Tanya demyan kesal.
Oliver menyeka darah di mulut nya dan tersenyum kepada demyan "bukan kah kau bilang kami bisa mencoba darah nya? Lantas mengapa sekarang kau melarang ku untuk mencobanya lagi? Aku sudah lama tak ikut untuk menghisap darah nya, jadi biarkan aku kembali menghisap nya" Hiro hanya terdiam merasakan suasana yang mencekam dari kakak beradik ini.
"Dia milikku, hanya milikku" Demyan menekan kata katanya dan langsung menarik Hiro pergi dari sana. Sedangkan oliver tersenyum melihat kepergian dia orang itu.
Dengan penuh kemarahan, demyan membawa Hiro menuju ke kamar nya. Walaupun Hiro meringis kesakitan, tapi demyan terus menarik tangan Hiro.
Di dalam kamar, demyan langsung mendorong Hiro ke kasur dengan kuat dan langsung mencengkram dagu Hiro "Dengar, kau hanya milikku. Jadi menjauhlah ketika oliver ataupun yang lain ingin mendekatimu!" Hiro menatap demyan dengan kesal.
Ia mendorong demyan yang berada di atasnya "gue buka milik lu" Ia langsung berdiri dan mencoba untuk pergi dari sana. Tapi demyan menariknya kembali sehingga Hiro kini berada di bawah kungkungan nya.
Dengan cepat demyan pun menggigit leher Hiro dengan sangat kuat "akhh sakit demyan" Ia terus menghisap leher Hiro tanpa berhenti.
Hiro sudah memberontak tapi akhirnya itu hanya sia sia dan membuat nya kelelahan. Akhirnya ia hanya berdiam diri membiarkan demyan menghisap nya dengan puas.
Merasa tak ada pemberontakan dari Hiro, kini demyan berhenti dan tertidur di dalam pelukan Hiro "maaf. Biarkan aku tidur dalam pelukan mu" Ucap nya lembut.
Hiro terdiam dengan bingung, bukan kah tadi demyan bersikap kasar? Lantas mengapa sekarang bisa bersikap lembut hanya karena ingin tidur?
Walaupun ia membenci demyan tapi akhirnya ia membiarkan demyan berada di pelukan nya. Hiro menatap langit langit kamar dengan semua hal yang berada dalam pikiran nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
By: pinterest
Sampai ia menyadari bahwa demyan sudah tertidur dengan tenang. Ia melihat pada wajah demyan yang terlihat tenang 'jika setenang ini, lu ganteng demyan, tapi gue tetep benci sama lu' batin nya.
Ia mengelus rambut demyan dengan lembut dan kembali memikirkan cara bagaimana ia bisa terbebas dari semua ini. Ia sudah merasa lelah dengan asrama ini, tentang blue yang sampai saat ini tak pernah lagi muncul, hingga teman teman nya yang menjauhi dirinya, dan sky yang memilih untuk pindah dari asrama ini.
Bukan kah semuanya sangat melelahkan jika Hiro harus berjuang sendiri tanpa teman, dan harus pasrah di setiap harinya menerima gigitan dari seorang vampir.
Hiro juga ingin mengetahui siapa mike dan semua hal tentang asrama ini. Ia juga ingin mengetahui, apakah hanya dirinya yang seorang manusia di sini? Ataukah hanya sebagian murid di sini yang seorang vampir.
Hiro akhirnya ikut terlelap karena terlalu lelah memikirkan semua masalah yang ia hadapi.
Ke esokan harinya, Hiro terbangun mendahului demyan. Ia melepaskan tangan demyan yang masih melingkar di pinggangnya. Saat sudah terlepas ia pun beranjak pergi ke kamar mandi dan segera bersiap untuk pergi ke kelas.
Di kelasnya Hiro benar benar merasakan kesepian. Bahkan ketika istirahat pun tak ada yang menemaninya makan, setelah kelas selesai ia memilih untuk pergi ke taman belakang.
Di sana hiro di hampiri oleh jamie yang kebetulan sedang berjalan lewat sana "Hai" Ucapnya langsung terduduk di sebelah Hiro.
Hiro terdiam tak menjawab "apa kau tak punya teman? Dimana skylar, bukan kah kalian selalu bersama? Dan... Matteo dan yang lain?" Hiro menoleh kepada jamie dengan tatapan lesu.
"Matteo menjauhiku, dan skylar pindah" Jamie cukup terkejut dengan ucapan Hiro.
Akhirnya jamie mengajak Hiro ke sebuah perpustakaan yang terkunci. Hiro pernah ke sana, tapi ia di hentikan oleh Sebastian. Dan kini jamie membuka nya dengan sebuah kunci, dari mana jamie mendapatkan kunci ruangan ini? Bukan kah ruangan ini di larang di buka?