Jam menunjukkan pukul setengah 1 siang, keluarga Az Zaqran sedang bersiap-siap untuk pergi mengantarkan anak terakhirnya ke ponpes. Abi, umi dan Rafka sedang menunggu Alma diruang keluarga, namun sudah lebih dari 20menit Alma belum juga turun ke ruang keluarga, Abi yg khawatir pun menyusul kekamar Alma. Setelah Abi sampai di kamar Alma, alangkah kagetnya ia melihat putrinya yg sedang tertidur diatas koper yg sudah siap, dengan sangat lembut ia membangunkan putri kesayangannya itu
"Nak.. ayo bangun.. ini sudah jam setengah satu lohh.., nanti kasian pihak ponpes nungguin kamu" ucap Abi dengan sangat lembut
"Eughhh..., Abi Alma ngantuk banget nihh bisa besok aja gasihhh, lagian Alma tuhh sespesial apasih kok sampe ditungguin gitu" ucap Alma dengan kelopak mata yang masih tertutup
"Nakk... Abi tunggu dibawah yaa, sampai sepuluh menit tidak datang awas saja, Abi ga segan-segan buat siram kamu pake air panas!!" Ucap Abi dengan nada sedikit naik
Alma yg kaget pun segera bangun dan duduk
" Iya Abi... Alma akan segera turun"
Ucap Alma dengan sedikit ketakutan
"Oke, Abi tunggu 5 menit jika terlambat awas aja" ucap Abi yg sedikit terkekeh
"Baik Abi" ucap Alma yg bersiap siap untuk turun ke ruang keluarga
Skipp
Keluarga Az Zaqran pun sedang dalam perjalanan menuju ponpes Hidayatul Qur'an, ya.. betul itu ponpes milik sahabat umi dan abinya Alma.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan mereka pun sampai di ponpes Hidayatul Qur'an, mereka pun langsung menuju ke ndalem karena sudah ditunggu oleh Abah "AHMAD MUKHTAR AR RASYID" yaa itu nama pemilik ponpes Hidayatul Qur'an atau sahabat Abi Abdurrahman. Setelah sampai di depan ndalem Abi pun segera mengetuk pintu ndalem
"Assalamualaikum" Salam yg diucapkan oleh Abi dengan sangat lantang
" Wa'alaikumsalam, ehhh rahmann.. apa kabar udah lama ya ga ketemu" ucap Abah Ahmad dengan penuh kegirangan
"Alhamdulillah saya sehatt, kalo kamu bagaimana Ahmad" tanya balik dari Abi Rahman
"Alhamdulillah saya juga baik, ayo silahkan duduk, masak mau diluar teruss" ucap Abah dengan mempersilahkan keluarga Az Zaqran untuk masuk kedalam rumahnya
Mereka pun masuk kedalam rumah Abah Ahmad (ndalem) mereka pun berbincang bincang sebentar, ditengah perbincangan Abi membuka suara untuk menyampaikan inti mereka mengunjungi keluarga Ar Rasyid.
"Ehh... Ahmad tujuan kami kesini adalah ingin menititipkan putri kami, karena kami rasa kami belum bisa mendidik putri kami secara baik, jadi saya minta tolong kepada kamu untuk mendidik putri kami dengan sebaik-baiknya, kami sangat membutuhkan bantuan mu Ahmad" ucap Abi dengan sangat tulus
" Tenang saja Rahman saya akan selalu memberikan yg terbaik bagi putrimu, tanpa kamu mengatakan saya juga sudah tau klo kamu bakal nitipin Alma kesini" ucap Abah Ahmad dengan senyum yg sangat lebar
Tak lama ummah Laila pun datang dengan membawa nampan yg berisi gelas teh.
"Eh ayo diminum dulu, masak mau dianggurin doang" ucap ummah Laila dari belakang
"Ehh Laila gausah repot², kami disini cuma bertujuan untuk menitipkan putri kami sekalian silaturahmi" ucap umi Khadijah dengan sedikit rasa tidak enak kepada ummah Laila
"Gaada yg repot kok jahh.., ini emang jadi kewajiban kita" ucap ummah dengan senyum lebar
Sekejab suasana menjadi hening karena mereka sedang menikmati teh yg telah dibuat oleh ummah Laila. Tiba-tiba ada suara yg memecah keheningan mereka
"Assalamualaikum Abah ummah" ucap seorang lelaki yg memiliki suara berat yaa ia adalah "AIMAR ARSHAD AR RASYID"ia adalah anak pertama dari Abah Ahmad
Tanpa sadar Alma terus menatap lelaki itu dengan tatapan takjub. Gus Aimar yg menyadari itupun langsung memalingkan wajahnya dari gadis tersebut.
" Ummah Aimar kekamar dulu ya assalamualaikum" ucap Gus Aimar secara tiba-tiba.
Ummah yg mendengar itupun langsung menjawab dengan anggukan
" Iya nak wa'alaikumsalam"
Setelah lama berbincang jam menunjukkan pukul setengah tiga siang. Ummah pun memanggil salah satu santri untuk mengantarkan Alma kekamarnya
"Raisyaa.. sini sebentar." Panggil ummah kepada salah satu santri tersebut
"Ohh iya Bu nyai ada apa?" Tanya santri tersebut
" Saya minta tolong buat mengantarkan santri baru kekamarnya nduk" ucap ummah Laila
"Ohh iya Bu nyai"ucap Raisya dengan senyuman lebar
"Nak kamu ikut Raisya yaa buat kekamar" ucap ummah Laila kepada Alma yg sedang menunggu diruang tamu
"Ohh iya Bu nyai" ucap Alma dengan senyuman lebar
"Panggilnya ummah sama Abah aja ya nakk.., jangan panggil bu nyai dan yai yaa" ucap ummah dengan sedikit senyuman
"Baik bu nya-ehh maksudnya ummah" ucap Alma dengan sedikit ragu
"Yasudah ummah Alma kekamar dulu yaa assalamualaikum" izin Alma kepada ummah Laila
"Iya nak wa'alaikumsalam"
Gimana ceritanya guys
Apakah nyambung
Yaudahh sampai jumpa di bab selanjutnya
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya
Assalamualaikum
KAMU SEDANG MEMBACA
Pancaran Sepertiga Malam
Teen Fiction!!ALUR CERITA!! NO PLAGIARISM ALLOWED!! Seorang gadis bernama Salma Rahmania Az Zaqran adalah gadis yang berandal dan tak taat aturan, bisa dibilang gadis itu jauh dari pandangan keluarganya yang sangat alim. Gadis itu dimasukkan ke penjara suci ber...
