Awas jangan salah lapak
cerita bxb
Tidak di sarankan untuk anak di bawah umur. Karena seiring berjalan nya cerita bakal ada area 18+, jadi mohon mengerti ya😄🙏
Buat yang gasuka dewnani atau homopobic jauh jauh🙏
Ke esokan harinya Hiro membuka matanya masih terbaring di atas kasur. Hari ini ia tak ingin pergi ke kelas karena ia benar benar sudah tak ada semangat lagi dalam dirinya. Tak lama pintu terbuka memperlihatkan Sebastian yang membawakan makanan untuk nya.
Hiro bahkan tak melihat sedikitpun pada makanan itu, ia langsung berbalik memunggungi Sebastian "makan lah" Ucap Sebastian. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Hiro.
Hiro terduduk melihat makanan di sebelah meja kasur nya. Ia menatap nya tanpa minat dan langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah membersihkan dirinya ia keluar hanya memakai handuk yang melilit di pinggang nya. Tiba-tiba demyan datang dan langsung mengukung nya di atas kasur, Hiro tak memberi perlawanan karena sekarang ia tahu jika ia memberi perlawanan maka demyan akan melakukan hal kejam lagi padanya. Kini Hiro berada di bawah kungkungan demyan, Hiro menatap demyan seolah ia sudah pasrah jika demyan akan melakukan hal kejam padanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Demyan diam bingung dengan sikap Hiro yang tiba tiba berubah. Biasanya Hiro akan membuat perlawanan di saat demyan akan menghisap nya "kau.. " Ucapan nya tampak ragu seolah ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Tunggu apa lagi" Ucap Hiro memotong perkataan demyan.
Demyan langsung terkejut, tapi ia akhirnya tersenyum dan langsung mengigit leher Hiro. Ia menghisap nya dengan sangat puas, terlihat tangan nya yang mulai melepaskan tangan Hiro dari genggaman nya. Hiro sendiri hanya pasrah merasakan sakit di leher nya, ia membuang wajah nya ke sisi lain ketika tangan demyan mulai menelusuri dada nya.
Hiro menghentikan tangan demyan yang semakin turun "demyan, ini siang hari. Aku tak ingin melakukan nya" Ucapnya pelan.
Demyan berhenti sembari menjilat bibir nya yang ada darah, menatap Hiro yang masih membuang wajahnya. Ia tersenyum dan membaringkan tubuhnya di sebelah Hiro, memeluk Hiro dengan erat "aku ingin tidur" Ucapnya.
Hening, tak ada lagi suara dari demyan, Hiro menoleh kepada demyan yang sudah tertidur pulas. Entah apa yang Hiro rasakan saat ini ketika ia menatap wajahnya, ia merasakan ada kebencian yang besar untuk demyan, tapi Hiro juga merasakan perasaan aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Hiro terdiam kembali bergelut dengan pikiran nya tentang semua yang terjadi padanya. Dengan perlahan ia melepaskan tangan demyan yang melingkar di perut nya, dan segera memakai pakaian nya.
Setelah memakai pakaian nya Hiro langsung pergi dari kamar nya entah akan kemana. Ia sedikit tergesa-gesa untuk segera sampai pada tempat tujuan nya.
Di sisi lain, nicco tak sengaja memasuki ruangan gelap yang belum pernah ia liat. Ia penasaran dan mulai masuk lebih dalam, tapi tiba-tiba tubuhnya menabrak seseorang yang keluar dari kegelapan "aduh"
Orang yang nicco tabrak tertawa membuat nicco langsung bergidik ngeri "si-siapa" Ucap nicco terbata bata.
Orang itu akhirnya memperlihatkan dirinya dengan membawa sebuah lilin "Hai.. Apa yang kau lakukan di sini" Tanya nya.
"Oliver?" Nicco menatap oliver dengan terkejut sekaligus takut, karena saat ini ia sedang berhadapan dengan seorang vampir.
"Kau tidak takut?" Tanya oliver tersenyum.
"Emm.. Sejujurnya aku takut. Tapi aku mendapat perlindungan dari ayahmu bukan?" Ucapan nicco membuat oliver tertawa dengan keras.
"Perlindungan? Dari mike? Benarkah... " Ia berjalan menyudutkan nicco ke tembok.
Saat nicco tengah terpojok tiba-tiba sebuah cahaya matahari masuk sehingga membuat oliver langsung memundurkan dirinya menjauh dari nicco. Sebelum ia menghilang ia tersenyum aneh kepada nicco sehingga membuat nya langsung pergi dengan tergesa-gesa.
Dari sini kita tahu, jika mike adalah ayah dari demyan yaitu tuan Alexander yang sudah hidup selama ratusan tahun, ia bahkan masih memiliki paras yang sangat muda dan tampan, karena vampir di percaya memiliki hidup abadi dengan tubuh yang tidak akan menua ataupun berubah, walaupun mereka sudah hidup selama ratusan ataupun ribuan tahun, asalkan mereka selalu mendapatkan darah segar yang tidak kotor.
Saat hiro menelepon sang ibu untuk mempertanyakan alasan ibunya membuat perjanjian dengan keluarga demyan, sang ibu pernah akan mengatakan nya pada hiro. Jika saja hiro tidak langsung menutup telpon nya mungkin hiro masih bisa memiliki kesempatan untuk mempersiapkan semua nya agar ia bisa terbebas dari perjanjian itu.
Karena sang ibu sudah menemukan cara untuk melepaskan perjanjian itu dengan membuat perjanjian lain bersama seseorang yang akan menjanjikan yang terbaik tanpa harus menghisap eve nya.
Hari sudah mulai terlihat gelap, hiro berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar nya, karena ia takut jika demyan bangun dan mencari keberadaan nya. Banyak yang terjadi di perjalanan nya menuju kamar, ia harus berurusan dengan salah satu murid yang menghalangi jalan nya karena hiro tak sengaja menabrak nya dan membuat dia marah.
Walaupun masalahnya sudah selesai kini Hiro harus berurusan dengan demyan jika demyan menyadari bahwa ia pergi tanpa memberitahunya.
Tapi untungnya saat ia kembali ke kamar nya, demyan masih terlelap sehingga membuat hiro merasa lega. Dengan cepat ia pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Di kamar mandi, hiro memangku dagu nya dengan tangan sembari melamun memikirkan ayah dan ibunya yang tidak ada kabar apapun. Biasanya ia akan mendapatkan kabar setiap satu bulan nya, tapi setelah terakhir kali ia menelpon sang ibu sampai saat ini tak ada lagi panggilan dari ayah dan ibu untuknya.
Saat tengah melamun, demyan datang dan langsung menceburkan dirinya di bak mandi. Demyan langsung menarik tubuh hiro untuk ia peluk, hiro terkejut dan langsung menoleh ke belakang "apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya demyan lembut.
Hiro terdiam merasakan dada demyan yang menempel pada punggungnya serta tangan demyan yang bergerak di perutnya "aku merindukan ayah dan ibuku" Ucapnya menahan tangan demyan yang akan menyentuh area sensitif nya.
Demyan tersenyum dan menaruh dagu nya pada bahu hiro. Ia sangat menikmati ketenangan Hiro dan juga tubuh Hiro yang terasa lembut layaknya tubuh wanita. Pikiran nya pergi sangat jauh sembari membayangkan wajah Hiro, sehingga membuat libido nya langsung naik.
Hiro tentu tau jika saat ini demyan sedang merayu nya untuk melakukan itu. Terlihat dari cara demyan yang memperlakukan nya lembut dan memberi sentuhan sentuhan lembut di setiap tubuhnya.
Hiro merasakan sensitif di area paha nya ketika demyan dengan lembut memberi sentuhan, sehingga membuat Hiro harus mengigit bibir bawahnya untuk menahan suaranya. Saat tangan demyan sudah mencapai miliknya, Hiro dengan tak sadar membuat suara yang langsung membuat demyan tersenyum "enghh" Demyan menghentikan tangan nya dan berbisik di telinga Hiro "apa tubuhmu se sensitif itu? Aku bahkan baru menyentuhnya sedikit" Hiro sadar dan seketika wajah nya langsung memerah.