22.

1.8K 80 2
                                        



    Malam itu di asrama, semua murid berkumpul setelah adanya pemberitahuan tentang seorang siswa yang bunuh diri di kamar nya dengan menggantung dirinya sendiri. Entah apa yang membuatnya nekat seperti itu sehingga membuat beberapa siswa/siswi menjadi trauma setelah melihat jasad nya.

Kini aula di penuhi oleh semua siswa dan siswi yang saling berbincang tentang murid yang bunuh diri ini. Hiro terdiam melirik kepada seluruh murid, tak lama mike datang untuk memberi tahu siapa murid itu "aku sangat berduka cita atas kepergian salah satu murid teladan yang sangat baik. Untuk orang terdekat nya, ku harap kuat setelah mendengar ucapan ku. Salah satu siswi yang cantik dan juga memiliki hati yang sangat lembut 'lucy arthana' telah meninggal kan kita untuk selamanya"

Ucapan nya terhenti seakan tak sanggup untuk mengatakan nya. Di sisi lain, jayden sebagai seorang pacar nya cukup terpukul mendengar perkataan mike. Seakan tak percaya dengan semua ucapan nya. Tubuhnya diam membeku menunggu lanjutan dari ucapan mike.

"Aku sebagai kepala sekolah akan memastikan untuk mengurus kasus ini dengan sangat teliti bersama beberapa polisi terpercaya. Ku harap orang-orang terdekat nya bisa kuat dan mengikhlaskan lucy untuk beristirahat di sisi tuhan nya. Sekian Terima kasih, kalian bisa kembali untuk beristirahat"

Hiro menatap ke arah jayden dan yang lain. Ia ingin memberikan semangat, tapi ia takut jayden akan mengabaikan nya. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya membuatnya langsung terkejut "apa yang kau pikirkan?" Hiro mendongak kepada demyan dan mencoba melepaskan pelukan nya.

"Hei... Lepaskan" Demyan tak mendengar ia malah semakin mendekatkan tubuhnya dengan hiro. Tak lama semua murid mulai bubar, hiro langsung mengajak demyan pergi dari sana.

Tangan nya menggenggam tangan demyan, membuat demyan tersenyum. Belum sampai di dalam kamar, demyan sudah langsung melahap bibir hiro rakus "mmmphh" Hiro mencoba memukul mukul bahu demyan.

Demyan melepaskan ciuman itu sembari tersenyum "kita masih di luar!" Ucap hiro dengan wajah yang memerah.

"Ada apa? Kenapa wajah mu merah?" Ucapnya tersenyum menggoda membuat hiro menjadi salah tingkah. Setelah itu hiro langsung pergi tanpa mengatakan apapun.

Demyan menatap punggung hiro sembari menggeleng "aku tak akan membiarkan mu mendapatkan nya" Ucap seseorang membuat demyan langsung berbalik.

"Kau tau? Aku sudah lama menyukainya. Aku tau dia juga masih menyimpan jawaban nya untukku. Lebih baik kau menjauh darinya, aku tak yakin jika dia menyukaimu" Ucap blue tersenyum meremehkan.

"Bagaimana kau tau jika dia tak menyukaiku?"

"Hhha dia pernah mengatakan bahwa dia menyukai ku, hanya saja saat itu ajal sudah datang menjemputku sehingga aku harus berpisah dengan nya. Aku kembali, dan aku yakin dia masih menyukaiku" Ucapan blue membuat demyan terdiam.

Seakan tahu isi pikiran demyan, membuat blue semakin tertarik untuk membuat demyan jauh dari hiro "apa dia tidak pernah mengatakan tentangku atau perasaan nya padamu?" Tak ada jawaban. Demyan masih terdiam, mulai memikirkan semua perkataan blue.

Blue hanya tersenyum dan menepuk bahu demyan pelan dan pergi dari sana meninggalkan demyan sendirian.

    Demyan masuk ke dalam kamar, ia masih memikirkan perkataan blue. Netranya melihat ke arah hiro yang tertidur di kasur, lantas ia pun ikut membaringkan tubuhnya menatap punggung hiro "apa kau sudah tidur?"

"Belum. Kenapa?"

Tak ada jawaban dari demyan. Hiro bingung, ia membalikan tubuhnya menghadap demyan. Tidak biasanya demyan diam seperti itu, bukan kah tadi demyan bersikap seenaknya dengan mencium dirinya secara tiba-tiba? Lantas kenapa setelah itu ia terdiam?

Vampire obsession bxb (Tamat) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang