31.

1.1K 54 6
                                        



   Di hari dimana bulan purnama merah akan muncul. Demyan terbangun dari tidur siang nya. Ia mencari keberadaan hiro yang tak kunjung terlihat. Lantas dengan rasa khawatir ia pun segera pergi keluar tanpa mengenakan jubah milik nya.

Demyan berlari di lorong asrama sampai akhirnya menemukan hiro yang tengah berada di depan kelas. Ia sadar jika ia akan terbakar sinar matahari jika ia menghampiri nya. Tapi demyan tak mempedulikan itu, ia masih berlari sampai akhir nya ia bisa memeluk hiro.

Hiro terkejut, seketika lengan demyan mengeluarkan asap, pertanda jika kulit nya mulai terbakar. Dengan cepat hiro pun membawa pergi demyan menuju tempat yang jauh dari sinar matahari "apa yang kau lakukan?!" Ucap nya dengan sedikit membentak.

Demyan diam, ia hanya merasa lega karena mimpi nya tidak terjadi. Ia bermimpi jika hiro telah di jemput oleh sky, tapi sky malah membunuh hiro dengan brutal. Hingga akhirnya demyan terbangun dengan terengah-engah dan sadar jika hiro tidak ada di kamar.

"Hiro aku mencintaimu" Demyan menundukan kepalanya dan segera melumat bibir hiro dengan lembut.

Hiro sendiri tak bisa mengelak, ia membalas ciuman itu, melupakan apa yang baru saja terjadi "emmh" Akhirnya demyan melepaskan pagutan mereka.

"Aku mencintaimu" Ucap nya sembari memejamkan mata dan menyatukan kening keduanya.

Hiro diam, ia benar-benar tidak mengerti dengan sikap demyan. Apa yang terjadi padanya? Akhirnya demyan kembali berdiri tegap membuka matanya dan bertatapan dengan hiro "ada apa dengan mu?" Tanya hiro.

Demyan diam sejenak hingga akhirnya kembali berbicara kepada hiro "aku hanya bermimpi buruk. Jadi aku mencarimu karena kau tak ada di kamar" Tangan nya beralih mengelus pipi hiro dengan lembut.

"Huh... Seharusnya kau tidak melakukan itu. Kembalilah ke kamar, aku yakin luka mu akan kembali normal bukan?" Ucapnya melirik ke arah lengan demyan yang terpapar sinar matahari.

Demyan tak menjawab, ia hanya tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban "baiklah, aku masih ada kelas. Sampai jumpa" Setelah itu hiro meninggalkan demyan sendiri menuju ke kelas nya.

Demyan menatap kepergian hiro, tanpa menyadari tiga orang lain yang tengah menatap nya di arah lain. Salah satunya terkekeh dan menoleh ke arah yang lain nya "malam ini purnama merah. Bisakah aku melakukan nya?" Tanya nya.

"Joe, apa itu tidak akan berbahaya untuk blue?" Tanya pria lain yang khawatir dengan rencana mereka.

"Tenang gavin, kekuatan blue akan meningkat setelah aku memberinya darah ayah. Aku akan memberinya malam ini" Ucapnya

Setelah itu blue dan joe pun pergi menyisakan gavin yang masih terdiam. khawatir sesuatu akan terjadi pada adik teman nya "semoga saja" Gumam nya.

   Malam harinya hiro kembali ke kamar nya setelah makan malam. Ia mencari keberadaan demyan tapi ia sama sekali tak menemukan nya. Tiba-tiba pintu balkon nya terbuka oleh kencang nya hembusan angin.

Akhirnya hiro pun berjalan ke arah balkon dan menemukan bahwa cahaya bulan yang tertutup awan telah berwarna merah. Tak lama kemudian awan itu bergerak memperlihatkan wujud bulan purnama yang sangat indah menurut hiro.

Tiba-tiba sky datang dengan wujud srigala nya "kita harus segera pergi" Ucapnya sembari berubah kembali menjadi manusia.

Hiro mengerutkan dahi nya bingung "oh iyaa gue mau batalin rencana itu. Kayaknya gue gajadi-" Belum sempat menyelesaikan ucapannya sky dengan cepat langsung memotong.

"Demyan yang menyuruhku untuk membawamu pergi. Kau tahu ini bulan purnama merah" Ucapnya.

"Tapi gue-" Dengan cepat, sky menenangkan hiro "hiro.. Bulan purnama merah akan merubah vampir menjadi ganas. Demyan menyuruh ku untuk membawamu pergi, karena ia tak ingin kau sama seperti mantan kekasihnya"

Vampire obsession bxb (Tamat) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang